9 Desember 2021

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal: “Terjadi Pergeseran Poros Bumi dan Perubahan Iklim”.

Deputi Bidang Klimatologi, BMKG, Herizal, M.Si, "pergeseran poros bumi yang justru menyebabkan perubahan iklim".

Jakarta-Rentaknews.com.Penelitian terbaru mengungkap perubahan Iklim telah membuat pergeseran poros bumi. Perubahan iklim meningkatnya pencairan gletser di daerah kutub selama beberapa dekade.

Peneliti yang diterbitkan dalam Jurnal Geophysical Research Letters menyebutkan banyaknya redistribusi air menyebabkan lokasi kutub utara dan selatan bergeser ke timur sejak pertengahan 1990-an.

Peneliti menyebut poros bumi mulai bergeser secara drastis pada tahun 1995 sehingga arah pergeseran kutub tersebut berubah menjadi sangat cepat.Es yang mencair mengubah bagaimana berat bumi di distribusikan.

Sebelum pertengahan tahun 90-an, data satelit menunjukkan kutub bergerak perlahan ke selatan, tetapi kemudian berbelok ke kiri dan mulai bergeser ke timur dengan kecepatan yang dipercepat, bergerak sekitar sepersepuluh inci pertahun.

Deputi Bidang Klimatologi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Herizal, M.Si saat di hubungi media Rentaknews.com, Abdul Aziz, Senin (3/5/2021) menyampaikan pergeseran poros bumi yang justru menyebabkan perubahan iklim.

Herizal menjelaskan perubahan eccentricity atau obliguity yang signifikan akan mempengaruhi secara signifikan budged kesetimbangan energy di permukaan bumi yang pada akhirnya mempengaruhi Sistem Iklim. Variabilitas obliguity ini dikenal dengan siklus 33 tahun.

Pada sisi lain, Herizal menjelaskan hubungan langsung antara gletser yang mencair dengan poros bumi yang semakin miring.

Pada saat sistem iklim bumi berubah maka akan mengubah semua komponen sistem iklim bumi yang terdiri dari sistem atmosfer, hidrosfer ( termasuk lautan) kriosfer ( termasuk gletser) dan biosfer ( daratan).

Lebih lanjut Herizal menjelaskan, melansir Business Insider, Greenland telah kehilangan lebih dari 4,2 triliun ton es sejak 1992, menyebkan naikknya permukaan laut global 0,4 inci.
Tingkat pencairan meningkat 7 kali lipat dari 36 miliar ton per tahun pada 1990- an menjadi 280 miliar ton per tahun dalam dekade terakhir.

Pencairan Gletser Antartika juga disebut semakin cepat pada 1980 – an Antartika kehilangan 40 miliar ton es setiap tahun. Dalam satu dekade terakhir, angka tersebut melonjak hingga rata – rata 252 miliar ton pertahun.

Sumbu rotasi bumi tidak tegak lurus ke atas dan ke bawah seperti sumbu Merkurius atau Jupiter, sebaliknya, sumbu bumi miring dengan sudut 23,5 derajad terang Herizal.

Itulah mengapa Belahan Bumi Utara (BBU) dan dan Belahan Bumi Selatan (BBS) mendapatkan jumlah sinar matahari yang berbeda – beda pada waktu yang berbeda sepanjang tahun, itu juga sebabnya bumi memiliki musim.

Perubahan Poros Bumi baru – baru ini diklaim tidak akan mempengaruhi kehidupan sehari – hari manusia, tetapi bisa sedikit mengubah waktu dalam sehari.

“Bumi membutuhkan waktu kurang dari 24 jam untuk menyelesaikan satu rotasi.Tetapi perubahan poros dapat menambahkan milidetik ke waktu putaran itu, membuat satu hari sedikit lebih lama”, pungkas Herizal.

Reporter: Abdul Aziz
Editor : Adm

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram