Penyebab degradasi lahan diantaranya erosi, air, angin, degradasi secara kimiawi dan biologi.

IKLAN

Medan-Rentaknews.com. Degradasi lahan adalah proses menurunnya priduktivitas lahan, baik sementara maupun secara tetap, bisa disebut lahan kritis, lahan yang tidak subur dan tidak bisa dipakai untuk pertanian maupun perkebunan.

Ada beberapa penyebab degradasi lahan diantaranya erosi, air, angin, degradasi secara kimiawi dan biologi.

Tidak hanya itu saat ini degradasi lahan juga disebabkan oleh pencemaran , alih fungsi pertanian untuk perumahaan dan lainnya, efeknya banyak terjadi kematian karena kelaparan.

Data Sekretariat Konvesi PBB tentang penanggulangan degradasi lahan menunjukkan terdapat 16 orang yang kelaparan setiap menit, dan 12 diataranya adalah anak-anak.

Prediksi tahun 2025 setidaknya 1 milyar penduduk akan mengalami kekeringan dan 2/3 penghuni bumi akan hidup dalam kondisi kekurangan air.

Majelis Umum PBB tahun 1994 melalui resolusi No.A/Res/49/115 menetapkan tanggal 17 Juni sebagai Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan (World Day to Combat Desertification and Drought).

Menurut Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Drs. Herizal, M.Si saat dikonfirmasi Abdul Aziz, wartawan Rentaknews, mengungkapkan bahwa, ” permasalahan degradasi lahan ini di era teknologi penginderaan jauh / satelit saat ini seharusnya bukan perkara yang rumit lagi. Oleh karenanya update kebijakan maupun operasional monitoringnya seyogyanya berbasis data dan kajian.” ujar Herizal.

Baca Juga :

Dari data satelit memang menunjukkan degradasi lahan, dalam hal ini yaitu perubahan lahan misalnya dari hutan ke lahan perkebunan/pertanian, atau lahan pertanian menjadi hunian memang sangat masif dalam 3 dekade terakhir.

Persoalan degradasi lahan akan semakin komplek dan mungkin lebih berdampak pada era iklim saat ini dengan kenyataan bahwa perubahan iklim telah nyata terjadi, terutama pada spektrum ekstrim. Kapasitas lingkungan (lahan) yang terus terdegradasi oleh ulah manusia (antropogenik) bertemu dengan tren peningkatan kejadian cuaca/iklim ekstrim akan semakin meninggikan tingkat risiko terjadinya bencana hidrometeorologi, yaitu terutama banjir dan longsor.

Tujuan peringatan Hari Degradasi Lahan dan Kekeringan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran warga agar terus menjaga lingkungan sehingga terhindar dari kekeringan serta diharapkan dapat Berkontribusi dalam menanggulangi degradasi lahan.

Reporter : Abdul Aziz

Editor : Adm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here