Ilustrasi Tangguh Dalam Menghadapi Perubahan

IKLAN

Rentaknews.com. Siapaun anda akan menjadi orang yang tersisihkan jika tidak siap menghadapi perubahan. Persaingan semakin ketat, kebutuhan hidup semakin mendesak, dan sumber daya yang semakin menipis memaksa sebagian orang untuk melakukan metode terbaik dalam hidupnya. Perubahan adalah keniscayaan yang menyertai kehidupan, dapat terjadi dimana saja, kapan saja dan menimpa siapa saja. Apalagi perubahan selalu berwajah ganda, bisa saja berwajah manis yang mengarah kepada perbaikan, tetapi juga dapat berwajah muram yang mengarah kepada kemunduran.
Hanya saja yang sering terekspos adalah perubahan-perubahan yang justru mendatangkan manfaat kemudaratan. Minimnya informasi menjadikan munculnya prasangka dan orang cenderung berrfikir tentang skenario terburuk. Umumnya, lebih gampang menuding pihak lain yang resisten terhadap perubahan dan sebaliknya, lebih sulit untuk menyadari dan mengakui bahwa kitalah yang resisten.

Dalam bisnis, manajemen perubahan diperlukan untuk mengelola resiko bisnis yang terkait dengan suatu perubahan berikut segala konskuensinya. Manajemen perubahan merupakan langkah nyata yang diambil untuk dapat menguasai perubahan secara efektif sehingga didapatkan manfaat sebesar-besarnya dengan resiko sekecil-kecilnya. Dalam manajemen perubahan terkandung implementasi perubahan melalui visi yang jelas, kepimpinan yang efektif, perencanaan yang matang, dukungan yang cukup, komunikasi yang jelas dan terarah, edukasi yang memberdayakan, stabilitas perubahan melalui pengolahan terhadap resistensi dan pengawasan serta pengendalian yang melekat.

Last but not least, agar terjadi perubahan yang signifikan dan dapat diimplementasikan dengan baik kedalam suatu organisasi, maka hal berikut ini harus segera terjadi, yakni:
Orang harus memahami dengan jelas tentang apa yang dimaksud dengan organisasi bisnis dan pelanggan. Persyaratan kinerja baru harus dinyatakan dengan jelas dan dipahami oleh para pekerja, sehingga mereka mampu melakukan perubahan perilaku sekaligus merubah cara mereka melakukan bisnis, tentunya perubahan ini secara luas harus selaras dengan tujuan organisasi.

Dengan demikian, para manajer perlu melakukan pembinaan untuk suatu perubahan yang konstruktif pada seluruh organisasi. Ketika ide perubahan disampaikan kepada seluruh lapisan organisasi sebagai sebuah mainstream, maka dengan sendirinya perlu dibarengi oleh perubahan infrastruktur pembinaan yang sudah ada, yang dapat mengatasi segala bentuk resistensi, sehingga mereka terdorong untuk mencoba dan menyesuaikan diri dengan perubahan yang telah direncanakan.

Untuk dapat mengelola perubahan dengan baik, terlebih dahulu harus dilakukan analisis terhadap tahapan dari proses perubahan itu sendiri. Pihak yang berkepentingan dalam pengelolahan perubahan strukrur organisasi, misalnya perlu mengetahui difase mana mereka akan menemui tipe situasi dan permasalahan yang seperti apa. Dengan pengetahuan ini, mereka dapat melakukan penyesuaian secara cepat dan tepat tanpa meruntuhkan motivasi dan komitmen pihak-pihak yang terkait.

Perubahan yang diantisipasi merupakan perubahan yang terencana, didesain dan diimplementasikan untuk memenuhi tujuan yang telah ditentukan. Implementasi perangkat yang ditujukan untuk memfasilitaskan komunikasi yang lebih cepat merupakan contoh perubahan yang diantisipasi. Perubahan dalam organisasi dengan pendekatan evolutif sering disebut juga sebagai pengembangan organisasional (Organizational development). Sedangkan perubahan revolutif bersifat radikal, yang kalangan engineering dikenal sebagai blank sheet approach.

Seorang pemimpin diibaratkan seorang nahkoda kapal yang sedang menempuh perjalanan di lautan luas, dengan berbagai tantangan. Dalam perjalanannya, sang nahkoda berada dalam wadah yang tidak pasti tetapi secara pasti justru menumbuhkan ketepatan kepastian dalam setiap keputusan atau setiap langkah agar kapalnya selamat dan dapat mencapai tempat tujuan dengan cepat.

Dalam menjalani perubahan yang penuh tantangan, rasa antusias perlu dihadirkan dari awal perencanaan proses perubahan dan memainkan peran yang sangat penting.
Agar dapat dilaksanakan dengan effisien, perubahan memerlukan himpunan energy yang relative besar. Keyakinan diri perlu ditumbuhkan[, agar didalam diri para pengikut kita tidak terdapat keraguan dalam melangkah, karena merasa memiliki seorang pemimpin yang handal dan memiliki kredibilitas yang tidak diragukan.

Kegagalan perubahan dapat terjadi disetiap rentang waktu dalam proses perubahan. Setidaknya, mengetahui tingkat kesiapan terhadap perubahan mengurangi resiko perubahan itu sendiri dibandingkan dengan memaksakan perubahan secara serampangan. Rendahnya tingkatan akan berakibat pada rendahnya kualitas yang pada akhirnya dapat menggagalkan proses perubahan. Perubahan menuntut kecakapan dan kompetensi baru yang tidak jarang lebih tinggi tingkat kesulitannya. Namun hanyalah yang tangguh mampu menghadapai setiap perubahan.(TI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here