Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Dr. Daryono,

IKLAN

Jakarta-Rentaknews.com. Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Dr. Daryono, akhirnya buka suara terkait viralnya video yang menyebutkan matahari terbit dari arah utara. Daryono mengaku sedikit prihatin dengan viralnya kasus yang menyebutkan matahari terbit dari arah utara itu.

Pasalnya video viral yang menyebutkan matahari terbit dari arah utara itu, dikatakan Daryono merupakan fenomena tahunan yang biasa disebut Gerak Semu Matahari (GSM). Dijelaskan bahwa gerak semu matahari (GSM) tersebut, merupakan mata pelajaran sekolah yang sudah diajarkan di bangku SMP. Saat di konfirmasi reporter Rentaknews.com. pada Jumat (18 /6/ 2021).

Daryono menjelaskan, ” secara geografis lokasi terletak pada 5,576 Lintang Selatan (LS) dan 119,883 Bujur Timur ( BT), gerak semu Matahari terjadi 4 kali setiap tahun yakni pada tanggal 21 Maret dan 23 September berada pada garis equator. Pada tanggal 21 Juni Matahari berada di Belahan Bumi Utara (BBU) pada 23 1/2 derajad LU.Sedangkan 22 Desember Matahari berada berada di 23 1/2 derjad Lintang Selatan ( LS),” ujarnya.

Video tersebut diketahui direkam dari lokasi MAN Binamu, Jeneponto, Sulawesi Selatan pada Kamis 17 Juni 2021 sekitar pukul 08.00 waktu setempat. Dalam rekaman tersebut, si perekam yang diduga merupakan seorang guru mengatakan bahwa pada pagi hari itu Matahari berada di arah utara dianggapnya kejadian yang aneh.

Perekam mengaku belum pernah melihat ada matahari yang ketika pagi hari sudah berada di arah utara. Tak sampai disitu, dia mengaitkan matahari yang pada pagi hari itu dianggapnya telah terbit dari arah utara sebagai salah satu tanda kiamat.

Sementara itu, Daryono tidak sependapat dengan si perekam yang menyebut matahari terbit dari arah utara itu sebagai tanda kiamat. Daryono mengaku prihatin ketika fenomena tahunan gerak semu matahari (GSM) dikaitkan dengan tanda kiamat.

Dijelaskan terkait gerak semu matahari (GSM) yang merupakan fenomena alam biasa yang terjadi setiap tahunnya. Gerak semu Matahari (GSM) dikatakan Daryono merupakan fenomena alam biasa dimana matahari seperti bergeser ke utara dan selatan yang terjadi 4 kali setiap tahun.

“Gerak semu matahari merupakan fenomena alam biasa dimana kedudukan Matahari seperti bergeser ke utara dan selatan yg terjadi tiap tahun,” terangnya. Saat ini posisi matahari sedang bergeser ke arah utara, dan puncaknya akan terjadi pada tanggal 21 Juni 2021.

Hal itu bisa terjadi dikarenakan pergerakan bumi mengelilingi matahari sehingga matahari seolah terbit di utara. “Saat ini Matahari sudah bergeser ke utara, puncaknya di utara pada tanggal 21 Juni. Ini terjadi karena pergerakan Bumi mengelilingi Matahari (revolusi Bumi) sehingga Matahari seolah terbit di utara,” pungkasnya penutup keterangannya.

Reporter: Abdul Aziz
Editor: Admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here