1 Desember 2021

Analisis BMKG : Terkait Hujan Lebat dan Angin Kencang Yang Melanda Medan 28 Juni 2021.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah I medan Hartanto, ST, MM.

Medan-Rentaknews.com. Berdasarkan citra radar produk CMAA pada tanggal 28 Juni 2021 pertumbuhan awan hujan disekitar Medan Tuntungan dan sekitarnya terdapat adanya aktivitas clutser awan Cumulus Nimbus (CB) sejak pukul 16.10- 17.40 wib dengan nilai relativitas maksimum mencapai 53.5 dBz dengan ketinggian awan CB mencapai 0.8 km terjadi pukul 16.40 wib.

Hal ini artinya bahwa kandungan uap air dalam awan cukup banyak sehingga pertumbuhan awan cukup berpotensi terjadi yang menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diiringi dengan guntur dan angin kencang di wilayah medan dan sekitarnya.

Baca Juga :

Berdasarkan pantauan Citra Radar cuaca bahwa di wilayah Medan Tuntungan dan sekitarnya pada pukul 16.10 WIB kecepatan angin mencapai 25 knot atau 46.3 km/jam.
Berdasarkan data pengamatan synoptik di Stasiun Geofisika Deli Serdang terjadi peningkatan suhu maksimum berturut – turut selama 3 hari sejak tanggal 26 Juni – 28 Juni 2021 sebesar 33,7, 34,4 dan 33,5 derjad Celsius kondisi ini mengindikasikan pemanasan lokal yang berpengaruh terhadap pertumbuhan awan cumulus nimbus di Wilayah Medan dan sekitarnya ujar Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah I medan Hartanto, ST, MM kepada Pemimpin Media Rentaknews.com Abdul Aziz, ST selasa (29/6/2021).


Disampaikan Hartanto curah hujan yang terpantau di stasiun synoptik Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah I cukup tinggi yakni 41.0 mm. Ini cukup tinggi dengan durasi yang singkat ujar Hartanto.
Dari analisis BMKG tentang kejadian hujan tanggal 28 juni disebabkan oleh:

  1. Adanya asupan massa air yang cukup banyak dari pantai barat dan timur sumatera yang ditandai dengan anomali Suhu Peemukaan Laut (SPL) di samudera hindia barat dan selat malaka tengah yang cukup hangat.
  1. Terdapat daerah tekanan rendah (low presure)di perairan sebelah barat sumatera yang menyebabkan pertemuan masaa udara dan belokan angin yang memicu hujan di wilayah medan.

Untuk beberapa hari kedepan Wilayah lereng Timur dan pegunungan Sumatera Utara diperkirakan masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat disertai angin kencang dan badai petir pada sore dan malam hari.

“Dengan cuaca seperti ini kita khawatir akan terjadi bencana pohon tumbang, seperti yang terjadi pada Senin (28/06/21). Semua prihatin dengan musibah ini yang merenggut nyawa korban hingga meninggal dunia, dan memporak porandakan perumahan di Griya Tanjung Anom,” ujar Aziz.

Reporter: Abdullah
Editor: Admin

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram