7 Desember 2021

Menghijaukan Lingkungan Rumah, Asri dan Menyejukan

Taman Indah dihalaman rumah, asri, sejuk dan menyenangkan hati.

Rentaknews.com. Perubahan iklim yang tidak teratur dewasa ini membuat banyak negara di belahan dunia termasuk juga kita diIndonesia menjadi rentan terhadap bencana. Apalagi saat ini pendemi Covid-19 kehadirannya ditengah masyarakat belum juga mereda. Perubahan cuaca yang tidak terduga, memunculkan wabah penyakit, dan terjadinya berbagai bencana alam. Melihat semua ini, apakah kita berdiam diri, menunggu tanpa berbuat apapun. Tentunya tidak, kita cari tahu bagaimana menyiasatinya perubahan iklim ini dan bagaimana membantu mengatasinya. Tentunya dapat dimulai dengan hal-hal sederhana, menyenangkan, menyegarkan, seperti bercocok tanam.

Kegiatan bercocok tanam di sini bukan karena ikut-ikutan karena lagi trend musim bunga-bunga keladian atau lainnya dan tentu bukan pula dalam konteks pertanian, melainkan kegiatan memanfaatkan lahan kosong di halaman, dinding, bahkan atap rumah. Dengan melakukan hal ini, kita tidak hanya ikut menyelamatkan bumi, tetapi juga memberikan alternatif lain menghidupkan hobi, kebiasaan baik yang bermanfaat. Disamping itu juga menggulirkan waktu menjadi bermanfaat, menghidupkan kasih sayang antar keluarga, memperkecil waktu bermedsos ria dan tentunya mempercantik tempat tinggal dengan pesona hijau dedaunan.

Kita tahu, bercocok tanam bukanlah mudah, apalagi bagi kita yang tidak memiliki hobi bertanam, namun bukan berarti kita tidak bisa melakukannya. Yang paling penting adalah senang dengan kehijauan tanaman. Berangkat dari kesenangan pada tanaman, akan muncul keinginan mempercantik pekarangan rumah, menghidupkan lingkungan dan memenuhi kebutuhan relaksasi. Tidak sedikit orang mulai menekuni kegiatan bercocok tanam. Para peminat hobi bunga-bungaan, menghias rumah dengan berbagai tumbuhan hijau. Tak hanya tanaman bunga atau tanaman hias, tanaman buah berskala mini yang ditanam dalam wadah pot dapat menjadi pilihan objek tanam. Tidak sedikit cara bertanam dan teknik penanaman pun dipakai, seperti tanam langsung di tanah, menggunakan pot, atau merambat di dinding, pagar, dan atap rumah.

Hobi bertanam ini terbilang tidaklah merepotkan. Untuk perawatan, kita dapat memanfaatkan aneka pupuk olahan instan yang dijual di pedagang tanaman. Setelahnya, kita hanya perlu mau menyiram dan merawat yakni mencabuti gulma yang menumpangi tanaman. Untuk memulai kegiatan bercocok tanam ini tidak terlalu sulit dan membutuhkan biaya besar. Aneka jenis tanaman dan pupuknya dijual dengan harga terjangkau dibeberapa tempat. Kita cukup mengunjungi penjual tanaman hias yang tersebar di pinggir jalan di sepanjang jalan glugur by pass, tanjung morawa, ring road, setia budi atau tempat-tempat lain. Bagi teman yang sudah pyrnabhakti, boleh mencoba bertanam pohon hias. Hobi bercocok tanam ini tidak hanya mampu mengisi kekosongan kegitan rutin selama ini dijalani, hobi bertanam juga mampu membangkitkan semangat kejiwaan kita sekaligus menghadirkan peluang berbisnis. Hal ini terbukti dengan kemunculan varietas tanaman hias baru yang diincar banyak orang dan membuat harganya melambung. Salah satu jenis tanaman yang booming saat ini adalah Aglonema dan Adenium.

Apa yang kita lakukan dalam bercocok tanaman hias, disadari atau tidak, hobi ini telah memberikan kontribusi menyejukan iklim dunia yang tengah dilanda global warming. Keberadaan taman begitu penting sebagai elemen kesegaran dan sentuhan hijau di lingkungan rumah kita. Mungkin saja kita memang termasuk orang yang bertangan dingin, mudah untuk bercocok tanam dan serasi untuk tumbuh dan berkembangnya tanaman. Namun kalaupun kita memiliki banyak kesibukan, beberapa jenis tamanan bisa menjadi pilihan kita dalam menyegarkan halaman rumah sebagai lokasi penghijauan, diantaranya; satu taman yang minimalis, taman ini erat kaitannya dengan rumah minimalis yang terkendala oleh lahan terbatas. Bagi kita yang sibuk bekerja, taman ini mudah perawatannya sebab tak memerlukan aktivitas tinggi karena konsep taman ini hanya bersih dan rapi. Untuk jenis tanamannya, bisa menggunakan jenis tanaman tropis. Namun, agar terkesan menarik, jangan menambah banyak material hardscape.

Tanaman yang ringan, tidak rimbun, dan dengan ranting teratur cocok untuk jenis taman minimalis. Jenis-jenisnya seperti Bambu Buda Belly (Bambusa tuldoides ‘Ventricosa’), Mimosa Silver (Acacia podalyriifolia), Tabebuia (Tabebuia aurea), Smak/Per.du Carrubean Copper Plant (Euphorbia cotinifolia), Siklok (Agave attenuata). Kedua Taman Kering, seperti namanya, taman ini tidak membutuhkan banyak air. Taman kering merupakan alternatif taman dalam rumah pengganti taman basah atau bersentuhan langsung dengan tanah dengan perawatan seperti pengairan rutin. Taman ini cocok untuk yang tak sempat melakukan perawatan dan penyiraman rutin setiap hari. Karena cenderung kering, taman ini bisa diletakkan di dalam rumah, seperti di sebelah ruang makan, dekat dapur, samping ruang keluarga, juga sebagai taman belakang rumah. Taman seperti ini bisa dibuat dengan menempatkan material seperti batu-batu alam, kerikil, koral sebagai pengganti rumput.

Tanaman yang tepat untuk taman kering ini biasanya disarankan jenis tanaman yang kuat dengan paparan banyak sinar matahari, minim siraman air setiap hari, serta memiliki kelembaban yang cukup, seperti Agronema, Diffen, Pandan Bali, Palem kuning, Anthurium, berbagai jenis kaktus dan lidah mertua. Untuk menambah eksotika taman, kita juga bisa menambahkan tempat duduk, kotak-kotak semen bertekstur, krikil bersusun berjenjang atau aksesoris lainnya, selamat mencoba, semoga bermanfaat.(TI)

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram