2 Desember 2021

HUT Republik Indonesia ke 76: Mengenang Sosok Mohammad Natsir Perdana Menteri ke 5 Indonesia.

Mohammad Natsir Dt. Sinaro Panjang lahir di Alahan panjang, Lembah Gumanti, Solok tanggal 17 Juli 1908.

Selasa,17 Agustus 2021, 9:55

Medan-Rentaknews.com. Bagi saya, bagi rakyat Indonesia, dan bagi dunia nama M. Natsir tidak pernah mati. Dia dilahirkan untuk melegenda namanya, akhlaknya, kata-kata kalimat yang diucapkannya mengandung kebaikan.
Maka sepatutnya, umat Islam khususnya, dan rakyat Indonesia umumnya banyak belajar dari beliau di bidang pendidikan, politik, masalah-masalah keIslaman, beliau multitalenta.

Mohammad Natsir Dt. Sinaro Panjang lahir di Alahan panjang, Lembah Gumanti, Solok tanggal 17 Juli 1908 dari pasangan suami – istri aIdris Sutan Saripado – Khadijah asal Maninjau, Agam.
Sosok sederhana ini adalah guru bangsa, negarawan, pejuang, pemikir, cendikiawan, budayawan, politikus, pendidik umat dan mujahid dakwah.

Karir politik M. Natsir memgalami masa puncaknya pasca beliau mengajukan Mosi Integral dalam sidang pleno Parlemen 5 April 1950, yang kemudian dikenal dengan Mosi Integral Mohammad Natsir, di mana mosi ini berhasil memulihkan keutuhan bangsa Indonesia dari masa krisis perpecahan ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang sebelumnya berbentuk negara federal (Republik Indonesia Serikat).

Mosi Integral Mohammad Natsir menurut Bung Karno memiliki konsep yang kuat untuk menyelamatkan Republik melalui jalur konstitusi.
Bahkan ketika Mosi Integral ini disampaikan di dalam sidang Parlemen, tidak seorangpun menolaknya.
Ini menunjukkan persetujuan Parlemen untuk meninggalkan format Republik Indonesia Serikat (RIS) menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Presiden Soekarno memberi mandat kepada M. Natsir untuk memimpin negara dan bangsa Indonesia dengan mengukuhkannya sebagai Perdana Menteri.
(Mohamad Natsir Sebuah Biografi, edisi revisi,red)

Sebagai pemimpin, hal istimewa dari sosok Natsir yang perlu di contoh oleh pemimpin saat ini dan akan datang, kepemimpinnannya diwarnai bijaksana dan kelembutan.
Seiya sekata antara ucapan dan perbuatan , sopan santun, rendah hati dan bersuara lembut menyejukkan, tidak berkata kasar atau merendahkan lawan – lawan politiknya.

Kita sebagai anak bangsa, memaknai Hari Kemerdekaan tahun ini patut merenung, Kemerdekaan yang sedang kita nikmati ini adalah hasil perjuangan para tokoh-tokoh pendahulu, jangan lupakan jasa mereka.

Kewajiban kitalah generasi ke genarasi mengisi hari kemerdekaan dengan kegiatan yang bermakna. Jangan biarkan negeri zamrud khatulistiwa ini di caplok dan dinikmati sumber daya alamnya oleh bangsa asing dan para pecundang di negeri ini.

MERDEKA, MERDEKA, MERDEKA.

Penulis: Abdul Aziz
Editor: Adm

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram