Search Google Erupsi Gunung Sinabung.

IKLAN

Medan-Rentaknews.com. Hampir 11 tahun lamanya, geliat erupsi gunung Sinabung belum juga berhenti hingga kini. Diawali pada tanggal 29 Agustus 2010 dini hari sekitar pukul 00.15 WIB (28 Agustus 2010, 17.15 UTC), gunung Sinabung mengeluarkan lava. Status gunung ini dinaikkan menjadi awas, padahal sejak awal gunung ini dinyatakan tidak aktif.

Selang beberapa hari tepatnya pada tanggal 3 September, terjadi letusan dahsyat. Letusan pertama terjadi sekitar pukul 04.45 WIB sedangkan letusan kedua terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Letusan pertama menyemburkan debu vuklkanis setinggi 3 kilometer. Letusan kedua terjadi bersamaan dengan gempa bumi vulkanis yang dapat terasa hingga 25 kilometer di sekitar gunung ini.

Pada tanggal 7 September, Gunung Sinabung kembali metelus. Ini merupakan letusan terbesar sejak gunung ini menjadi aktif pada tanggal 29 Agustus 2010. Suara letusan ini terdengar sampai jarak 8 kilometer. Debu vulkanis ini tersembur hingga 5.000 meter di udara.

Berlanjut terus, pada 27 Januari 2014, Abu vulkanik yang terbang bersama dengan guyuran air hujan berterbangan keberbagai arah.  Hujan lumpur melanda beberapa desa dengan aliran lumpur panas. Erupsi  telah membentuk kubah lava dan lidah lava dengan volume mencapai 4 juta meter kubik. Letusan  gunung berapi saat meletus mengeluarkan uap air (H2O), karbon diaksoda (CO2) sulfur dioksida (SO2), asam klorida (HCL), asam florida (HF) dan abu vulkanik.

Erupsi terbaru, gunung api tertinggi di Sumatera Utara ini belum juga mengakhiri keganasannya, gunung ini kembali mengalami erupsi pada Kamis (6/2/2021).

Abu Vulkanik.

Apa itu abu vulkanik ?, abu ini  sering disebut juga pasir vulkanik atau jatuhan piroklastik adalah bahan material vulkanik jatuhan yang disemburkan ke udara saat terjadi suatu letusan, terdiri dari batuan berukuran besar sampai berukuran halus. Abu vulkanik dapat digunakan sebagai bahan pozolan karena mengandung unsur silika dan alumunia sehingga dapat mengurangi penggunaan semen sebagai bahan bangunan. Abu vulkanik juga dapat menyuburkan tanah di sekitar gunung.Batuan yang berukuran besar, bongkah, kerikil, biasanya jatuh disekitar kawah sampai radius 5 – 7 km dari kawah, dan yang berukuran halus dapat jatuh pada jarak mencapai ratusan km bahkan ribuan km dari kawah karena dapat terpengaruh oleh adanya hembusan angin. (Wikipedia)

Abu vulkanik diketahui dapat menyebabkan iritasi mata, penyakit infeksi saluran pernapasan Akut (ISPA) hingga gangguan pada kulit. Kandungan material abu vulkanik menurut ahli mengandung S102 atau pasir kuarsa yang banyak digunakan untuk material filter air minum atau bahan baku membuat gelas. Bentuk pasir kuarsa ini apabila dilihat lebih dekat dengan mikroskop tampak berujung runcing. Dengan bentuk seperti ini apabila terhirup akan melukai saluran pernapasan, mata atau kulit. Partikel abu vulkanik memang membahayakan bagi kesehatan. Abu vulkanik mengandung silika, mineral dan bebatuan. Unsur yang paling umum adalah sulfat, klorida, natrium, kalsium, kalium, magnesium dan fluoride. Ditambah unsur lain seng, kadmium dan timah dengan konsentrasi rendah.

Abu vulkanik memiliki ukuran diameter kurang dari 2 mm 90.079 inci), dihasilkan selama letusan magma yang memproduksi piroklastik (bebatuan vulkanik) yang berbeda-beda, tergantung dari pada proses erupsi. Unsur yang paling berlimpah dalam magma adalah silika (SiO2) dan oksigen. Letusan erupsi rendah dari basal (batuan beku) memproduksi karakteristik abu berwarna gelap yang mengandung 44-55% silika yang kaya akan zat besi (Fe) dan Magnesium (Mg).

Dalam proses erupsi, gas-gas utama dilepas adalah air, karbon dioksida, sulfur dioksida, hidrogen, hidrogen sulfida, karbon monoksida dan hidrogen klorida. Sementara kandungan belerang dan gas halogen serta logam terhapus dari atmosfer oleh proses reaksi kimia. 

Dampak & Manfaat Abu Vulkanik

Partikel-partikel tanah bersifat longgar, membentuk struktur lapisan berpori yang mengandung larutan tanah (cair) dan udara (gas) dengan tingkat kepadatan 1-2 gram/cm3. Pada saat dikeluarkan dari perut bumi abu vulkanik sangat panas dan pekat, namun saat mendingin abu yang menutupi permukaan tanah tersebut akan menunjukan keajaiban yang luar biasa dan meningkatkan kesuburan.

Lapisan tanah sangat kaya mineral dan bisa menumbuhkan aneka tanaman dengan baik tanpa memerlukan tambahan pupuk. Namun apabila ditambahkan pupuk organik atau kotoran hewan kondisi tanah akan semakin prima. Keberadaan tanah vulkanik memang sangat diidamkan oleh banyak manusia karena dibalik kedatangannya tanah vulkanik ini membawa petaka dan duka.

Dalam jangka pendek, sebaran abu vulkanik telah mengusir berbagai hama serangga atau gulma yang biasa menjadi musuh petani, gulma tidak dapat hidup dalam lingkungan yang terlalu asam, sehingga populasinya menurun drastis. Dalam jangka panjang abu vulkanik memberikan dampak yang sangat positip bagi peningkatan produktifitas tanah.

Pada saat kadar keasaman dari abu vulkanik telah dinormalkan melalui proses alamiah ataupun menggunakan dolomit atau pengapuran (CaCO3) sebagai penetral, maka kandungan mineral yang tersimpan dalam abu vulkanikakan menjadi pupuk yang sangat baik untuk perkembangan tanaman pertanian.

Searc Google, Abu Vulkanik disaat erupsi Gunung Sinabung.

Tidak diragukan, peristiwa letusan gunung berapi membawa hikma, dampak dan manfaat, dibalik kesulitan terdapat kemudahan, bahwa keuntungan besar yang dapat diperoleh setelah terjadinya masa-masa sulit. Peristiwa gunung meletus telah menjadikan  suburnya tanah yang ada disekitar gunung tersebut.

Disamping kesuburan tanah letusan gunung membawa hamparan pasir dan bebatuan dalam jumlah besar. Pasir dan batu dibawa banjir muntahan gunung berapi, pada saat aman pasir dan batu dapat memberikan keuntungan. Fungsi dan manfaat pasir dan bebatuan vulkanik sama seperti pasir dan bebatuan lainnya namun kandungan silika(SiO) yang tinggi membuat kualitasnya menjadi sangat baik.

Pasir gunung berapi sangat baik untuk penjernihan air, pola silika yang berujung runcing membuat kemampuan pasir menyerap partikel jauh lebih baik. Pasir ini juga sangat baik untuk bahan beton, ujung silika yang runcing membentuk partikel sudut-sudut. Pola partikel bersudut inilah yang membuat ikatan pasir gunung api dengan semen menjadi lebih kuat.

Penulis : TI Abdullah

Editor : Adm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here