Search Google. Ada hal besar yang menjadi tanggungjawab sebagai manusia.

Medan-Rentaknews.com.Sesungguhnya meski dianggap sebagai makhluk paling sempurna, menjadi seorang manusia bukanlah hal yang mudah. Sebab ada hal besar yang menjadi tanggungjawab manusia yang kelak Allah minta pertanggungjawaban.

IKLAN

Allah SWT berfirman:

۞ وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

Artinya :
“Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.” (QS: Al’Isra17:70)

Manusia janganlah berbangga diri karena dikatakan sebagai makhluk sempurna diantara seluruh makhluk ciptaan-Nya. Walau kita menjadi pemimpin atas seluruh penghuni semesta yang ada dengan kelebihan akal serta pikiran yang digunakan dalam bertindak.

Allah SWT berfirman:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِ نْسَا نَ فِيْۤ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ ۖ

Artinya :
“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,”(QS. At-Tin 95: 4)

Menjalankan perintah serta menjauhi segala larangan-Nya menjadi amanah yang tidak dapat dibantah. Amanah ini memiliki konsekuensi. Bagi yan g menjalankan perintah-Nya, surga menjadi hadiah terindah. Mereka yang melanggar bersiapkan menerima siksa yang sangat pedih di neraka.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan amanah adalah sifat orang-orang yang beriman,

وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ

Artinya :
“Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.” (QS. Al-Mukminun 23:8)

Kemudian di ayat 10 dan 11 Allah SWT berfirman :

أُولَٰئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ. الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Artinya :
“Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Mu’minun 23:10-11)

Dalam meletakan amanah, Allah SWT pernah menawari amanah kepada langit, bumi dan gunung. Namun ketiganya menolak. Bukan karena ingkar kepada Allah SWT, namun sesungguhnya mereka merasa tidak sanggup untuk mengemban besarnya amanah tersebut.

Allah SWT berfirman:

اِنَّا عَرَضْنَا الْاَ مَا نَةَ عَلَى السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ وَا لْجِبَا لِ فَاَ بَيْنَ اَنْ يَّحْمِلْنَهَا وَاَ شْفَقْنَ مِنْهَا وَ حَمَلَهَا الْاِ نْسَا نُ ۗ اِنَّهٗ كَا نَ ظَلُوْمًا جَهُوْلًا ۙ

Artinya :
“Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh,” (QS. Al-Ahzab 33:72)

Ayat ini dimaknai berbeda oleh para Mufassirin. Diantaranya adalah Imam Al-Aufi dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata, ” Yang dimaksud dengan Al-Amanah adalah, ketaatan yang ditawarkan kepada mereka sebelum ditawarkan kepada Adam ‘Alaihissalam, akan tetapi mereka tidak menyanggupinya.

Tafsir Syaikh Muhammad Asy-Syinqithi Rahimahullah berkata, “Allâh Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan dalam ayat yang mulia ini bahwa Allâh SWT telah menawarkan amanah, yaitu beban-beban agama yang diiringi dengan pahala dan hukuman, kepada langit, bumi, dan gunung, tetapi semuanya enggan memikulnya.

Mereka khawatir, mereka takut dari akibat memikulnya, karena hal itu akan menyebabkan siksa dan murka Allâh kepada mereka. Penawaran dari Allâh SWT, dan kengganan serta kekhawatiran mereka.

Karena Allâh SubhanahuWaTaala telah menciptakan pemahaman bagi langit, bumi, dan gunung, dengan ilmu-Nya, walaupun kita tidak mengetahuinya.

Sesungguhnya manusia telah menerima amanah dari Allah SWT, dan sesungguhnya pasti Allah SWT akan meminta pertanggungjawaban manusia sebagai kalifah dimuka bumi ini.

Penulis : T.Ichyar

Editor : Adm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here