www.google.com/search?
www.google.com/search

IKLAN

Rentaknews.com. Apa itu lubang hitam atau black hole?. Lubang Hitam adalah sebuah pemusatan massa yang cukup besar sehingga menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar. Gaya gravitasi yang sangat besar ini mencegah apa pun lolos darinya kecuali melalui perilaku terowongan kuantum. Black Hole merupakan fenomena alam yang terjadi di luar angkasa. Sifatnya yang misterius membuat banyak orang penasaran ingin mengetahui dan menjelajahi black hole lebih dekat. Dari hasil pengukuran, para peneliti memperkirakan bahwa lubang hitam terbentuk dari ledakan supernova dan kemudian lubang tersebut bergerak di angkasa luar.

Andai saja perkiraan ini benar maka sulit dibayangkan dengan adanya jumlah milyaran bintang diluar angkasa, bila terjadi ledakan tiap bintang berapa dahsyat gravitasi yang terjadi.
Lubang hitam supermasif atau supermassive black hole adalah jenis lubang hitam terbesar, dengan massa dari ratusan ribu hingga miliaran kali massa matahari. Kebanyakan atau bahkan semua galaksi diperkirakan memiliki lubang hitam supermasif di pusatnya. Para ilmuwan sepakat bahwa cahaya bintang dapat tertutup karena lewatnya Black Hole.

Lubang hitam supermasif pertama kali dihipotesa oleh Donald Lynden-Bell dan Martin Rees pada tahun 1971 yang beranggapan bahwa pusat galaksi Bimasakti memiliki lubang hitam supermasif. Lubang hitam supermasif di pusat Bimasakti ditemukan pada tanggal 13 dan 15 Februari 1974, oleh astronomer Bruce Balick dan Robert Brown interferometer garis dasar milik Observatorium Astronomi Radio Nasional dan dinamakan Sagittarius. Mereka menemukan sumber radio yang memancarkan radiasi sinkrotron, yang ditemukan bersifat padat dan tidak bergerak karena gravitasinya. Oleh karena itu, ini adalah indikasi pertama bahwa terdapat lubang hitam supermasif di bagian inti Bimasakti (Wikipedia)

Lubang hitam, bagaikan penghisap debu super raksasa yang bekerja menyedot setiap material yang ada disekitarnya. Ketika menelan materi, lubang hitam menyemburkan gas kosmik panas keluar. Gas yang terlontar dari lubang hitam tampak mirip ledakan kosmik raksasa dan memiliki efek yang sama kuat. Suhu gas panas semakin tinggi di seluruh bagian galaksi hingga galaksi tidak mampu lagi membuat bintang-bintang baru. Kekuatan maha dahsyat ini menyedot tanpa ampun, semua tertarik kekuatan grafitasinya. Sebagaimana dalam definisi ilmuwan NASA, medan gravitasi sangat kuat.

Saking dahsyatnya powernya atau dalam ilmu fisika kekuatannya berdaya tak terhingga, maka benda-benda langit dapat tersedot dengan intensitas tinggi tanpa terkecuali. Bahkan, saking kuatnya daya gravitasi, cahaya pun tidak bisa menghindar dari sedotan yang mega dasyat. Black hole terbentuk ketika sebuah bintang besar mulai habis usianya akibat kehabisan energi dan bahan bakar. Meski tidak terlihat, black hole memiliki magnet tingkat tinggi.

Black Hole yang seberat bumi itu diameternya ternyata hanya kurang dari satu sentimeter saja. Black Hole yang seberat matahari diamenternya pun cuma 3 km. Black Hole ukuran sedang itu beratnya 10.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000 kilogram, atau 10 pangkat 31, dengan diameter 30 km saja. Ada banyak Black Hole di pusat galaksi kita dan galaksi-galaksi lain, dan satunya memiliki berat jutaan kali berat matahari. Diperkirakan jumlah black hole di alam raya ini jutaan, bahkan ribuan juta. (lensaindonesia.com/2014/02/13/)

Menurut perkiraan ilmuan terbentuknya Black Hole terjadi dialam semesta awalnya adalah plasma yang padat, panas dan beraturan, jelas Nagamine. Ketika alam semesta mendingin, fluktuasi distribusi massa berkumpul dan saling menyatu akibat gravitasi. Ini adalah asal-usul bintang-bintang pertama di alam semesta kita. Melihat perkiraan ini proses yang sama mungkin saja dapat membentuk struktur yang lebih besar seperti lubang hitam supermasif. Para ilmuwan yang berpikir bahwa lubang hitam supermasif tercipta oleh runtuhnya bintang-bintang di alam semesta awal. Namun dari uji coba pemodelan komputer oleh beberapa kelompok ilmuwan menyatakan runtuhnya bintang-bintang alam semesta awal hanya akan membentuk lubang hitam yang kecil, bukan supermasif.
Simulasi oleh astronom Kentaro Nagamine dari Osaka University, Jepang dan Ishak Shlosman dari University of Kentucky, Amerika Serikat telah mengungkapkan, untuk pertama kalinya, bagaimana lubang hitam supermasif tersebut dapat terbentuk sekitar 700 juta tahun setelah Big Bang. Nagamine dan rekan-rekannya lantas membuat simulasi yang berbeda, di mana lubang hitam supermasif tercipta melalui awan gas yang jatuh ke sesuatu yang diciptakan oleh materi gelap, materi yang tak terlihat di alam semesta yang astronom percayai membentuk 85% dari massa alam semesta kita. Simulasi ini melibatkan awan gas besar pada periode sebelum bintang-bintang pertama di alam semesta terbentuk dan runtuh menjadi bintang quasi dan lubang hitam dengan massa awal 20 massa matahari, dan dengan cepat berakresi menjadi lubang hitam bermassa sedang dan kemungkinan sebuah lubang hitam masif bila tingkat akresi tidak berhenti pada massa yang lebih besar (infoastronomy.org).

Kita sulit memahami dan mengerti bagaimana lubang hitam ini lahir dan bagaimana hubungannya dengan lingkungan sekelilingnya termasuk dengan galaksi yang jadi rumahnya. Semua ilmuan hanya dapat memperkirakan monster raksasa ini ada dan berjalan menurut garis edar sebagai takdirnya. Namun jauh dari akal fikir kita yang masih terbatas, semua masih misteri bagi kita. Sementara menurut Chriss Willot dari Canadian Astronomy Data Centre di Victoria, sebagian lubang hitam memulai hidupnya bukan dari keruntuhan gravitasi bintang melainkan dari keruntuhan awan gas super raksasa.
Bagaimana sebuah lubang hitam supermasif bisa tumbuh dengan cepat dialam semesta? Semua kita kembalikan kepada yang menciptakannnya. Sang Maha Agung, sang Maha Pencipta Alam Semesta, kita hanya mampu takjub akan ciptaanNya yang luar biasa.(TI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here