2 Desember 2021

Kunjungan Safari Ramadhan Senator H. Muhammad Nuh Ke Pelosok Negeri

Sejak dilantik menjadi Anggota DPD RI Tahun 2019, H. Muhammad Nuh, MSP kerap turun ke Daerah, semua Kabupaten / Kota di Sumatera Utara telah beliau kunjungi.

Medan-Rentaknews.com. Sejak dilantik menjadi Anggota DPD RI Tahun 2019 silam, H. Muhammad Nuh, MSP kerap turun ke Daerah, semua Kabupaten / Kota di Sumatera Utara telah beliau kunjungi, aktif dalam merespon issu- issu yang berkembang baik Nasional ataupun Daerah, juga giat dalam mengadvokasi masyarakat yang tertimpa masalah.

Pada Bulan yang penuh berkah ini, Ramadhan 1442 H, H. Muhammad Nuh juga terlihat lebih giat dalam melaksanakan program turun ke daerah tentunya dengan thema Program Syafari Ramadhan. Pantauan Media Rentaknews.com, setelah safari dari Kabupaten Batu Bara, Asahan dan Kota Tanjung Balai, H. Muhammad Nuh  melanjutkan safari ke Kabupaten Karo, Dairi, Samosir, Tapanuli Utara dan Toba.

Saat diwawancarai awak media yang akrab dipanggil ustadz Nuh ini menceritakan bahwa rangkaian safari tersebut dilaksanakan untuk mengunjungi Da’i-dai yang bertugas didaerah minoritas Muslim. “Alhamdulillah betul beberapa hari yang lalu kita melaksanakan kunjungan disejumlah Kabupaten yaitu, Karo, Dairi, Samosir, Tapanuli Utara dan Toba, kita ingin melihat dan berinteraksi langsung dengan Da’i-dai yang bertugas disana yang notabene daerah minoritas muslim, ada beberapa catatan dari kunker safari ramadhan yang kita dapat nanti dibawa dalam rapat DPD RI mendatang.

Cukup menarik mengenai da’i Samosir walaupun 1,10 persen dari 126.188 jumlah penduduk namun mendapatkan sarana tempat berkumpulnya umat cukup bagus, ujar Ust. Sya’ ban asal Lubuk Pakam Deli serdang dengan dibangunnya masjid besar di tepi danau toba. Mitra kerja putra daerah menjadikan dirinya kokoh meski pendatang di daerah minoritas Muslim, tugas sebagai Kadi yang mewakili Kepala KUA dalam pernikahan.

Ditugaskan sejak 2015 di Tambun Sukean, Onan Runggu Samosir oleh Dompet Dhu’ afa Waspada, sementara dalam kesempatan ini Nuh menyerakan wakaf Al-Qur’an yang diterima Ketua DPD PKS Samosir, Pardamean Sihotang bersama tokoh masyarakat. Dari data statistik  Ummat Muslim di Karo  hanya 24.15 % dari 415.878 total jumlah penduduk.

Namun Alhamdulillah Dai kita disana mempunyai kegiatan yang cukup terarah dan efektif, pembinaan terhadap petani yang kemudian dibingkai dengan koperasi dapat meningkatkan ekonomi  para petani yang lemah dalam permodalan menjadi relatif mandiri. Modal awal disuport oleh Lembaga Zakat. Dai melakukan pendampingan. Selanjutnya, melalui Koperasi, Produksi dapat dipasarkan dengan baik, dan petani mulai menabung untuk modal yang berkelanjutan. 

Sisi pemberdayaan dengan pendampingan sangat dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Karo yang terletak sejauh 77 Km dari kota medan dan dataran tinggi dengan ketinggian 600 sampai 1400 meter diatas permukaan laut. Di Kabupaten Dairi ummat muslim berkisar 15,66 % dari 327.751 total Jumlah penduduk, Dai di Dairi punya kepedulian kepada sesama sangat baik. Posisi sebagai Ketua MUI Kecamatan menunjukkan kiprah sosialnya diakui.

Dairi memiliki kepadatan demografi 147,47/km2 (381,9/sq mi) ini bentangan daerah operasional dakwahnya, sangat menuntut mobilitas tinggi hingga Da’i kita memerlukan sarana transportasi yang sehat. Semoga kedepan dapat  diremajakan. Sementara Da’i di Pahae JaeTapanuli Utara, mempunyai peran di Majelis Ulama Indonesia Taput. Meski beliau asal Pasaman bermarga Nasution, tapi istri beliau berasal dari daerah tempat tugasnya di Tapanuli Utara. Kemampuan dan semangat membina ummat di Kabupaten yang berpenduduk agama Islam sekitar 4.76 % dari 301.789 total Jumlah penduduk menjadi nilai tambah bagi aktivitasnya.

Kabupaten Toba memiliki Jumlah penduduk 206.199 jiwa, dari jumlah total penduduk tersebut hanya 5.75 % yang beragama Islam, Da’i pengayom umat di Toba, bertugas di kampung halamannya yang cukup jauh di pedalaman. Di samping lokasi yang terisolasi, juga kondisi jalan yang cukup berat. Syukurnya kini sedang berlangsung proses perbaikan.

Rangkaian safari dilaksanakan untuk mengunjungi Da’i-dai yang bertugas didaerah minoritas Muslim.

Posisi mempertahankan eksistensi kaum Muslimin melalui kegiatan dakwahnya cukup dirasakan. Dukungan sarana komunikasi dan transportasi sangat diperlukan untuk menunjang tugas dakwah disana. Sebelum mengakhiri kunjungan Nuh memberikan Al Qur’an dan perlengkapan lain sebagai penguat aktivitas dakwah para Da’i Tersebut.

Reporter: Abdul Aziz
Editor: Adm

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram