Ilustrasi Saat Maut Menjeput, search Google

Sesungguhnya setiap hamba pasti pernah melakukan kesalahan pada masa lalu,  perbuatan terlarang yang menimbulkan penyesalan. Bila hal tersebut tidak segera diperbaiki dengan kesungguhan pasti menimbulkan penyesalan sebagaimana diceritakan dalam Al-Quran.

IKLAN

Firman Allah SWT :

يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا

Artinya :

“Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata, ‘Alangkah baiknya andaikan kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.” (QS. Al-Ahzab 33: 66)

Firman Allah SWT :

وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيهْ

Artinya :

“Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata, ‘Duhai, alangkah baiknya andaikan tidak diberikan kepadaku kitabku (ini).‘” (QS. Al-Haqqah 69:25)

يَا لَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ

“Duhai, andaikan kematian itu menyelesaikan segala sesuatu.” (QS. Al-Haqqah 69:27)

مَا أَغْنَى عَنِّي مَالِيهْ

“Hartaku tidak memberi manfaat kepadaku sama sekali.” (QS. Al-Haqqah: 69:28)

هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيهْ

“Telah hilang kekuasaanku dariku.” (QS. Al-Haqqah: 69:29)

Apapun yang terjadi dimasa lalu, itu telah terjadi tidak mungkin terulang lagi. Kalaulah ada mesin waktu kita ingin kembali ke masa lalu, agar kita dapat menorehkan sejarah kebaikan sebagai amal jariah. Tetapi itu adalah sesuatu yang mustahil. Yang tinggal hanyalah menyesali kesalahan yang terjadi di masa lalu.

Firman Allah :

يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي

Artinya :

“Dia mengatakan, ‘Alangkah baiknya andaikan aku dahulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini”. (QS. Al-Fajr 89:24)

Itulah sederet penyesalan oarng-orang menyesali diri pada hari akhir. Semua telah berlalu yang tidak mungkin waktu berjalan mundur, terlalu cepat, semua sudah terlambat.

Menyesali diri, bersegera perbaiki diri sebelum penyesalan tidak lagi berguna.

عن ابن عمر رضي الله عنهما قال : أخذ رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم بمنكبي فقال : كن في الدنيا كأنك غريب أو عابر سبيل ] وكان ابن عمر رضي الله تعالى عنهما يقول : إذا أمسيت فلا تنتظر الصباح وإذا أصبحت فلا تنتظر المساء وخذ من صحتك لمرضك ومن حياتك لموتك رواه البخاري

Diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma; beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memegang pundakku seraya bersabda, “Jadilah di dunia ini layaknya orang asing atau pengembara.”

Lalu Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Jika engkau berada pada waktu sore maka jangan menunggu hingga pagi, dan jika engkau berada pada waktu pagi maka jangan menunggu hingga sore. Manfaatkan masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu. Manfaatkan masa hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al-Bukhari)

Kemudian menyesali saat dimasa lalu orang-orang buruk akhlaknya menjadi teman akrab, selalu bergibah, bermaksiat bersama serta saling tolong menolong dalam keburukan.

Firman Allah :

يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَاناً خَلِيلاً

Artinya :

“Kecelakaan besarlah bagiku; andaikan aku (dahulu) tidak menjadikan si dia itu teman akrab-(ku).” (QS. Al-Furqan 25:28)

Firman Allah SWT :

لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولاً

Artinya :

“Sesungguhnya dia telah menyesatkanku dari Al-Quran ketika Al-Quran itu telah datang kepadaku. Setan itu tidak mau menolong manusia.” (QS. Al-Furqan 25:29)

Sesungguhnya penyesalan itu datang disaat dibukakan buku catatan dalam lembaran-lembaran perjalanan semasa hidup kita.

Bila tiba saatnya kelak, di mana lisan tak kuasa lagi bicara, tak mampu memungkiri kejahatan yang dilakukan sekujur tubuhnya.

Dan seluruh tubuh tak lagi berpihak pada keinginan manusia, tapi menurut dan taat kepada perintah Rabbnya.

Allah Ta’ala berfirman,

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (٦۵)

Artinya :

“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan tangan-tangan mereka berkata kepada Kami dan kaki-kaki mereka memberi kesaksian terhadap apa yang telah mereka usahakan”. (QS Yasin 36:65)

Ibnu Katsier rahimahullah menjelaskan tentang ayat ini, “ Ini adalah kondisi orang-orang kafir dan orang-orang munafik pada hari kiamat ketika mereka mengingkari perilaku buruk yang mereka lakukan di dunia serta bersumpah dengan apa yang telah mereka lakukan. Lalu Allah menutup lisan-lisan mereka, sedangkan anggota tubuh mereka  berbicara tentang apa yang sudah mereka perbuat.”

Sungguh jadikanlah penyesalan diri menuju ampunan-Nya, bersegeralah perbaiki diri dengan bersungguh-sungguh taubat, jangan sampai maut menjemput, sementara waktu yang demikian panjang tersia-sia dari ampunan Allah.

SEMOGA BERMANFAAT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here