Mimpi besar hanya dapat diwujudkan dengan kerja keras

Rentaknews.com. Siapapun kita pasti memiliki impian dan harapan. Memiliki sesuatu yang ingin diraih, mewujudkan ambisi dengan gigih. Ambisi yang amat sangat kuat itulah yang disebut impian. Walau kita tahu bermimpi itu tak mengeluarkan uang, namun tak sedikit orang hanya sekedar bermimpipun masih takut. Bermimpilah sebelum mewujudkan mimpi itu. Sesungguhnya bermimpi akan membuat seseorang memiliki gairah hidup. Impian seseorang akan menjadi motivasi baginya dalam melakukan sebuah pekerjaan. Mimpi, setiap orang pernah bermimpi. Dan setiap orang memiliki mimpi-mimpi indah tentang hidup. Yang berbeda dari mimpi-mimpi itu seberapa berani setiap orang bermimpi besar. Mimpi membangun peradapan gemilang dimasa depan.

IKLAN

Menjadi orang besar dan orang sukses, dimulai dari sebuah mimpi. Mimpi besar pada awalnya hanya menjadi bahan tertawaan dan cemohoan belaka. Akibatnya hanya sekedar bermimpi saja orang takut. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kenapa orang menjadi takut bermimpi besar. Takut yang dimimpi-mimpikan tidak bisa diwujudkan.

Padahal realitasnya sesungguhnya kesuksesan besar justru dimulai dengan bermimpi. Mimpi yang menjadi kenyataan. Orang-orang besar yang berhasil melihat wujud mimpinya, kadangkala tak menduga, dulu punya mimpi jadi guru, sekarang bisa guru besar, dulu bermimpi jadi pedagang dengan beberapa pekerja, sekarang menjadi pengusaha besar dengan ribuan tenaga kerja, dulu bermimpi ingin punya sekolah TK, sekarang mempunyai yayasan pendidikan dari TK sampai Perguruan tinggi. Kesuksesan hidup dimulai dari mimpi besar yang kemudian terkabulnya semua harapan. Inilah yang disebut peristiwa luar biasa dari sugesti sebuah mimpi.

Tanpa mimpi kita bagaikan sebongkah ikan mati yang hanya bisa ikut ke mana gelombang laut membawanya. Tanpa mimpi kita bagai sehelai kapas yang diombang-ambingkan oleh tiupan angin. Tanpa mimpi kita bagai seonggok bangkai yang bernyawa, tak punya tatanan hidup yang terbawa godaan syetan membawa kedasar neraka. Tanpa mimpi kita bagai seorang yang buta yang sedang berjalan dan tidak tahu sedang di mana ia dan mau ke mana ia berjalan. Terus berjalan tanpa arah dan tujuan yang jelas hingga akhirnya kelelahan dan kehilangan tenaga. Seperti itulah orang yang hidupnya tidak mempunyai mimpi, tidak memiliki misi, tidak memiliki visi dalam mencapai tujuan hidup.

Siapapun kita pasti memiliki impian dan harapan. Memiliki sesuatu yang ingin diraih, mewujudkan ambisi dengan gigih. Ambisi yang amat sangat kuat itulah yang disebut impian. Dan impian akan membuat seseorang memiliki gairah hidup. Impian seseorang akan menjadi motivasi baginya dalam melakukan sebuah pekerjaan. Semangat seseorang akan tumbuh semakin besar seiring dengan kekuatan motivasi yang timbul dari impian seseorang.
Tanpa bermimpi besar, seseorang pekerja hanyalah seorang pekerja yang melakukan rutinitas dalam hidupnya. Tidak ada lompatan-lompatan, semua berlalu tanpa riak. Mereka bekerja mendapat upah dan hanya menunggu akhir bulan dan bulan berikut, menerima gaji, dan menghabiskan uangnya dengan pengeluaran rutin. Mereka berusaha mengatur pengeluarannya agar tetap bisa bertahan hingga bulan berakhir.

Orang orang dalam kelompok ini tidak berani membandingkan dirinya dengan orang orang lain yang sukses sebagai orang besar. Kesuksesan hanyalah milik segelintir orang, itu hanya bisa didapat oleh orang-orang terpilih atau orang-orang memiliki kekhususan karakter dan jalan hidup. Kebanyakan orang-orang bertype seperti ini cenderung menyalahkan nasib. Mereka berpikir kondisi hari ini adalah sebuah garis lurus yang memang seharusnya dilalui.

Seberapa besar mimpi seseorang akan mempengaruhi sekuat apa tekad dan usaha yang dilakukan orang tersebut. Belajar bagaimana orang-orang besar itu lahir dan tumbuh dari mimpi-mimpi besar yang mereka miliki. Orang-orang besar yang pernah tercatat dalam tinta emas sejarah kehidupan manusia menjadi begitu dikenal ketika mereka mampu meraih mimpi-mimpinya. Mimpi besar yang bukan sekadar mimpi . Mimpi yang sangat besar yang bahkan bagi sebagian manusia dianggap tidak masuk akal.

