Trotoar yang dimanfaatkan sebagai tempat berjualan.

IKLAN

Medan-Rentaknews.com. Kota Medan dengan pemimpin baru, Bobby Nasution, telah memasuki seratus hari sebagai Wali Kota Medan. Menantu Presiden Jokowi ini telah membuat gebrakan, diantaranya konsolidasi internal dengan membuat komitmen bekerja dalam menangani permasalahan masyarakat kepada seluruh jajaran, baik Kadis, Kabag, Camat hingga Lurah. Seterusnya Camat dan Lurah perintah tegas untuk Kepala lingkungan.

Ketegasan tersebut kita dukung sepenuhnya, seperti penertiban bangunan liar yang di dipimpin langsung Pak Wali yang merobohan gedung di Jalan Ahmad Yani, karena menyalahi aturan. Mencopot jabatan Kadis Kesehatan Medan Edwin Effendi dan Lurah Sidorame Timur, Hermanto, pada Jumat (24/4/2021). Karena dinilai lambat menangani Covid-19, begitu pula Lurah diduga terkait masalah pungli.

Kota Medan memang perlu sosok tegas dan mau turun kelapangan agar mendapat informasi yang benar. Tentu saja tidak boleh sekedar baca laporan bawahan.

Salah satu trotoar yang dimanfaatkan sebagai tempat berjualan kaki lima.

Dibulan Juli nanti kota Medan sudah berusia 431 tahun, Medan harus berbenah menjadi kota yang teratur, asri dan bersih. Bersih dari onggokan sampah dipinggiran jalan, bersih dari bangunan liar sepanjang jalan, bersih dari bangunan liar ditrotoar.

Baca Juga :

Ya trotoar harus bersih dari bangunan liar, menurut Ir. Wobowo Gunawan dalam bukunya Standart Perancangan Geometrik, jalan Perkotaan menjelaskan bahwa trotoar memiliki pengertian sebagai bagian jalan yang disediakan untuk pejalan kaki. Umumnya ditempatkan sejajar dengan jalur lalu lintas, dan harus terpisah dari jalur lalu lintas oleh struktur fisik.

Trotoar adalah jalur pejalan kaki yang umumnya sejajar dengan jalan dan lebih tinggi dari permukaan perkerasan jalan untuk menjamin keamanan pejalan kaki.  Menurut keputusan Direktur Jenderal Bina Marga No.76/KPTS/Db/1999 tanggal 20 Desember 1999 yang dimaksud dengan trotoar adalah bagian dari jalan raya yang khusus disediakan untuk pejalan kaki yang terletak didaerah manfaat jalan, yang diberi lapisan permukaan dengan elevasi yang lebih tinggi dari permukaan perkerasan jalan, dan pada umumnya sejajar dengan jalur lalu lintas kendaraan. (https://id.wikipedia.org/wiki/Trotoar)

Dari dua pengertian di atas kita tentu dapat menyimpulkan bahwa trotoar merupakan jalan yang disediakan dan digunakan untuk berjalan kaki, jalan ini berada di pinggir jalan dan memiliki ketinggian tertentu serta terpisah dari jalur lalu lintas oleh struktur fisik. Dapat dikatakan bahwa segala sesuatu bangunan yang berada di trotoar tidak diperkenankan karena tidak sesuai dengan fungsi dan tempatnya.

Tujuan dibentuknya trotoar adalah sebagai jalur yang aman bagi pejalan kaki tanpa mengganggu atau diganggu oleh selain pejalan kaki khususnya kendaraan bermotor.

Namun, sayangnya penggunaan trotoar masih seringkali disalah gunakan, hingga berjalan ditrotoar kota Medan agak sedikit seru juga, berlomba dengan PKL dan pengendara bermotor.

Sesungguhnya, aturan tentang fungsi trotoar secara jelas tercantum dalam Pasal 31 ayat 1 UULLAJ bahwa ketersediaan fasilitas trotoar merupakan hak pejalan kaki. Ini artinya, trotoar diperuntukkan untuk pejalan kaki, bukan untuk kepentingan pribadi atau kendaraan bermotor.

Adanya celah ketidak berkesinambungan antara aturan hukum dan penegakan hukum dilapangan. Hal ini kemudian dimanfaatkan para PKL untuk mengambil fungsi trotoar dengan berbagai dagangan dan bisnis PKL lainnya. Maka jadilah fungsi trotoar  tidak optimal, yang hanya dinikmati para PKL, sementara pejalan kaki harus mencari alternatif untuk berjalan. Para PKL menggunakan trotoar tanpa ada rasa bersalah, bahkan merasa aneh saat para pejalan kaki mencoba menggunakan trotoar.

Tentu dengan agresifnya PKL dalam menguasai lahan trotoar tersebut, akhirnya meminggirkan para pejalan kaki. Para pejalan kaki kehilangan hak untuk bisa berjalan kaki sebagaimana tempat seharusnya. Dengan kejadian ini sudah saatnya Pak Wali mau mengembalikan fungsi trotoar sebagaimana mestinya.

Reporter : TI Abdullah

Editor : Adm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here