2 Desember 2021

Bicara

Bicara itu letaknya dalam hati, lisan hanya sebagai alat mengekspresikan perasaan hati.

Rentaknews.com. “Bicara”, sebait kata yang belum berarti apa-apa, ia akan memiliki kekuatan, memiliki makna atau ungkapan apabila bait kata ditambah kata, “bicara keras”, “bicara kritis”, “bicara lemah lembut”, “bicara tegas”, “bicara jujur”, “bicara dusta”, dan lainnya. Setiap kita memiliki kemampuan bicara yang berbeda, lewat bicara ada informasi yang ingin kita sampaikan kepada orang lain.

Apakah informasi itu menyangkut diri kita, menyangkut orang lain atau informasi lainnya. Lewat bicara kita membangun komunikasi kepada orang lain. Bicara, mengekspresikan rahasia dan jadidiri seseorang, karena ia muncul dari dalam diri yang terdalam dari hati nurani. Bicara adalah salah satu aspek yang paling jelas memberi gambaran nyata pada kita tentang seseorang.

Kita sering terjebak saat bertemu seseorang, karena penampilannya. Kita merasa yakin sosok yang kita lihat cerdas, optimistis, mudah bergaul dan penuh empati, namun saat bicara atau saat mengajaknya diskusi persepsi kita berubah. Ternyata tampilan tidak selamanya sesuai dengan isi yang dikandung didalamnya.

Dari bicara kita bisa menemukan salah satu aspek yang memberi gambaran umum tentang seseorang yang ada dihadapan kita. Karena itu bicara bukan hal sepele dalam kehidupan manusia. Sebuah rumah tangga yang kokoh, dibangun dengan susah payah akan runtuh atas sebuah ucapan ”cerai” dari suami.

Sebagaimana ucapan “terima” pada sebuah akad pernikahan, dapat menyatukan dua manusia berlainan jenis dengan melebur, budaya, karakter masing-masing pribadi dalam mahligai rumah tangga. Demikian penting bicara bagi manusia sehingga setiap kita bicara ada dua malaikat yang menyaksikan.

Apa yang kita ucapkan adalah gambaran atas apa yang ada dalam diri kita. Dengan ucapan kata-kata yang santun maka orang lain akan berfikir dan menilai bahwa kita adalah orang yang beraklaq baik. Sebaliknya orang yang dari kata-katanya banyak meluncur caci maki, kebohongan, senda gurau yang berlebihan dengan kata-kata yang tidak layak, tentu dengan mudah kita menilai siapa yang bicara itu.

Ucapan atau tulisan adalah ekspresi perasaan dan pikiran. Bentuk ekspresi tentu sama dengan apa yang diekspresikan. Bila yang terungkap melalui lisan atau tulisan bernilai negatif, hati orang tersebut juga negative. Seperti ceret, bila air yang keluar dari ceret itu berupa kopi, maka dipastikan yang ada dalam ceret tersebut ialah kopi, bukan air putih.

Ada kata bijak “tong kosong nyaring bunyinya”, merupakan satu diantara sekian banyak yang sering kita dengar. Peribahasa sederhana tersebut memiliki makna yang sangat luas dan dalam. Berbicara, ngobrol, bakombur, bercengkarama, atau apapun aktifitas lisan merupakan ungkapan apa yang ada dalam hati dan pikiran.

Sungguh, bicara itu letaknya dalam hati. Lisan hanya sebagai alat untuk mengekspresikan perasaan hati, maka berhati-hatilah bila bicara, karena ia cermin diri.(TI)

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram