1 Desember 2021

Ratusan Warga Masyarakat Desa Padang Garugur Padang Lawas Utara Gelar Unjuk Rasa

Masyarakat berdoa dan sangat bermohon kepada semua pihak agar mendukung perjuangan mereka dalam menolak Tambang Galian C yang ada didesa mereka.

Paluta-Rentaknews.com. Ratusan warga masyarakat Desa Padang Garugur, Batu Mamak, Simaninggir dan Batu Pulut, kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan halaman Mapolres Tapanuli Selatan, terkait penangkapan 14 orang warganya yang mempermasalahkan galian C di Desa Padang Garugur, Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padang Lawas Utara, Sabtu (3/7/2021).

Penahanan ini diduga terkait status ditersangkakannya masyarakat atas laporan pihak pengusaha terkait pengrusakan 3 Unit Colt Diesel dan exavator milik pengusaha.

Meskipun Rombongan diberhentikan dan diminta turun di jalan namun masyarakat yang juga terdiri dari ibu2 dan anak- Anak tetap melanjutkan dengan berjalan kaki menuju Mapolres Tapanuli Selatan.

Baca Juga :

“Kami diturunkan di tengah jalan, Pak Polisi gak memperbolehkan kami masuk kota, Kami ada 12 truk dan 4 angkot tapi kenapa kami tak diperbolehkan masuk kota, sedangkan mobil lain diperbolehkan pak, kami jalan kaki kira- kira 4 km lagi ke polres pak” Ujar wardana salah satu perwakilan masyarakat.

Sebelumnya terkait permasalahan galian C didesa padang Garugur ini Komisi A DPRD Sumut pada jum’at 18 Juni 2021 kemarin, telah menggelar Rapat Dengar Pendapat dengan memanggil pihak pengusaha, masyarakat dan Dinas terkait namun pihak pengusaha menolak untuk hadir dengan dalih bahwa persoalan ini telah dilimpahkan semua ke Polres Tapanuli Selatan.

Sebenarnya pada saat RDP dengan Komisi A DPRD Sumut yang lalu, pihak masyarakat juga telah menyampaikan juga perihal status tersangka mereka, dan masyarakat menceritakan kronologisnya bahwa mereka seperti disengaja diprovokasi oleh pihak pengusaha agar melakukan tindakan yang berurusan dengan hukum, karena pada saat itu suruhan pihak pengusaha sengaja melintas didepan warga dengan mengendarai mobil Truck colt diesel dengan arogan dan memphoto’- photo masyarakat yg sedang berada di lokasi sehingga terjadi perdebatan dan akhirnya ricuh

Abdul Rahim Siregar dan Thomas Dhaci pada saat RDP berjanji akan membantu menyelesaikan permasalahan ini dan akan turun lngsung bersama Dinas terkait yaitu Dinas ESDM, Dinas Perizinan dan Inspektur Tambang untuk meninjau Galian C yang terus menjadi sumber masalah di 4 Desa Kecamatan Batang Onang Paluta Tersebut.

Aksi solidaritas ini, warga  meminta pihak kepolisian agar membebaskan atau memberi penangguhan penahanan 14 Orang rekan mereka termasuk kepala Desa dan Ketua BPD.

Saat di Konfirmasi Wartawan terkait Penahanan 14 Orang Masyarakat Padang Garugur tersebut Abdul Rahim Siregar mengatakan akan segera turun ke Tapsel dan akan langsung menyambangi Mapolres Tapanuli Selatan.

“Iya kita sudah mendengar dari pihak masyarakat terkait penahanan 14 Orang masyarakat padang Garugur termasuk Kepala Desa dan Ketua BPD, Insya Allah saya besok akan turun langsung ke Tapsel dan menyambangi Mapolres juga” ujar anggota DPRD SU tersebut.,

Pihak Mapolres Tapanuli Selatan melalui perwakilanya menyampaikan bahwa aspirasi masyarakat tetap akan ditampung dengan cara menyampaikan pendapat melalui perwakilan massa yang hadir.

“Semua aspirasi bapak ibu akan ditampung dan diteruskan kepada jajaran petinggi dan Bapak Kapolres, namun tentunya pembicaraan ini nantinya perwakilan saja yang boleh masuk, karena kita masih dalam situasi pandemi, dan kami menginginkan supaya jangan ada pihak- pihak yang tidak bertanggung jawab, yang mengotori aksi bapak ibu yang luar biasa ini” ujar AKBP Juli

Dengan kondisi diguyur hujan lebat, Masyarakat berdoa dan sangat bermohon kepada semua pihak agar mendukung perjuangan mereka dalam menolak Tambang Galian C yang ada didesa mereka karena sudah merugikan dan merusak lahan pertanian mereka.

Reporter : Abdul Aziz
Editor : Adm

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram