1 Desember 2021

Wall Street ditutup beragam, investor amati kesaksian Powell

Ilustrasi: Pialang sedang bekerja di lantai Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat (Reuters)

Kamis, 15 Juli 2021 9:30 WIB

New York-Rentaknews.com. Indeks-indeks utama Wall Street beragam pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), dengan indeks Dow dan S&P 500 berakhir lebih tinggi dalam sesi bergejolak karena investor menyeimbangkan kekhawatiran tentang inflasi dengan komentar meyakinkan dari Ketua Fed Jerome Powell.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 44,44 poin atau 0,13 persen, menjadi menetap di 34.933,23 poin. Indeks S&P 500 terdongkrak 5,09 poin atau 0,12 persen, menjadi berakhir di 4.374,30 poin. Indeks Komposit Nasdaq merosot 32,70 poin atau 0,22 persen, menjadi ditutup pada 14.644,95 poin.

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir dengan di zona merah, dengan sektor energi terperosok 2,94 persen, memimpin penurunan. Sementara itu, sektor bahan pokok konsumen menguat 0,92 persen, menjadikannya kelompok dengan kinerja terbaik.

Kebijakan moneter AS akan menawarkan “dukungan kuat” untuk ekonomi “sampai pemulihan selesai,” kata Powell pada sidang Kongres dalam sambutannya yang menggambarkan lonjakan inflasi baru-baru ini sebagai sementara dan fokus pada kebutuhan untuk melanjutkan pertumbuhan pekerjaan.

Komentar Powell mengikuti data minggu ini yang menunjukkan harga-harga produsen AS meningkat lebih dari yang diharapkan pada Juni dan harga konsumen AS naik paling tinggi dalam 13 tahun.

Investor dalam beberapa pekan terakhir telah fokus pada inflasi, dengan banyak yang mengkhawatirkan kemungkinan pergeseran hawkish oleh Federal Reserve, serta lonjakan infeksi virus corona yang dapat menjatuhkan ekuitas AS dari rekor tertinggi.

Dengan bank memulai musim laporan keuangan kuartal kedua minggu ini, analis memperkirakan pertumbuhan laba per saham 66 persen untuk perusahaan S&P 500, menurut perkiraan data IBES dari Refinitiv.

S&P 500 telah melonjak sekitar 16 persen sepanjang tahun ini, membuat banyak investor khawatir bahwa reli pasar saham mungkin kehabisan tenaga, dan mereka mencari laporan laba emiten untuk berpotensi menyediakan lebih banyak “bahan bakar”.

“Semua orang tahu laba akan sangat kuat. Pertanyaannya adalah bagaimana pasar bereaksi terhadap laba tersebut, dan apa pandangan yang diberikan oleh manajemen. Itu lebih penting dari apapun,” kata Tim Ghriskey, kepala strategi investasi di Inverness Counsel di New York.

Apple Inc melonjak 2,4 persen ke rekor tertinggi setelah Bloomberg melaporkan bahwa perusahaan ingin para pemasoknya meningkatkan produksi iPhone mendatang sekitar 20 persen.

Microsoft menambahkan 0,5 persen dan ditutup pada rekor tertinggi setelah mengatakan akan menawarkan sistem operasi Windows sebagai layanan berbasis cloud, yang bertujuan untuk mempermudah mengakses aplikasi bisnis yang membutuhkan Windows dari perangkat yang lebih luas.

Microsoft dan Apple mendukung S&P 500 lebih besar daripada saham lainnya.

Bank of America Corp jatuh 2,5 persen setelah pemberi pinjaman itu merilis hasil kuartalannya dan merinci sensitivitasnya terhadap suku bunga rendah

Wells Fargo terangkat 4,0 persen setelah mengayunkan keuntungan pada kuartal kedua, menghancurkan ekspektasi Wall Street. Citigroup turun 0,3 persen setelah mengalahkan perkiraan pasar untuk laba kuartal kedua.

Laporan keuangan tersebut mengikuti hasil yang kuat pada Selasa (13/7/2021) dari JPMorgan Chase & Co dan Goldman Sachs Group Inc.

Baca juga: IHSG ditutup turun ke bawah level psikologis 6.000
Baca juga: Saham Inggris kembali melemah, indeks FTSE 100 terpangkas 0,47 persen
Baca juga: Saham Jerman ditutup hampir tak berubah, indeks DAX 30 susut 0,66 poin
Baca juga: Saham Prancis ditutup datar, indeks CAC 40 turun tipis 0,09 poin


Sumber Berita : https://www.antaranews.com/berita

Editor: Adm

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram