Tadabbur berarti melihat dan memperhatikan kesudahan segala urusan dan bagaimana akhirnya.

Jum’at 24 September 2021 9:00 WIB

IKLAN

Rentaknews.com.Secara bahasa  tadabbur  berarti  melihat  dan  memperhatikan  kesudahan segala  urusan dan  bagaimana  akhirnya. 

Al-Alusi dalam  tafsir  Ruh  al-Ma’ani  menjelaskan  bahwa  pada dasarnya  tadabbur  berarti  memikirkan  secara  mendalam  kesudahan  sesuatu  urusan  dan akibat-akibat yang ditimbulkannya.

Firman Allah SWT :

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

Artinya : Ini adalah sebuah Kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran. (QS Shâd 38:29)

Ibn al-Qayyim juga menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan  mentadabburi  suatu  perkataan  adalah  melihat  dan  memperhatikan  perkataan  itu dari  awal  hingga  akhir  perkataan  kemudian  mengulang-ngulangi  hal  itu.

Dapat  juga dikatakan  bahwa  tadabbur  adalah  proses  berfikir  mendalam  dan  menyeluruh  yang  dapat menghubungkan ke  pesan paling  akhir  sebuah  perkataan,  dan mencapai  tujuan maknanya yang  terjauh. 

Adapun  yang  dimaksud  dengan  tadabbur Al-Qur’an  adalah  menggunakan ketajaman mata hati  lewat proses perenungan mendalam secara berulang-ulang  agar dapat menangkap  pesan-pesan  al-Qur’an  yang  terdalam  dan  mencapai  tujuan  maknanya  yang terjauh. (Bachtiar Nasir)

Allâh SWT berfirman :

 أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ ۚ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا

Artinya : Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Qur’an? sekiranya al-Qur’an itu bukan dari sisi Allâh, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. (QS An-Nisâ’ 4:82)

Dapat dikatakan, dengan melakukan tadabbur seseorang akan lebih mungkin mampu mengenal sesuatu yang hendak ditadabburi.

Ibnul Qayyim rahimahullah menyatakan, “Apabila engkau ingin memetik manfaat dari Al-Qur’an, maka fokuskan hatimu saat membaca dan mendengarkannya”.

“Pasang baik-baik telingamu dan posisikanlah diri seperti posisi orang yang diajak bicara langsung oleh Dzat yang memfirmankannya”.

“Al-Qur’an ini makin sempurna pengaruhnya bergantung pada faktor pemberi pengaruh yang efektif, tempat yang kondusif, terpenuhinya syarat, terwujudnya pengaruh, dan ketiadaan faktor yang menghalanginya”.

Firman Allah SWT :

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكْرَىٰ لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ

Artinya : “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.” (QS. Qaf : 37).

Dalam ayat lain Allâh SWT berfirman:

 أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

Artinya : Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci? (QS Muhammad 47:24)

Al-Qur’an itu direnungkan, tadabbur ini penting karena dengan tadabbur, kita akan bisa mengambil pelajaran-pelajaran penting hingga Al-Qur’an bisa diamalkan isinya.

Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتۡ قُلُوبُہُمۡ وَإِذَا تُلِيَتۡ عَلَيۡہِمۡ ءَايَـٰتُهُ ۥ زَادَتۡہُمۡ إِيمَـٰنً۬ا وَعَلَىٰ رَبِّهِمۡ يَتَوَكَّلُونَ (٢) ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقۡنَـٰهُمۡ يُنفِقُونَ (٣)أُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ حَقًّ۬ا‌ۚ لَّهُمۡ دَرَجَـٰتٌ عِندَ رَبِّهِمۡ وَمَغۡفِرَةٌ۬ وَرِزۡقٌ۬ ڪَرِيمٌ۬ (٤)

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka [karenanya] dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal, (2)

[yaitu] orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka. (3)

Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki [ni’mat] yang mulia.” (4).  (QS Al-Anfal 8:2-4).

Sesungguhnya penyebab bertambahnya iman mereka ketika mendengarkan al-Qur‘an, yaitu bahwa mereka memberikan pendengaran mereka sepenuhnya kepada al-Qur‘an, menghadirkan hati mereka untuk mentadabburinya, maka saat itulah iman dan keyakinan semakin bertambah.

Karenanya tadabbur Al-Qur’an itu akan melahirkan keinginan untuk melakukan kebaikan. Hanya orang yang berimanlah, yang jika disebutkan nama Allah, gemetar hatinya, adanya rasa takut dalam hatinya.

Rasa takut adalah sebagai bentuk mengagungkan asma Allah. Maka, jika berkeinginan untuk melakukan perbuatan dosa atau maksiat, segara teringat Allah dan takut melaksanakannya.

SEMOGA BERMANFAAT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here