Seorang hamba yang sedang berpuasa memiliki disiplin yang kuat dalam menjalankan ritual puasanya, walau ia seorang perokok berat, ingin menikmati pengaruh nikotin dalam darah, rasa dahaga dan rasa lapar yang menggerus tenggorokan dan lambung tidak menjadi penghalang baginya untuk berpuasa sampai waktu yang ditentukan untuk berbuka. Atau seorang atlit marathon akan terus berlari dan berlari, walau rasa panas, sakit, haus, terus menggoda dirinya sepanjang perlombaan. Mengapa?, karena dia sangat menyadari bahwa dia belum sampai di garis finish. Seterik apapun matahari, sepanas apapun jalan yang dia lewati selama dia masih memiliki tenaga maka dia akan terus berlari. Walaupun dia bukanlah juara pertama, dirinya akan sangat puas ketika berhasil mencapai garis finish, apalagi apabila siatlet berhasil menjadi pemenang. Itulah titik akhir, itulah garis finish, garis yang memisahkan antara yang terus berpuasa atau berlari dengan yang sekedar tidak makan atau berjalan bahkan berhenti.

Punya mimpi besar, gigih, dan tangguh dalam mewujudkan mimpi besar dengan kerja keras ? Lihatlah beberapa contoh dari orang-orang besar dibawa ini; Pertama, Ibnu Sina (980-1037) dikenal juga sebagai Avicenna di Dunia Barat adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter. Ia seorang penulis yang produktif dimana sebagian besar karyanya adalah tentang filosofi dan pengobatan. Bagi banyak orang, beliau adalah Bapak Pengobatan Modern dan masih banyak lagi sebutan baginya yang kebanyakan bersangkutan dengan karya-karyanya di bidang kedokteran.

Kedua. Wright bersaudara dua orang kakak beradik, Orville Wright yang lahir 19 Agustus 1871 dan Wilbur Wright yang lahir pada 16 April 1867. Mereka memulai impiannnya untuk menciptakan pesawat terbang pada tahun 1893.Semua orang yang mengetahui hal ini tertawa geli dan menganggap mereka gila karena sebelumnya mereka hanya bekerja sebagai tukang reperasi sepeda motor. Wujud mimpi besar dengan kerja keras. Mereka dihargai atas desain dan perancangan pesawat terbang efektif pertama, dan membuat penerbangan terkendali pertama menggunakan pesawat terbang bermesin yang lebih berat daripada udara, bersama dengan pendirian tonggak sejarah lainnya dalam bidang era dirgantara. Beratuskali mesin ciptaan mereka rusak dan patah diterjang angin ketika akan dicoba, tapi mereka tetap bersemangat. Sebuah mimpi besar disertai tekad kuat membuat kedua bersaudara berhasil membuktikan penemuan terbesar pada abad itu, besi melayang bagai burung terbang diudara.

Ketiga, Albert Einstein dilahir dikota Ulm, Kerajaan Württemberg, Kerajaan Jerman, 14 Maret 1879 dan meninggal dunia di Princeton, New Jersey, Amerika Serikat pada 18 April 1955 pada usia 76 tahun. Beliau seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20. Dia mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistika, dan kosmologi. Dia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang efek fotolistrik dan pengabdiannya bagi dunia Fisika. Meskipun dia membuat model dan alat mekanik sebagai hobi, dia dianggap sebagai pelajar yang lambatdan tertinggal. Namun Enstein memiliki mimpi besar yang diujudkannnya lewat teori relativitas yang fenomental. Dia kemudian diberikan penghargaan untuk teori relativitasnya. Dia mampu mengembangkan kecerdasan yang lebih berkembang.

Keempat, Nelson Rolihlahla Mandela,lahir di Mvezo, Afrika Selatan, 18 Juli 1918 adalah seorang revolusioner anti-apartheid dan politisi Afrika Selatan yang menjabat sebagai Presiden Afrika Selatan sejak 1994 sampai 1999. Ia adalah orang Afrika Selatan berkulit hitam, presiden pertama yang terpilih melalui keterwakilan penuh, dalam sebuah pemilu multiras. Pemerintahannya berfokus pada penghapusan pengaruh apartheid dengan memberantas rasisme, kemiskinan dan kesenjangan, dan mendorong rekonsiliasi rasial.
Selaku nasionalis Afrika dan sosialis demokratik, ia menjabat sebagai Presiden Kongres Nasional Afrika (ANC) pada 1991 sampai 1997. Selain itu, Mandela pernah menjadi Sekretaris Jenderal Gerakan Non-Blok pada 1998 sampai 1999. Mandela menjalani masa kurungan 27 tahun lamanya, pertama di Pulau Robben, kemudian di Penjara Pollsmoor dan Penjara Victor Verster. Mimpi besar beliau menghapuskan dominasi kulit putih lewat apertheid diAfrika Selatan terujud setelah beliau memegang tampuk kekuasaan sebagai Presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan.

Pemimpi besar tidak mengagungkan kehebatan tetapi mereka terus belajar untuk memperbaiki kekurangan setahap demi setahap secara terus menerus setiap saat. Kehebatan seseorang itu ditentukan oleh orang lain, bukan oleh diri sendiri. Bila ada seseorang yang mengatakan bahwa dirinya hebat, maka orang-orang belum percaya kepadanya sampai mereka membutktikan bahwa orang itu memang hebat. Jadi orang hebat itu tidak sombong, tidak mengagungkan diri dan kehebatannya sendiri, tetapi dia hanya melakukan yang terbaik dan membiarkan orang lain menilainya. Tidak pernah berpuas diri, ia selalu belajar terus dan memperbaiki kekurangannya. Prinsipnya adalah continuous improvement untuk terus meningkatkan kualitas diri sehingga ia menjadi semakin baik dan semakin berguna bagi orang lain di sekitarnya. Pemimpi besar pantang menyerah dan bila menghadapi kegagalan maka ia akan bangun dan berusaha lagi serta mencari cara lain untuk menyelesaikan masalah tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here