7 Desember 2021

I’tibar dari kesombongan orang terdahulu.

Bukti peninggalan kaum Tsamud.

Medan-Rentaknews.com. Kaum `Ad (Arab:عاد ʿĀd) adalah sebuah suku bangsa kuno yang tinggal di daerah Al-Ahqaf di sebelah utara Hadramaut, antara Yaman dan Oman. Mereka hidup pasca banjir besar pada masa Nabi Nuh. Kehidupan mereka dikisahkan dalam beberapa ayat Al-Qur’an. 

Allah SWT berfirman:

وَاذْكُرُوْۤااِذْجَعَلَـكُمْخُلَفَآءَمِنْۢبَعْدِعَادٍوَّبَوَّاَكُمْفِىالْاَرْضِتَـتَّخِذُوْنَمِنْسُهُوْلِهَاقُصُوْرًاوَّتَـنْحِتُوْنَالْجِبَالَبُيُوْتًاۚفَاذْكُرُوْۤااٰلَۤاءَاللّٰهِوَلَاتَعْثَوْافِىالْاَرْضِمُفْسِدِيْنَ

Artinya : “Dan ingatlah ketika Dia menjadikan kamu khalifah-khalifah setelah kaum ‘Ad’ dan menempatkan kamu di bumi. Di tempat yang datar kamu dirikan istana-istana dan di bukit-bukit kamu pahat menjadi rumah-rumah. Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu membuat kerusakan di bumi.” (QS. Al-A’raf 7:74)

Allah SWT berfirman dalam QS. Asy-Syu’ara’

وَمَاۤاَسْـئَـلُكُمْعَلَيْهِمِنْاَجْرٍۚاِنْاَجْرِيَاِلَّاعَلٰىرَبِّالْعٰلَمِيْنَ

Artinya : “Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.” (127)

اَتَبْنُوْنَبِكُلِّرِيْعٍاٰيَةًتَعْبَثُوْنَ

“Apakah kamu mendirikan istana-istana pada setiap tanah yang tinggi untuk kemegahan tanpa ditempati,”(128)

وَتَتَّخِذُوْنَمَصَانِعَلَعَلَّكُمْتَخْلُدُوْنَ

“dan kamu membuat benteng-benteng dengan harapan kamu hidup kekal?” (129)

وَاِذَابَطَشْتُمْبَطَشْتُمْجَبَّارِيْنَ

“Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu lakukan secara kejam dan bengis.”(130)

Kaum ‘Ad dikenal sebagai bangsa yang cerdas dan memiliki teknologi untuk membangun kota modern pada zamannya dengan gedung-gedung bertingkat.

Kehandalan dan kehebatan mereka menjadikan mereka sombong, berlaku bengis, kejam dan zalim

Mereka merupakan kaum Nabi Hud AS, hidup sekitar 2320-2450 sebelum Masehi. Beliau adalah putra Abdullah bin Ribah bin Syam bin Nuh. Merupakan salah satu keturunan suku ‘Aad. Letak geografis suku ‘Aad berada di uatra Hadramaut antara Yaman dan Oman.

Suku ‘Aad merupakan suku tertua sesudah Nabi Nuh. Suku ‘Aad ini tidak mengenal Allah SWT Pencipta alam semesta.

Mereka membuat patung-patung yang diberi nama Shamud dan Alhattar dan disembah sebagai Tuhan mereka. Menurut kepercayaan patung tersebut dapat memberikan kebahagiaan, kebaikan dan keuntungan serta dapat menolak kejahatan, kerugian dan segala musibah.

