IKLAN

Medan- Rentaknews.com. When it comes to the Weather and Climate most of us think only about what is happening in the atmosphere.If we ignore the ocean, however, we miss a big piece of the ficture.

Ketika cuaca dan iklim, sebagian besar dari kita hanya memikirkan apa yang terjadi dalam suasana atmosfir. Jika kita mengabaikan lautan, bagaimana kita akan merindukan sepotong besar gambar.

Setiap tanggal 23 Maret di peringati sebagai Hari Meteorologi Dunia (World Meteorological Day).Tanggal ini hari lahirnya World Meteorological Organization (WMO) yang berada di bawah naungan PBB di deklarasikan pada tahun 1950, saat ini sudah berusia 71 tahun.

Hari Meteorologi Dunia (HMD) diperingati oleh WMO beserta 193 negara anggotanya, berkantor pusat di Jenewa Swiss. Tema HMD tahun 2021:The Ocean, Our Climate And Weather (Waspada Cuaca, Peduli Iklim, Selamatkan Laut)

Perubahan iklim ekstrem merupakan masalah yang dihadapi setiap negara tanpa memandang batas teritorial.Perubahan iklim memicu berbagai petaka seperti banjir, kekeringan, longsor, gelombang tinggi dan peningkatan muka air laut.

The Ocean Our Climate And Wather

‘Bencana alam tersebut dapat menimbulkan korban jiwa serta kerugian ekonomi dan ekologi yang tidak sedikit, belum lagi dampak lanjutan yang juga tidak bisa dipandang sepele”, ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto, M.Si.

Laut adalah penggerak utama cuaca dan iklim dunia dengan luas mencakup sekitar 70 % permukaan bumi, peran sentral dalam perubahan iklim.Laut juga penggerak utama ekonomi global membawa lebih 90% perdagangan dunia dan menopang 40 persen umat manusia yang hidup dalam jarak 100 km dari pantai.

Para peneliti secara teratur memantau lautan dan perubahannya, memodelkan bagaimana hal itu mempengaruhi atmosfer. Saat ini dampak perubahan iklim yang demikian besar membuat pengamatan, penelitian dan layanan laut menjadi lebih penting dari sebelumnya.

Lautan iklim dan cuaca merupakan focus WMO dalam menghubungkan laut, iklim dan cuaca dalam sistem bumi ini juga menandai tahun awal United Nations Decade of Ocean Science For Sustainable Development (2021-2030). Dekade menggalang upaya untuk mengumpulkan ilmu kelautan melalui ide-ide inovatif dan transformatif sebagai dasar informasi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Suasana Lautan ketika terjadi badai

“Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai instansi yang diberikan wewenang sesuai Undang – Undang Nomor 31 tahun 2009 akan memberikan optimal”, ujar Guswanto.

Reporter: Abdul Aziz
(Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Belawan, 2015 – 2018)
Editor:Tauihid Ichyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here