Pengurus PW Persis SU & PZU Sumut bersama Kepala Cabang Utama JNE Sumut Fikri Alhaq Fakhriana selesai Pengajian Bersama di-Gedung JNE,Medan Maimun.

IKLAN

Medan-Rentaknews.com. Bertempat di Kantor JNE/ Kantor Pusat Zakat Umat (PZU) jln. Brigjen Katamso / Ir. H. Juanda Medan, Rabu (2/6/2021) beruntung awak media Rentaknews.com bisa menghadirkan Fikri Alhaq, Kepala Cabang Utama JNE Sumut, dan Anggota DPD RI Perwakilan Sumatera Utara H. Muhammad Nuh, MSP saat PZU Sumut menempati Kantor baru.

Dimulai bincang-bincang dengan Fikri Alhaq, beliau bercerita sering meraih raih rangking satu saat sekolah, masih berusia relatif muda tidak menghalangi seseorang untuk meraih kesuksesan. Justru sebaliknya, lewat kedispilinan, tanggung jawab dan motivasi belajar yang tinggi, Fikri Alhaq Fachriana kini berhasil menjadi Kepala cabang utama JNE Sumut.

Laki- laki berusia 34 tahun ini dulunya dilahirkan di Kota Cirebon, ia mengaku tak bersekolah TK tapi langsung SD (sekolah dasar). Belum genap usia lima tahun ia sudah SD.”Dari SD sampai SMP saya sangat pendiam, saat SMP saya mulai berorganisasi, masuk pramuka, ngeband. Di SMA juga saya masuk pramuka, bermain musik dan masuk club olaraga,” jelasnya.Sebagai siswa lulusan terbaik dari sekolahnya, ia pun diterima sebagai mahasiswa IPB melalui jalur undangan atau PMDK.

“Saat kuliah saya ambil jurusan teknik pertanian, engineering, saya bukan tipikal yang ke teknik. Saat SMA saya ingin masuk IPS tapi karena orangtua saya menyuruh saya untuk masuk IPA akhirnya saya masuk IPA dan mengambil tanggung jawab itu. Saya jalani kuliah itu dengan baik, dan saya menjadi mahasiswa lulusan terbaik di IPB, Teknologi Pertanian 2009,” tambahnya.
Saat duduk di bangku kuliah ia juga aktif berorganisasi. Jabatan sebagai ketua di berbagai organisasi juga ia lakoni diantaranya dalam organisasi profesi, himpunan, senat mahasiswa dan memimpin organisasi nasional di bidang pertanian.

“Saya aktivis, saya juga sering demostrasi, tapi memang masih mempertahankan prestasi kuliah, sehingga saya pernah mendapatkan penghargaan menjadi mahasiswa berprestasi di tahun 2007. Saya tidak hanya mendapatkan lulusan terbaik tapi mendapat sebuah piagam, namanya piagam laskar mentari yaitu piagam penghargaan mahasiswa yang paling banyak berkontribusi selama jadi mahasiswa di IPB,” tuturnya.

“Pekerjaan profesional saya setelah lulus adalah di JNE, Alhamdulillah hingga saat ini,sebelumnya saya bekerja sebagai asisten dosen, editor penerbitan di IPB press, pekerjaan yang sifatnya akademis, cita-cita saya juga dulu menjadi dosen,” tambah laki-laki kelahiran 9 April 1987 ini, menuturkan kisah suksesnya menakhodai JNE Sumatera Utara.

Lebih lanjut Fikri mengatakan di JNE, awalnya ia merupakan seorang karyawan biasa bagian sortir barang, lalu pindah ke bagian customer service, sales counter dan kemudian ia melanjutkan kuliah S2 sekaligus bekerja.

Fikri merintis kariernya dari staf paling bawah dan selama 3,5 tahun ia sudah menjadi Kepala Cabang termuda di JNE, karena saat itu usianya masih 25 tahun. Dengan dedikasi dan prestasi kerja ia selalu terpilih sebagai karyawan terbaik JNE dan juga mendapat penghargaan sebagai Kepala Cabang terbaik di JNE secara nasional.

Berbicara dengan H. Muhammad Nuh, MSP tokoh yang satu ini yang sudah dikenal luas kiprahnya di Sumatera Utara sebagai Tenaga pengajar, Da’i, anggota Legislatif di DPRD Sumut dua periode (2004-2014) dari Partai Keadilan Sejahtera yang saat ini Senator Anggota Komite IV DPD RI perwakilan Sumatera Utara sangat menyenangkan, betapa tidak berbagai hal yang ditanyakan mulai carut marut negeri ini hingga apa yang akan kita buat dalam situasi seperti dijelaskan beliau dengan gamblang.

Sebagai wakil rakyat Sumut beliau berkisah bahwa semenjak dilantik sebagai anggota DPD RI 2019 lalu sudah 33 kabupaten kota dikunjungi dalam menyerap aspirasi masyarakat, sosialisasi dan advokasi”, ujar Nuh.Ditanya tentang pembelaan Indonesia tentang Palestina Pendiri Republik Indonesia Proklamator Soekarno dengan tegas mendukung kemerdekaan Palestina, Indonesia harus punya peran strategis dalam penyelesaian konflik Israel – Palestina.

Ust. Nuh menyampaikan banyak agenda umat yang harus ditindak lanjuti secara serius dan doakan saya dapat mengemban amanah ini dengan sebaik – baiknya.

Bincang – Bincang hangat ini berlangsung usai kajian perdana PZU tentang bagaimana mengelola potensi zakat di Sumatera Utara yang disampaikan Ustads Rafdinal.Hadir dalam pengajian bulanan itu Ketua PZU, Tauhid Ichyar, Dewan Pengawas Abdul Aziz dan seluruh staf PZU.

Reporter : Abdullah
Editor : Adm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here