Allah SWT berfirman dalam QS Al-Fajr 6-8 :

اَلَمْتَرَكَيْفَفَعَلَرَبُّكَبِعَادٍ

Artinya : “Tidakkah engkau (Muhammad)  memerhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap (kaum) `Ad?,” (6)

اِرَمَذَاتِالْعِمَادِ

“(yaitu) penduduk Iram (ibukota kaum `Ad) yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi,”(7)

الَّتِيْلَمْيُخْلَقْمِثْلُهَافِىالْبِلَادِ

“yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain,”(8)

Kemudian negri Ad’ tersebut Allah jatuhkan azab,

Allah SWT berfirman:

فَصَبَّعَلَيْهِمْرَبُّكَسَوْطَعَذَابٍ

“karena itu Tuhanmu menimpakan cemeti azab kepada mereka,” (QS. Al-Fajr 89:13)

Kaum ‘Aad sangat ingkar kepada Allah, bahkan mereka dijuluki sebagai generasi pertama yang menyembah berhala setelah banjir besar. 

Kaum ‘Aad yang berwatak kasar, ingkar, semena-mena dan melampaui batas dalam menyembah berhala serta tak mempercayai akan adanya adzab dari Allah. Maka Allah pun menimpakan adzab yang sangat pedih, sebagaimana,

Allah SWT berfirman:

فَاَنْجَيْنٰهُوَالَّذِيْنَمَعَهٗبِرَحْمَةٍمِّنَّاوَقَطَعْنَادَابِرَالَّذِيْنَكَذَّبُوْابِاٰيٰتِنَاوَمَاكَانُوْامُؤْمِنِيْنَ

Artinya : “Maka Kami selamatkan dia (Hud) dan orang-orang yang bersamanya dengan rahmat Kami dan Kami musnahkan sampai ke akar-akarnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Mereka bukanlah orang-orang beriman.” (QS. Al-A’raf 7:72)

Allah mencabut kenikmatan yang telah mereka rasakan dengan kemarau yang panjang, tentu mereka sangat kesulitan, karena air merupakan sumber kehidupan, lalu Allah pun mendatangkan adzab-Nya untuk meluluh lantakan kaum ‘Aad. Pada saat itu Allah SWT mendatangkan adzab-Nya untuk meluluh lantakan kaum ‘Aad.

Firman Allah Subhanahu wa ta’ala pada Surah Al-Ahqaf : 24-25

فَلَمَّارَاَوْهُعَارِضًامُّسْتَقْبِلَاَوْدِيَتِهِمْۙقَالُوْاهٰذَاعَارِضٌمُّمْطِرُنَاۗبَلْهُوَمَااسْتَعْجَلْتُمْبِهٖۚرِيْحٌفِيْهَاعَذَابٌاَلِيْمٌ

Artinya :”Maka ketika mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, mereka berkata, Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kita. (Bukan!) Tetapi itulah azab yang kamu minta agar disegerakan datangnya, (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih,”(24)

تُدَمِّرُكُلَّشَيْءٍۭبِاَمْرِرَبِّهَافَاَصْبَحُوْالَايُرٰٓىاِلَّامَسٰكِنُهُمْۗكَذٰلِكَنَجْزِىالْقَوْمَالْمُجْرِمِيْنَ

Artinya : “yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya, sehingga mereka (kaum ‘Ad) menjadi tidak tampak lagi (di bumi) kecuali hanya (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa.” (25)

Bukti-bukti reruntuhan peradaban bangsa Ad’ ditemukan para peneliti Barat pada tahun 1990-an di sebuah wilayah yang dikenal ‘Ubar, di wilayah Yaman. Menariknya, apa yang mereka temukan sama persis seperti yang dikisahkan dalam Alquran.

Dr Zarins, seorang anggota tim penelitian yang memimpin penggalian mengatakan karena menara-menara itu disebut sebagai bentuk khas kota ‘Ubar, dan karena Iram disebut mempunyai menara-menara atau tiang-tiang, maka itulah bukti terkuat sejauh ini, bahwa situs yang mereka gali adalah Iram, kota kaum ‘Ad.

Kisah Nabi Hud dan kota yang sudah maju pada zamannya ini mengingatkan kita sehebat dan secerdas apapun manusia, apabila ingkar, bermaksiat melampaui batas, Allah kirimkan utusannya untuk menyampaikan risalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebelum azab diturunkan-Nya. Semoga syiroh Nabi Hud AS ini menjadi pelajaran bagi orang-orang modern saat ini.

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram