Ilustrasi saat Penyesalan Hidup Datang

Rentaknews.com . Sesunguhnya penyesalan dalam hidup merupakan cara terbaik untuk memperbaiki diri, baik kesalahan besar maupun kecil.

IKLAN

Penyesalan diri memberikan pembelajaran bagi diri kita, kesalahan dalam hidup jangan sampai terulang kembali. Namun, jangan sampai penyesalan itu melarutkan fikiran sehingga membuat kita menjauhkan dari rasa bahagia.

Firman Allah :

يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَاناً خَلِيلاً

Artinya :
“Kecelakaan besarlah bagiku; andaikan aku (dahulu) tidak menjadikan si dia itu teman akrab-(ku).”
(QS. Al-Furqan: 28)

Sungguh setiap orang pasti memiliki kenangan masa lalu, baik yang menyenangkan ataupun menyedihkan yang menimbulkan penyesalan atas prilaku buruk itu.

Apapun yang terjadi dimasa lalu, itu telah terjadi tidak mungkin meraihnya kembali. Walau rasanya kita punya keinginan untuk kembali kemasa lalu, untuk menorehkan sejarah kebaikan sebagai amal jariah. Tetapi itu hanya perasaan saja, sesuatu yang mustahil.

Firman Allah :

يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي

Artinya :
“Dia mengatakan, ‘Alangkah baiknya andaikan aku dahulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini”.
(QS. Al-Fajr: 24)

Itulah manusia, menyesali diri saat dimasa lalu orang-orang yang buruk akhlaknya menjadi teman akrab, berbagi cerita, bermaksiat bersama serta saling tolong menolong dalam keburukan. Disaat tidak mampu berbuat apapun yang datang hanya penyesalan, ”Andaikan aku tidak menjadikannya teman akrabku sipolan, tentu aku dapat menjadi orang baik”.

Firman Allah SWT :

لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولاً

Artinya :
“Sesungguhnya dia telah menyesatkanku dari Al-Quran ketika Al-Quran itu telah datang kepadaku. Setan itu tidak mau menolong manusia.”
(QS. Al-Furqan: 29)

Sesungguhnya penyesalan itu datang disaat dibukakan buku catatan dalan lembaran-lembaran perjalanan semasa hidup kita.

Sebelum semuanya terlambat tentunya kita perlu untuk memperbaiki kesalahan masa lalu, bersegera memohon ampunan Allah SWT, perbaiki diri dengan meningkatkan amal shalih, menjalin silaturahmi, banyak bersedekah, memperbanyak berbuat kebaikan.

Sesungguhnya bila tiba saatnya kelak, di mana lisan tak kuasa lagi bicara, tak mampu memungkiri kejahatan yang dilakukan sekujur tubuhnya. Dan seluruh tubuh tak lagi berpihak pada keinginan manusia, tapi menurut dan taat kepada perintah Rabbnya.

Allah Ta’ala berfirman,

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (٦۵)

Artinya :
“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan tangan-tangan mereka berkata kepada Kami dan kaki-kaki mereka memberi kesaksian terhadap apa yang telah mereka usahakan”.
(QS Yasin :65)

Ibnu Katsier rahimahullah menjelaskan tentang ayat ini, “ Ini adalah kondisi orang-orang kafir dan orang-orang munafik pada hari kiamat ketika mereka mengingkari perilaku buruk yang mereka lakukan di dunia serta bersumpah dengan apa yang telah mereka lakukan. Lalu Allah menutup lisan-lisan mereka, sedangkan anggota tubuh mereka berbicara tentang apa yang sudah mereka perbuat.”

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, “Suatu kali kami berada di sisi Rasulullah lalu tiba-tiba beliau tertawa, kemudian bersabda, “Tahukah kalian apa yang menyebabkan aku tertawa?” Kami menjawab, “ Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Lalu beliau bersabda,

مِنْ مُخَاطَبَةِ الْعَبْدِ رَبَّهُ يَقُولُ يَا رَبِّ أَلَمْ تُجِرْنِي مِنْ الظُّلْمِ قَالَ يَقُولُ بَلَى قَالَ فَيَقُولُ فَإِنِّي لَا أُجِيزُ عَلَى نَفْسِي إِلَّا شَاهِدًا مِنِّي قَالَ فَيَقُولُ كَفَى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ شَهِيدًا وَبِالْكِرَامِ الْكَاتِبِينَ شُهُودًا

Artinya :
“Aku tertawa karena ada percakapan hamba terhadap Rabbnya, hamba itu berkata, “Wahai Rabbku! Bukankah engkau akan menjatuhkan hukuman kepadaku lantaran kedzaliman? Allah menjawab, “Ya tentu.” Rasul melanjutkan sabdanya, lalu hamba itu berkata, “Kalau begitu aku tidak mau diberi sangsi kecuali ada saksi dari diriku sendiri, lalu Allah berfirman, “Cukuplah dirimu pada hari ini menjadi saksi atas dirimu sendiri, dan para Malaikat pencatat juga menjadi saksi.”Lalu dikuncilah mulutnya kemudian dikatakan kepada anggota-anggota badannya, bicaralah kamu! Lalu anggota-anggota badan itu menceritakan tentang amal perbuatannya. Kemudian ketika dia dibebaskan dan bisa bicara lagi, ia berkata, “Celakalah kalian, padahal untuk kalianlah aku membela dan membantah.”
(HR Muslim)

Sungguh jadikanlah penyesalan diri menuju ampunan-Nya, jangan sampai maut menjemput, sementara waktu yang demikian panjang tersia-sia dari ampunan Allah dalam menempuh menuju jannah-NyA.

Jangan lagi menunda untuk bertaubat dan beramal shalih, manfaatkan sehatmu sebelum sakitmu, bersegeralah beramal diwaktu pagi sebelum petang, manfaatkan hidupmu sebelum datang ajalmu.

Bersegeralah karena perjalanan masih panjang, kampung akhirat menanti kedatangan kita, dunia bukan negri kekekalan, dunia hanyalah persinggahan.(TI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here