Bumi yang kita huni, Bumi milik kita bersama.

Medan-Rentaknews.com. Foto Bumi Dari jarak 6 miliar kilometer (3,7 miliar mil, 40 satuan astronomi), Bumi tampak seperti titik kecil (bintik putih kebiru-biruan di tengah rentang cahaya cokelat sebelah kanan) di antara gelapnya luar angkasa.

IKLAN

Itulah bumi noktah kecil. Diantara bermilyar – milyar planet dengan jumlah penduduk yang mendiaminya lebih kurang 7.657.330.000 ( tujuh milyar lebih)

Dari jarak sejauh ini, Bumi tidak lagi terlihat penting. Namun bagi kita, lain lagi ceritanya. Tataplah lagi titik itu. Titik itulah yang dinamai ‘di sini.’ Itulah rumah. Itulah kita. Di satu titik itu semua orang yang kamu cintai, semua orang yang kamu kenal, semua orang yang pernah kamu dengar namanya, semua manusia yang pernah ada, menghabiskan hidup mereka.

Segenap kebahagiaan dan penderitaan kita, berbagai agama, pemikiran, dan doktrin ekonomi yang merasa benar, setiap pemburu dan perambah, setiap pahlawan dan pengecut, setiap pembangun dan pemusnah peradaban, setiap raja dan petani, setiap pasangan muda yang jatuh cinta, setiap ibu dan ayah, anak yang bercita-cita tinggi, penemu dan penjelajah, setiap pengajar kebaikan, setiap politisi busuk, setiap “bintang pujaan”, setiap “pemimpin besar”, setiap orang suci dan pendosa sepanjang sejarah spesies manusia hidup di sana, di atas setitik debu yang melayang dalam seberkas sinar.

Patut kita bersyukur kepada Sang Khalik sang pencipta Alam semesta, pencipta jagad Raya,
Tuhan (yang memelihara) dua timur dan Tuhan (yang memelihara) dua barat. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?.

Reporter Abdullah
Editor : Adm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here