Fenomena Matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit.

Selasa, 13 Juli 2021

IKLAN

Jakarta-Rentaknews.com. Matahari diatas ka’bah terjadi karena bidang ekuator Bumi / bidang rotasi Bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika / bidang revolusi Bumi, sehingga posisi Matahari dari Bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun antara 23,5 LU s.d. 23,5 LS. Hal ini disebut sebagai gerak semu harian Matahari. Dan pada saat itu terjadi kulminasi matahari.

Kulminasi matatahari atau transit atau istiwa’ adalah fenomena ketika Matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit. Saat deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai Kulminasi Utama. Pada saat itu, Matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit.

Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat “menghilang”, karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Karena itu, hari kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan. Secara umum, tiap lokasi di bumi akan terjadi kulminasi utama 2 (dua) kali dalam satu tahun,

Kulminasi utama terjadi di Makkah, Arab Saudi terjadi 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu pada tanggal 27 Mei pukul 16.18 WIB dan 15 Juli pukul 16.27 WIB. Karena Ka’bah, yang menjadi kiblat sholat umat Muslim berada di kota Makkah, maka pada tanggal-tanggal tersebut umat Muslim di seluruh dunia yang masih siang (terlihat matahari) dapat mengoreksi (mengkalibrasi) arah kiblatnya dengan mudah, sederhana dan gratis.

Tetapi bagi wilayah atau daerah yang pada saat kulminasi utama di Makkah, matahari sudah terbenam, maka koreksi/kalibrasi arah kiblat dapat dilakukan saat antipoda (matahari di sebalik bumi kota Makkah).

Di Indonesia bagian Barat dan bagian Tengah dapat mengoreksi/mengkalibrasi arah kiblat pada tanggal 27 Mei pukul 16.18 WIB dan 15 Juli pukul 16.27 WIB. Untuk Indonesia bagian Timur, karena pada tanggal-tanggal kulminasi Utama kota Makkah tersebut matahari sudah terbenam, maka koreksi arah kiblat dapat dilaksanakan pada tanggal 14 Januari pukul 06.29 WIB dan tanggal 28 November pukul 06.09 WIB. Waktu toleransi terbaik adalah 1 (satu) hari sebelum dan 1 (satu) hari sesudah tanggal-tanggal tersebut.

Pada bulan Juli 2021 ini, koreksi/kalibrasi arah kiblat di Inddonesia dapat dilakukan pada tanggal 14, 15 dan 16 Juli pada pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA

Tata Cara koreksi/kalibrasi arah kiblat yang terbaik adalah :

  1. Sesuaikan/sinkronkan jam yang digunakan dengan Tanda Waktu Rujukan Nasional Indonesia di http://jam.bmkg.go.id atau http://ntp.bmkg.go.id.
  2. Letakkan suatu benda (misalnya tongkat) tegak lurus dengan tanah. Lokasi peletakan benda tersebut harus terkena sinar matahari.
  3. Lakukan proses koreksi/kalibrasi sejak 5 menit sebelum dan sesudah pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA (waktu puncak)
  4. Perhatikan arah bayangan bendanya saat waktu puncak. Tarik garis lurus dari ujung bayangan hingga bendanya. Arah kiblatnya adalah dari ujung bayangan kearah bendanya (atau menuju matahari)

Demikian penjelasan untuk mengkoreksi/mengkalibrasi arah kiblat rumah, kantor, mushola dan masjid serta lapangan yang sering digunakan untuk sholat idul adha dan idul fitri.

Oleh : Hendra Suwarta Suprihatin, Koordinator Bidang Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG

Editor : Adm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here