1 Desember 2021

Nikmat Mana Lagi Yang Kau Dustakan

Medan-Rentaknews.com. Sesungguhnya segala sesuatu yang kita miliki adalah pemberian Allah,nikmat dari Allah. Kenikmatan yang Allah anugrahkan tersebut dari hal terkecil hingga yang terbesar, semua adalah pemberian Allah.

Firman Allah SWT :

وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَتَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا-٣٤-

Artinya :

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya.” (QS Ibrahim 14:34)

فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Artinya :

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”(QS. Ar-Rahman 55:55 )

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya :

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nahl: 18).

Ibnu Katsir menjelaskan dalam kitab tafsirnya (4: 675), “Allah benar-benar memaafkan kalian. Jika kalian dituntut unutk mensyukuri semua nikmat yang Allah beri, tentu kalian tidak mampu mensyukurinya.

Jika kalian diperintah untuk mensyukuri seluruh nikmat tersebut, tentu kalian tidak mampu dan bahkan enggan untuk bersyukur.

Sesungguhnya bila Allah mau menyiksa, tentu bisa dan itu bukan tanda Allah itu zholim. Akan tetapi, Allah masih mengampuni dan mengasihi kalian. Allah mengampuni kesalahan yang banyak lagi memaafkan bentuk syukur kalian yang sedikit.

Sebagai sebuah perbandingan, zat oksigen sangat dibutuhkan tubuh manusia, tubuh kita  dalam sehari membutuhkan Oksigen (O2) sebanyak 2.880 liter dan Nitrogen 11.376 liter.

Hanya untuk bernafas saja kita membutuhkan begitu banyaknya nikmat, bagaimana dengan nikmat-nikmat lain seperti, nikmat melihat, nikmat berbicara, nikmat berpikir, sungguh tak terkira banyaknya nikmat-nikmat itu.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,”Nikmat itu ada dua, nikmat muthlaqoh (mutlak) dan (nikmat) muqoyyadah (nisbi).

Nikmat muthlaqoh adalah nikmat yang mengantarkan kepada kebahagiaan yang abadi, yaitu nikmat Islam dan Sunnah. Nikmat inilah yang diperintahkan oleh Allah kepada kita untuk memintanya dalam doa kita, agar Allah SWT menunjukkan kepada kita jalan orang-orang yang Allah karuniakan nikmat itu padanya.

Dari keterangan singkat Ibnul Qayyim rahimahullah di atas, maka jelaslah bagi kita tentang, ”Apakah nikmat Allah yang hakiki itu?”. Nikmat Allah yang hakiki itu tidak lain dan tidak bukan adalah ketika Allah Ta’ala memberikan hidayah-Nya kepada kita sehingga kita dapat mengenal Islam dan Sunnah serta mengamalkannya.

Kita dapat mengenal tauhid, kemudian mengamalkannya dan dapat membedakan dari lawannya, yaitu syirik, untuk menjauhinya. Kita dapat mengenal dan mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam, dan dapat membedakan dan menjauhi segala sesuatu yang Allah larang.

Kita pun dapat mengenal dan membedakan, mana yang termasuk ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, dan manakah yang maksiat.

Sesungguhnya, Allah SWT menegaskan bahwa nikmat hidayah-Nya merupakan kenikmatan yang paling utama dibandingkan berbagai kenikmatan lainnya.

Allah SWT berfirman:,

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيْرِ وَمَاۤ اُهِلَّ لِغَيْرِ اللّٰهِ بِهٖ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوْذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيْحَةُ وَمَاۤ اَكَلَ السَّبُعُ اِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ ۗ  وَمَا ذُ بِحَ عَلَى النُّصُبِ وَاَنْ تَسْتَقْسِمُوْا بِالْاَزْلَامِ  ۗ  ذٰ لِكُمْ فِسْقٌ  ۗ  اَلْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ دِيْـنِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ  ۗ  اَ لْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَـكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَ تْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَـكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًا  ۗ  فَمَنِ اضْطُرَّ فِيْ مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّاِثْمٍ ۙ  فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ‏

artinya :

“……….Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Aku ridhai Islam sebagai aturan hidupmu.” (QS Al-Maa`idah 5: 3)

Betapa besar kenikmatan yang Allah SWT limpahkan kepada manusia; ketika Dia mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya Islam dan memberinya petunjuk kepada agama yang Dia ridhai.

Semua itu dalam rangka menggapai tujuan utama penciptaan manusia, yaitu menyembah atau beribadah kepada Allah SWT. Karena itu, manusia akan meraih kebahagiaan di dunia dan mendapatkan pahala kebaikan di akhirat kelak.

Sungguh, kenikmatan Allah SWT sangat banyak. Namun, kenikmatan yang paling utama untuk kita adalah nikmat Islam dan Iman serta hidayah untuk menyembah-Nya dan mentauhidkan-Nya.

Semoga Allah SWT menjadikan kita hamba yang pandai bersyukur atas segala nikmat yang dianugrahkan-Nya untuk kita, bukan hamba mendustai segala nikmat-Nya.

Penulis : TI Abdullah

Editor : Adm

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram