Google Search, Kota Tabuk bersalju.

Medan-Rentaknews.com. Beberapa tahun lalu tercatat fenomena langka terjadi dijazirah Arab, Negeri gurun dengan panas menyengat ini diguyur butiran hujan salju. Fenomena alam ini terjadi pada 9 Januari 2013 disusul bulan Desember 2013. Di Kota Tabuk Arab Saudi (14.000 ribu km dari Ibu Kota Riyadh), kota yang berjarak 1500 km dari Riyadh, diguyur badai salju selama beberapa jam.

IKLAN

Negeri Gurun, negerinya habitat unta ini diselimuti lapisan salju, suatu fenomena alam yang langka. Badai Alexa telah menimbulkan hujan salju, sehingga salju yang senantiasa muncul dinegeri belahan bumi Barat melanda negara jazirah Arab. Disaat yang sama, musim panas dan musim hujan menyelimuti Negeri kita. Fenomena alam yang terjadi di Kota Tabuk beberapa tahun lalu berulang kembali pada tanggal 10 Januari 2020 disebabkan karena adanya badai hebat yang melanda Eropa Selatan dan kawasan Mediterania. Hal inilah yang menyebabkan turun salju di kawasan Tabuk.

Pada saat yang sama, badai dahsyat juga terjadi di Uni Emirat Arab dan ditandai dengan hujan yang amat deras hingga menyebabkan banjir di beberapa kota termasuk Dubai. Badai yang terus bergerak ke arah timur ini mengakibatkan terjadi hujan salju hingga banjir besar di wilayah Timur Tengah.

Serach Google, saat salju menghampiri negri-negri gurun.

Salju, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), salju adalah butiran uap air putih yang memisahkan kapas beku di udara, yang jatuh ke bumi karena suhu daerah beku. Salju terdiri dari uap air yang mendingin di udara dan jatuh ke bumi seperti sepotong putih lembut seperti kristal.  Salju terdiri atas partikel uap air yang kemudian mendingin di udara atas jatuh ke bumi sebagai kepingan empuk, putih, dan seperti kristal lembut kepingan saljupakis seperti kristal es, kelompok dari kesemuanya.

Proses terjadinya salju ; (1) Uap air berkumpul diatmosfir, kumpulan uap air mendingin sampai pada titik kondensasi, dan kemudian menggumpal membentuk awan.(2). Gumpalan-gumpalan uap air mengapung di udara karena massanya jauh lebih ringan dari pada udara di bawahnya. Setelah gumpalan uap air terus bertambah dan massanya semakin berat, udara di bawahnya tidak sanggup lagi menahannya dan gumpalan-gumpalan itu pun jatuh. (3). Jika temperatur udara di bawahnya cukup dingin, gumpalan tadi jatuh berupa kristal-kristal salju.(4). Biasanya temperatur udara tepat di bawah awan adalah dibawah nol derajat Celcius. Tapi, temperatur yang rendah saja belum cukup untuk menciptakan salju. Saat partikel-partikel air murni tersebut bersentuhan dengan udara, maka air murni tersebut tercemar oleh partikel-partikel lain. Ada partikel-partikel tertentu yang berfungsi mempercepat fase pembekuan, sehingga air murni dengan cepat menjadi kristal-kristal es. (5) Partikel-partikel pencemar yang terlibat dalam proses ini disebut nukleator. Selain berfungsi untuk mempercepat fase pembekuan, nukleator juga berfungsi sebagai perekat antar uap air.

Partikel air yang tidak murni lagi bergabung dengan partikel air lainnya membentuk kristal yang lebih besar. Jika temperatur udara tidak sampai melelehkan kristal es tersebut, kristal-kristal es akan jatuh ke tanah menjadi salju. Jika temperatur udara sampai melelehkan kristal air, maka kristal es tersebut sampai ke tanah dalam bentuk air hujan biasa.

Allah SWT memberi tanda-tanda kekuasaan-Nya untuk negri-negri gurun, boleh jadi suatu saat nanti gurun pasir menjadi kawasan hutan lebat, menggantikan negri-negri tropis yang kawasan hutannya terlihat tak hijau lagi.  

Penulis : TI Abdullah

Editor : Adm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here