Search Google Ilustrasi Indahnya Seribu Bulan

Medan-Rentaknews.com. Sesungguhnya Lailatul qadar merupakan malam mulia yang selalu dinantikan umat Islam di sepuluh terakhir Ramadan. Malam Lailatul qadar lebih baik dari seribu bulan.

IKLAN

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyembunyikan waktu munculnya lailatul qadar dari hamba-hamba-Nya sebagai Rahmat bagi mereka untuk memperbanyak amalan mereka dan mencarinya pada malam-malam yang penuh kemuliaan itu.

Dengan demikian, kesungguhan mereka bertambah dekat kepada Allah dan semakin banyak pula pahala yang didapat dengan shalat yang khusuk, dzikir dan do’a. Allah menyembunyikan pengetahuan tentang turunya malam itu sebagai upaya untuk menguji hamba-hamba-Nya, sehingga dapat diketahui siapa yang bersungguh-sungguh dan gigih dalam mencarinya dan siapa pula yang malas lagi mengabaikannya.

Allah SWT berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ . وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ . لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ . تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ . سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Artinya :
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan, Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS Al-Qadar 97: 1-5)

Dari Abu Hurairah Radhiallahu‘ahu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (رواه البخاري، رقم 1910، ومسلم، رقم 760 ) “

Artinya :
Barangsiapa yang berdiri (menunaikan shalat) pada malam Lailatul Qadar dalam keadaan beriman dan berharap (pahala), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari, 1910, Muslim, 760).

Turunnya Lailatur qadar beberapa ulama berbeda pendapat tentang penentuan malam turunya Lailatul Qadar. Pendapat terdekat dari kebenaran adalah bahwa malam tersebut terjadi pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan.

Dari Aisyah Radhiallahu ‘anha sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ (رواه البخاري، رقم 2017 – واللفظ له – ومسلم، رقم 1169)

Artinya :
“Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan.” (HR. Bukhari, 2017, dan Muslim, 1169)

Ketahuilah bahwa seorang hamba yang ingin mendapatkan sesuatu yang sangat diinginkan, maka ia akan bersungguh-sungguh dalam memperolehnya dan segala sesuatu tantangan terasa sangat mungkin untuk dapat meraihnya.

Namun kadangkala, Allah Subhanahu wa Ta’ala memperlihatkan malam itu kepada sebagian hamba-Nya dengan beberapa tanda yang dapat mereka ketahui.

Dari Aisyah Radhiyallahu’anha, sesungguhnya Nabi sallallahu‘alaihi wa sallam bersabda:

كَانَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَجَدَّ وَشَدَّ الْمِئْزَر. (ولأحمد ومسلم) كَانَ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ ، مَا لَا يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهِ

Artinya :
“Apabila memasuki sepuluh malam akhir, biasanya beliau (Rasulullah sallallahu ‘alahi wa sallam) menghidupkan malam, membangunkan keluarganya serta mengencangkan kainnya (meninggalkan jimak dan semangat beribadah).” Dalam riwayat Ahmad dan Muslim: “Beliau bersungguh-sungguh pada sepuluh malam akhir tidak seperti malam selainnya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam menantikan turunnya Lailatul Qadar disunnahkan untuk melakukan qiyamul lail, banyak memanjatkan do’a, istighfar, dan bershadaqah, karena lailatul qadar merupakan waktu yang sangat agung.

Hal tersebut telah ditunjukkan oleh hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

Artinya :
“Barangsiapa mengerjakan qiyam (shalat Tahajjud) pada malam lailatul qadar dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, maka akan diberikan ampunan atas dosa-nya yang telah lalu.”(HR al-Bukhari III/40)

Sesungguhnya kehadiran lailatur-Qadar kepada sesorang hamba yang paling terang adalah kedamaian dan ketenangan. Semoga malam mulia itu Allah SWT berkenan memberikannya kepada kita.(TI)

SEMOGA BERMANFAAT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here