Mereka (Ingin) Jadi Nahkoda KAHMI

IKLAN

Catatan Bang Aroen

Musyawarah Wilayah (Muswil) Korps Alumni HMI (KAHMI) Sumatera Utara tinggal menghitung jam. Direncanakan ajang pemilihan nahkoda organisasi para alumni HMI ini akan dibuka Wakil Gubernur Sumut H. Musa Rajekshah pada tanggal 5 Februari 2021 di Sipirok, Tapanuli Selatan. 

Sebagai ajang suksesi tentu menarik melihat siapa saja dari tokoh para alumni HMI ini yang (ingin? Karena saja juga yang didorong-dorong untuk maju) menahkodai organisasi ini. Perlu dicatat jabatan Ketua KAHMI Wilayah Sumut cukup prestisius dan yang pasti orang yang menduduki jabatan itu pasti punya bargaining (posisi tawar) dalam percaturan sosial politik di Sumatera Utara. Oleh karena itu banyak yang menginginkan posisi itu.

Dalam flyer yang diunggah di media sosial, sampai saat ini terlihat empat orang tokoh yang akan maju dalam ajang muswil ini. Mereka adalah politikus Partai Hanura Sumut H. Rusdi Lubis, SH, tokoh KAHMI senior yang saat ini duduk sebagai anggota DPRD Sumut. Disebut-sebut juga Dr. Alwi Mujahit. MKes, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara. Ada juga Prof. Dr. H. Hasim Purba, MHum, guru besar USU yang saat ini menjadi Ketua Majelis Daerah KAHMI Medan. Yang mungkin sangat menarik adalah kemunculan tokoh muda Sugiat Santoso, MSP, fungsionaris KNPI Pusat yang saat ini menjabat sebagai Komisaris salah satu BUMN ini.

Sampai H-1 ini saya baru mendapat dua file tentang visi misi kandidat ini. Yang pertama dari Sugiat Santoso yang menulis visi misinya di Harian Waspada dan yang kedua dari Prof. Hasim Purba yang menshare visi misinya di beberapa group WA yang bernuansa HMI dan KAHMI. Dua orang lagi yaitu Rusdi Lubis dan Alwi Mujahit, sepengetahuan (atau yang saya tahu) belum mempublikasi visi misisnya. Mungkin beliau berdua ini masih super sibuk? Atau sudah ada visi misinya tapi belum dipublikasi.

Dari dua tokoh yang sudah saya baca visi misinya terlihat betapa seriusnya mereka ingin memajukan KAHMI menjadi organisasi yang bermanfaat bagi anggotanya. Yang menarik tentu yang disampaikan Sugiat Santoso pada tulisannya tersebut. Meski agak melambung dan mengkaitkannya dengan revolusi industri 4.0, Sugiat berpendapat seharusnya momentum Muswil VI KAHMI Sumut itu harus jadi moment untuk merefleksi peranan KAHMI ke depan. Oleh karena itu harus diwujudkan dalam bentuk kepemimpinan yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Visi misi Prof. Hasim Purba lebih membumi. Beliau menuliskan visi agak realistis yaitu “merajut potensi alumni guna mewujudkan kemashlahatan untul alumni dan keluarga, HMI dan Ummat serta masyarakat Sumatera Utara. Visi ini diterjemahkan dalam empat point misinya sebagai berikut:

  1. Mensinergikan keunggulan potensi masing-masing individual Alumni untuk menjadi kekuatan nyata yang berkualitas dan efektif.
  2. Menyediakan akses yang kredibel buat meningkatkan pendidikan, kesehatan, ekonomi dan kualitas insan cita HMI dalam rangka turut mewujudkan kesejahteraan Alumni dan  Keluarga, HMI dan Ummat serta masyarakat Sumut.
  3. Melakukan kemitraan strategis bersama stakeholders dalam mewujudkan pemberdayaan pendidikan, kesehatan dan ekonomi dengan prinsip saling menguntungkan.
  4. Menciptakan iklim Ukhuwah Islamiah Alumni yang mampu mendukung perwujudan Visi dan Misi MW KAHMI Sumut.

Tapi apapun cerita, kepemimpinan MW KAHMI Sumut akan ditentukan suara utusan MD KAHMI se-Sumut yang punya hak suara. Yang pasti saya sependapat dengan tokoh KAHMI Riza Fahrumi Tahir dan M Zahrin Piliang yang menginginkan Muswil KAHMI ini tanpa politik uang. Sepertinya potensi itu memang ada ya? (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here