MEDAN — RENTAKNEWS.COM: DEWAN Harian Daerah 45 – Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Provinsi Sumatera Utara merekomendasi Sastrawan Angkatan Pujangga Baru kelahiran Sipirok menjadi Pahlawan Nasional. Rekomendasi itu disampaikan Sekretaris Umum DHD 45 – BPK 45 Provinsi Sumatera Utara Dr. Eddy Syofian, MAP selaku Anggota Tim Penilai dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Sumut pada Rapat TP2GD yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Ir. Hj. R Sabrina, MSi selaku Ketua TP2GD di Lee Polonia Hotel, Medan, Selasa (23/03/2021).

IKLAN

Anggota TP2GD lainnya adalah Kadis Sosial, Kodam I BB, Poldasu, Biro Binsos, LVRI, Sejarahwan dari USU dan Unimed.

Sanusi Pane diusulkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Balai Bahasa Sumatera Utara (BBSU)  atas dasar peran penting Sanusi Pane melahirkan dan memperjuangkan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Persatuan sejak Kongres Pemuda I tahun 1926 di Bandung. Kegigihan dan perjuangan Sanusi Pane baru berhasil ketika Kongres Pemuda Ii tahun 1928 yang melahirkan Sumpah Pemuda diantaranya Berbahasa Satu Bahasa Indonesia.

Sekda Provsu Ir. H. R Sabrina, MSi bersama Anggota TP2GD Sumut usai rapat membahas Usulan Sanusi Pane sebagai Pahlawan Nasional.

Menurut Eddy Syofian, berdasarkan kajian DHD 45. Sanusi Pane adalah tokoh utama penggerak lahirnya Bahasa Indonesia  sebagai Bahasa Persatuan.

“Beliau bersama Muhammad Thabrani, Muhammad Yamin dan Adinegoro berjuang tak kenal menyerah menjadikan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Persatuan yang kemudian diikrarkan dalam Soempah Pemoeda itu,” kata Eddy Syofian.

DHD 45 menilai Bahasa Indonesia merupakan Tonggak Pemersatu Bangsa yang mempersatukan ratusan suku bangsa di nusantara dari Sabang sampai Merauke menjadi bangsa Indonesia sehingga terbangun semangat nasionalisme yang menjadi jatidiri bangsa Indonesia agar menjadi tuan di negeri sendiri.

Apalagi bahasa Indonesia mampu mempersatuan suku-suku bangsa dari Sabang hingga Papua dengan Bahasa Indonesia dapat membangun nasionalisme dan semangat persatuan,”ungkap Eddy Syofian.

“Dari pengakuan putri bungsu Sanusi Pane, Nina Pane ayahnya melarang mereka bsik di rumah maupun di luar untuk selalu menggunakan bahasa daerah atau Bahasa Belanda selain Bahasa Indonesia. Jadi jasa beliau sangat besar sekali sehingga layaklah kiranya negara menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Sanusi Pane,” kata Eddy Syofian lagi.

Dalam rapat tersebut Kepala BBSU Dr. Maryanto dan Peneliti Senior BBSU Dr. Rosliani Parnak memaparkan berbagai dokumen pengusulan Sanusi Pane sebagai Pahlawan Nasional.(*)

Reporter:

An Jambak

Editor:

Harun AR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here