1 Desember 2021

DPRD Sumut: “Cabut izin galian C Paraduan Siregar diPadang Garugur”

RDP Terkait konflik masyarakat Batang Onang dengan pengusaha Paraduan Siregar.

Medan-Rentaknews.com. Komisi A DPRD Sumut lakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait Tambang galian C di Desa Padang Garugur yang terus mendapat penolakan oleh masyarakat diempat desa yang terdampak negatif atas beroperasinya tambang galian C tersebut, jumat (18/06/2021).

Tepatnya disalah satu Aula Gedung DPRD SU Lantai I Rapat Dengar Pendapat tersebut dilaksanakan, dalamRDP ini Komisi A DPRD SU mengundang Kepala Desa, BPD serta perwakilan masyarakat 4 Desa di kecamatan Batang Onang yaitu, Desa Padang Garugur, Simaninggir, Batu Mamak dan Batu Pulut, juga Pengusaha Tambang Galian C Paraduan Siregar, Dinas ESDM Provinsi Sumatera utara sekaligus Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu Provsu.

RDP Terkait konflik masyarakat Batang Onang dengan pengusaha Paraduan Siregar ini dipimpin oleh Hendro Susanto selaku Ketua Komisi A didampingi Thomas Dhaci dari Fraksi Gerindra, Abdurrahim Siregar dari Fraksi PKS, Rudi Hermanto dari Fraksi PDIP dan Berkat Nauli dari Fraksi Nasdem.

Diawal Rapat Hendro Susanto mengucapkan terima kasih atas semangat masyarakat yang sudah memenuhi undangan DPRD SU.

“Terima Kasih atas semangatnya Bapak Ibu, DPRD ini adalah rumah rakyat, ditahun 2019- 2024 kita kompak menjadikan DPRD ini rumah rakyat siapapun bisa mengadukan masalahnya ke DPRD dan kami siap membela masyarakat, karena inilah semangat kebersamaan kami untuk menghadirkan lembaga DPRD sebagai lembaga yang dicintai masyarakat. Jika ada permasalahan sampaikan kepada kami, diharapkan berjenjang dulu dari DPRD tingkat II, jika tidak ada titik temu, kita DPRD SU siap memfasilitasinya Insya Allah” Ujar Anggota DPRD Dapil Binjai Langkat tersebut.

Pada rapat ini terungkap fakta bahwa banyak masalah terkait galian C yang beroperasi dipadang Garugur ini, dari masalah manipulasi data, Ketidak sesuaian lokasi penggalian dengan izin yang ada, pemalsuan tanda tangan BPD dan lain-lain.

Thomas Dhaci bereaksi keras saat rapat dengar pendapat ini, karena pengusaha galian c menolak untuk hadir begitu juga Kepala Dinas perizinan satu pintu, maupun Sekertaris Dinas, sehingga Kabid yang diutus dianggap berteie- tele dan tidak memahami masalah.

“Ini sudah bersalahan karena dari satu saja saya ambil permasalahan terkait titik galian C yang sudah melenceng dari berkas yang ada, berarti sdh banyak masalah, yang saya pertanyakan sekarang kepada utusan Dinas perizinan, ini masyarakat keberatan bahkan boleh dikatakan Galian C ini berdampak kerusakan lahan pertanian yang menjadi pendapatan utama masyarakat, jadi bisa tidak dicabut izin galian C ini, makanya saya sampaikan tadi kalau tidak bisa kadis datang seharusnya sekertaris dinas mewakili” ujarnya

“Sampaikan ke Sekertaris Dinas perizinan Bukan lebih hebat dia dari DPRD ini, setiap rapat DPRD tidak pernah hadir, bilang kata Thomas Dhaci tak lebih hebat kau dari DPRD Sumatera Utara, kita akan tinjau langsung kelapangan, kalau terbukti bersalah maka detik itu juga harus dicabut izinya, dan berarti disini dinas perizinan setelah menerbitkan izin tidak melakukan kontrol lagi ” Imbuh anggota DPRD Fraksi Gerindra Dapil Nias tersebut.

Rudi Hermanto mengapresiasi apa yang disampaikan Thomas dhaci karena sesuai dengan apa yang ada dihatinya.

” Bung karno pernah berkata Tuhan itu berada di rumah- rumah orang miskin, Negara harus mengutamakan kepentingan rakyat daripada kepentingan 1 atau 2 orang, kita sepakat apa yang disampaikan oleh pak thomas benar adanya yang mengeluarkan provinsi Sumatera utara meskipun kewenangan sekarang ditarik pusat, itu dapat dibatalkan  surat izin yang kemarin dikeluarkan” Pungkas anggota Dewan Dapil Kota Medan tersebut.

Berkat Nauli dari Fraksi nasdem menambahkan  bahwa kewenangan menerbitkan memang sudah ditarik dipusat tapi pengawasan tetap didaerah.

“Ini penting persoalan ini, kasihan masyarakat, karena makan minum mereka dari sini, menurut saya pimpinan supaya hari ini kita punya keputusan walaupun belum semua hadir, rekomendasi kita supaya Dinas perizinan dan ESDM menerbitkan surat kepusat agar usaha Galian C milik Paraduan Siregar dicabut, berdasarkan hasil- hasil temuan dilapangan, dan kapan surat rekomendasi dari perizinan &  ESDM selesai kita siap mengantarkan kejakarta kalau kalian tidak bisa mengantarkan” Ujar politisi Nasdem yang juga berasal dari Nias tersebut.

Abdurrahim Siregar dari Fraksi PKS menyampaikan bahwa beliau sudah mengumpulkan informasi terkait Masalah Galian C tersebut.

“Saya sudah tau beritanya, senator juga sudah pernah datang kesanakan, dan saya baca dikoran ada masyarakat yang dijadikan tersangka kemudian terjadilah Demo dipolres karena itulah kita segera agendakan tidak sampai 1 bulan kita jadikan RDP ini, ini masalah serius yang membuat gugatan penolakan adalah kepala- kepala Desa, Ketua BPD, dan masyarakat ada tanda tanganya juga ada stempelnya, ini mereka resmi ini datang, oleh karena itu saya juga serius akan memperjuangkan ini” ujarnya.

Komisi A DPRD Sumut lakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait Tambang galian C

Diakhir Rapat komisi A menyampaikan beberapa rekomendasi antara lain, Komisi DPRD akan melakukan kunjungan ke Padang garugur untuk melihat langsung dengan melibatkan ESDM, SDA dan Dinas Lingkungan Hidup, setelah kunjungan kita akan melakukan rapat khusus antara komisi A, Dinas Perizinan, Dinas ESDM, SDA dan Inspektur Tambang kementrian Untuk mencari solusi akhir, dan kalau lah terjadi kerugian masyarakat, terus ada penyerobotan maka itu akan menjadi dasar kuat bahwa izin Usaha Galian C milik paraduan Siregar harus segera dicabut.

Sebelum pamit dari Rapat Ketua Komisi A Hendro Susanto juga menyampaikan agar Staf Ahli mencatat bahwa Saudara Paraduan Siregar dianggap tidak tunduk kepada DPRD Provinsi Sumatera Utara, Jika Dua kali dipanggil tidak hadir kita bisa minta kepada kepolisian untuk memanggil paksa yang bersangkutan.

Reporter :Abdullah
Editor: Adm

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram