9 Desember 2021

30 Mei 2021 Hari Ulang Tahun ke 19 Partai Keadilan Sejahtera

Presiden PKS H. Ahmad Syaiku bersama Abdul Aziz, reporter Rentaknews.

Jakarta-Rentaknews.com. Apresiasi yang setinggi – tingginya saya sampaikan kepada Bidang Seni dan Budaya DPP Partai Keadilan Sejahtera yang telah menginisiasi terselenggaranya kegiatan ini dengan konsep dan suasana yang luar biasa, membuat kita semua yang hadir pada hari ini di ajak bukan hanya termasuk memperingatinya namun juga untuk merefeleksikan secara meriah perjalanan 19 tahun PKS dalam melayani dan membela rakyat Indonesia ujar Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) H.Ahmad Syaiku mengawali orasi kebangsaan HUT ke 19 Partai Keadilan Sejahtera ahad (30/5/2021).

Partai Keadilan (PK) dilahirkan pada tahun 1998 dari rahim reformasi.
Tahun 2002 berdasarkan Munas Istimewa PK melebur menjadi PKS yang terus berjuang dengan membawa ruh perjuangan reformasi untuk menghadirkan pemerintah yang bersih dan berwibawa untuk menata kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih demokratis.

Lanjut Syaikhu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini kita merasakan masih ada permasalahan, keakraban kita sebagai sesama anak bangsa kadang terusik dan tercerai berai, akal sehat kita sebagai manusia rasional tidak bisa bernalar.
Ditengah – tengah masyarakat yang masih terbelah, ada narasi yang seolah – olah ingin membenturkan sesama anak bangsa, Narasi provokatif yang mencederai kerukunan hidup sesama anak bangsa.

Kita merasakan akhir – akhir ini ada propaganda yang begitu bising di pendengungkan oleh pendengung bahwa menjadi seorang muslim yang taat itu tidak bisa sekaligus menjadi warga yang taat. Menjadi seorang religius tidak bisa menjadi seorang nasionalis, atas nama nasionalis mereka sematkan stigma radikalisme kepada sesama anak bangsa, atas nama pancasila, mereka sematkan tuduhan ekstremisme kepada sesama warga.

Para pendiri bangsa, Soekarno – Hatta telah meletakkan dasar – dasar konsensus bernegara, sebagai alat untuk mempersatukan bangsa, Pancasila lahir sebagai Common Platform Kalimatun Sawa’ seluruh bangsa indonesia dari Sabang hingga Merauke dari Miangas hingga Rote.

Hari ini kita menyaksikan pancasila tidak lagi menjadi konsensus pemersatu bangsa sebagai dicontohkan pendiri bangsa.
Pancasila telah disalah gunakan sebagai instrumen kekuasaan untuk memecah belah persatuan Bangsa!. Atas nama pancasila, hegemoni kekuasaan merusak kehangatan percakapan warga negara, mengadu domba sehingga terjadi keterbelahan yang semakin menganga.

Seringkali rasa cinta tanah air hanya sebatas jargon dan kata – kata.Lanjut Syaikhu bagi PKS, Nasionalisme harus berdimensi dua hal sekaligus! Nasionalisme simbolik
dan Nasionalisme substantif.Nasionalis simbolik. Nasionalisme substantif sama – sama penting bagi PKS, tercermin dalam 4 level misi PKS.

Pertama Misi Pembinaan
Kedua Misi Kelembagaan
Ketiga Misi Kebangsaan dan terakhir ujar ust. Syaiku adalah Misi Peradaban.

Nabi Muhammad memberikan contoh bagaimana dakwah dilakukan dengan sangat baik ketika membangun kota Madinah, Nabi menggagas apa yang disebut piagam Madinah atau Madinah Charter. Banyak ilmuwan Barat yang menilai bahwa piagam Madinah adalah warisan terbesar islam dalam peletakan dasar cikal bakal negara modern.

Piagam Madinah adalah konstitusi pertama dalam peradaban modern yang ditulis dan menjadi kontrak sosial dalam membangun masyarakat majemuk.Dengan semangat inilah PKS selalu terlibat aktif dalam isu – isu kemanusiaan dan perdamaian dunia.
Penjajahan dan kejahatan kemanusian Zionis – Israel terhadap rakyat Palestina adalah urusan bangsa indonesia.Karena apa yang terjadi di Palestina adalah penjajahan yang harus dihapuskan di muka bumi.

Partai Keadilan Sejahtera mengapresiasi konsisten sikap pemerintah indonesia yang selalu menunjukkan keberpihakan mendukung kemerdekaan bagi rakyat Palestina sebagaimana apresiasi disampaikan kepada MUI, PB NU, PP Muhammadiyah, PP. Persis dan elemen masyarakat lainnya.(red.)
Jika kita melihat kembali sosio – historis Indonesia para pendiri bangsa di awal kemerdekaan menjadikan islam sebagai prinsip dalam diplomasi indonesia, Haji Agus Salim, AR Baswedan, Natsir adalah duta – duta diplomasi ke negara – negara Islam di Timur Tengah seperti Mesir, Yordania, Saudi Arabia, Palestina untuk memperoleh pengakuan sebagai negara yang merdeka berdaulat dari penjajahan.

Pidato Presiden PKS
Pada HUT Ke 19 PKS.
30 Mei 2021

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram