1 Desember 2021

Anggota MPR RI, H. Muhammad Nuh, MSP Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan oleh anggota MPR/DPD RI, H. Muhammad Nuh, MSP.

Medan-Rentaknews.com. MPR RI terdiri atas anggota DPR dan anggota DPD yang dipilih melalui Pemilihan Umum. MPR merupakan Lembaga Negara berdasarkan ketentuan pasal 5 Undang-Undang nomor 17 tahun 2014 tentang MPR,DPR dan DPRD (UUMD3), mempunyai tugas diantaranya, menyerap aspirasi masyarakat berkaitan dengan pelaksanaan Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

Bertempat di aula Resto keluarga jln. Merdeka Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara Provinsi Sumatera Utara, dilaksanakan sosialisasi 4 Pilar oleh anggota MPR/DPD RI, H. Muhammad Nuh, MSP Sabtu (22/5/2021).
Hadir dalam acara tersebut unsur Muspika Camat, tokoh masyarakat dan masyarakat Kecamatan Padang Bolak.

Baca Juga :

Camat Padang Bolak Hilaludin Daulay, M.Si dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada H. Muhammad Nuh selaku anggota DPD RI yang telah mengalokasikan jadwal tatap muka dengan masyarakat Padang Lawas Utara sekaligus menyampaikan sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kecamatan ini merupakan pertama kalinya anggota DPD RI Dapil Sumatera Utara menyambangi masyarakat di Kecamatan Padang Bolak ini.

Hilaludin melanjutkan semoga acara ini dapat menambah wawasan masyarakat Padang Lawas Utara khususnya generasi muda tentang Pancasila, UUD, NRI serta semakin menambah kecintaan dan semangat nasionalisme

Dalam pemaparannya Muhamammad Nuh menyampaikan bahwa sosialisasi Empat Pilar merupakan kewajiban dan tanggung jawab setiap anggota DPD RI/MPR RI guna menyadarkan masyarakat tentang Pancasila sebagai dasar negara, UUD NRI, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Muhammad Nuh memberikan penjelasan kepada masyarakat prihal Empat Pilar Kebangsaan.

Nuh menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi 4 Pilar ini awalnya digagas pada masa Ketua MPR DR.H.Hidayat Nur Wahid dan direalisasikan oleh Taufik Kiemas.

Muhamad Nuh menegaskan bahwa Pancasila dan UUD 1945 merupakan hasil kompromi kebangsaan oleh para Ulama terdahulu dalam sidang BPUPKI,PPKI dan Panitia Sembilan, saat ini merupakan harga mati bagi bangsa Indonesia untuk menjaga keutuhan bangsa.

Dimana dalam perjalanan setelah reformasi UUD 1945 telah mengalami beberapa kali amandemen, namun pembukaan UUD 1945 tidak di ubah karena terdapat dasar negara dan ideologi.

Dalam sosialisasi ini Nuh berharap kepada IKADI selaku ormas para pendakwah Islam agar menjadi corong utama dalam menjaga dan mensosialisasikan Pancasila ditengah-tengah masyarakat.Apalagi pancasila merupakan warisan dan perjuangan para ulama islam dalam merumus kan negara ini.

Terlebih ditengah pandemi covid -19 yang masih berlangsung bangsa indonesia masih dihadapkan pada tantangan lain yang tidak mudah.

Diantaranya melemahnya rasa nasionalisme dan kebangsaan masyarakat khususnya dikalangan generasi muda, demoralisasigenerasi milenial bangsa, memudarnya identitas dan karakteristik bangsa, masih tingginya kesenjangan sosial hingga penyalahgunaan narkoba dan berbagai perilaku yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa.

Nuh menyampaikan survey LSI tahun 2018 menemukan dalam kurun waktu 13 tahun masyaraskat yang pro kepada Panca Sila mengalami penurunan sekitar 10 persen oleh karenanya para Da’i harus menjadi garda terdepan dalam membentengi Panca Sila sekaligus menyiapkan generasi muda agar mampu meneruskan estafeta kepemimpinan.Tidak terjerumus dalam berbagai masalah apalagi mempertentangkan pancasila.

Sementara Ketua Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Provinsi Sumatera Utara H. Ihsan Satrya Azhar, MA menyampaikan bahwa pancasila hari ini adalah merupakan sumbangsih dan buah perjuangan dan pemikiran para ulama ketika membentuk negara indonesia.

Oleh karena itu, hari ini tidak pada tempatnya lagi umat islam mempersoalkan apalagi mempertentangkan Panca Sila dan ajaran Islam. Bahkan umat Islam hari ini harus menjadi penyangga utama agar pancasila tetap eksis.

“Terlebih saat ini banyak pihak yang berusaha merongrong keutuhan NKRI dengan berusaha mengganti Panca Sila dengan ideologi lain seperti Komunisme, Sosialisme, Liberal dan lainnya”, ujar Nuh yang juga didampingi Awaluddin, MPD. Peserta sosialisasi sebanyak 150 orang yang di prakarsai Yayasan PP. Al Mukhriyah Nagasaribu.

Reporter: Abdullah
Editor:Admin

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram