Teman yang sangat Jahat. Search Google.

Rentaknews.com. Sesungguhnya setan yang terkutuk adalah musuh nyata bagi kita, genderang permusuhan manusia dan setan dimulai sejak nabi Adam ‘alaihissalam diciptakan, permusuhan bermula karena asal usul kejadian.

IKLAN

Allâh SWT berfirman :

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ وَمَنْ يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. (QS an-Nûr 24:21)

Berbagai macam cara ditempuh oleh setan untuk menjerumuskan manusia ke dalam kebathilan dan menghalangi manusia dari al haq (kebenaran). Dalam perjalanannya setan ini sering berhasil menjadikan manusia sebagai pengikutnya.

Baca Juga :

  1. Tanggung Jawab Jabatan
  2. Forum Silaturahmi (FOSIL) BKM Medan Johor Salurkan Bantuan Korban Banjir.

Sesungguhnya disetiap langkah seorang hamba pasti ada rintangan dan hambatan yang menjadi ujian. Ada setan musuh yang nyata selalu menghalangi dari jalan al haq. Ada setan yang selalu berusaha membimbing ke arah yang bathil.

Musuh-musuh nyata ini memberikan gambaran tentang kebenaran dan kebathilan. Al haq, yang semestinya indah, menjanjikan kebaikan dan membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat, digambarkan oleh setan sebagai sesuatu yang menakutkan dan menyusahkan.

Sebaliknya yang bathil, yang mestinya menjijikkan dan berujung pada penderitaan, digambarkan setan sebagai keindahan yang menyenangkan. Akhirnya banyak orang yang terpedaya, meninggalkan jalan yang benar dan mengikuti jalan yang bathil, iyadzan billah.

Sungguh hanya hamba-hamba yang ikhlas dalam ibadahnya yang selamat dari makar dan tipu daya setan. Hanya orang-orang beriman yang bisa menjadikan setan sebagai musuhnya.

Musuh bebuyutan manusia ini telah berjanji pada dirinya untuk berusaha menggelincirkan anak Adam dan memalingkan manusia dari kebenaran menuju kejelekan, dari petunjuk kedalam kesesatan.

Allah berfirman:

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

Artinya: “Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka” (QS. Shad 38:82-83).

Musuh terkutuk ini telah berjanji untuk selalu menghalangi kita dari setiap kebenaran dan kebaikan dan memalingkan kita darinya.

Allah berfirman:

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ

Artinya :“Iblis menjawab, “Karena Engkau telah menghukum aku tersesat, aku benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus” (QS. Al A’raf 7:16).

Sesungguhnya peperangan antara seorang mukmin dengan syetan adalah peperangan sengit yang terus berlanjut. Tidak akan selesai hingga sakratulmaut menjeput.

Bahkan semakin bertambah ketaatan, kasalehan dan ketaqwaan seorang hamba kepada Allah, maka semakin bertambah sengit pula permusuhannya dengan syetan.

Allah SWT berfirman:

وَمَنْ يَّعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمٰنِ نُقَيِّضْ لَهٗ شَيْطٰنًا فَهُوَ لَهٗ قَرِيْنٌ

Artinya : “Dan barang siapa berpaling dari pengajaran Allah Yang Maha Pengasih (Al-Qur’an), Kami biarkan syetan (menyesatkannya) dan menjadi teman karibnya.” (QS. Az-Zukhruf 43:36)

Dalam surat diatas Allah SWT menegaskan bahwa barang siapa yang tidak peduli dengan Al Qur’an , tidak mau membaca dan menjadikannya sebagai pedoman dan pegangan hidup. 

Selalu membantah dan menentang peringatan Al Qur’an. Maka Allah akan menjadikan baginya setan sebagai teman yang mendampinginya kemanapun ia pergi.

Setan itulah yang jadi penasehatnya, yang memperlihatkan indah semua perbuatan buruk dan maksiat, serta memperlihatkan buruk padanya semua   amal shaleh dan kebaikan.

Orang orang yang hati dan fikirannya dipenuhi keinginan syahwat, memperturutkan semua keinginan hawa nafsunya merupakan syetan dalam bentuk manusia.

Hati hatilah bergaul dengan kelompok ini, mereka  akan membujuk siapa saja yang ada didekatnya untuk melakukan berbagai perbuatan buruk dan maksiat yang diarang Allah. Mereka mengajak siapa saja yang ada didekatnya untuk menjauhi ajaran agama dan taat pada Allah.

Pesta pora, perjudian, mabuk mabukan, narkoba, perzinahan merupakan alat mereka untuk menyesatkan umat manusia dari jalan Allah yang lurus.

Orang yang sudah terjebak dalam perangkap iblis , bergelimang berbagai kemaksiatan seperti diatas, umumnya amat sulit untuk bisa keluar dari lingkungan tersebut . Hati dan fikirannya sudah dipenuhi kegelapan, mereka sudah menjadi budak hawa nafsunya.

Setan itu adalah sejahat jahat teman yang mendampingi seseorang didunia ini, siapa yang berteman akrab dengan setan maka setan itu akan menyeretnya untuk bersama sama memasuki neraka jahanam yang panas membakar.

Allah SWT berfirman :

وَمَن يَكُنِ الشَّيْطَانُ لَهُ قَرِيناً فَسَاء قِرِيناً -٣٨-

Artinya : “Barangsiapa menjadikan setan sebagai temannya, maka (ketahuilah) dia (syetan itu) adalah teman yang sangat jahat.”(QS An-Nisa’ 4:38)

Semoga Allah SWT senantiasa menjaga kita, memberi petunjuk dan hidayah-Nya agar terlepas dari jahatnya rayuan dan jebakan setan yang terkutuk.

SEMOGA BERMANFAAT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here