1 Desember 2021

RUU Ekonomi Syariah Harapan Keadilan Bagi Perekonomian Nasional.

Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekonomi Syariah telah diusulkan menjadi Prolegnas (Program Legislasi Nasional) Prioritas tahun 2022.

Rabu 06 Oktober 2021 09:56 WIB

Jakarta-rentaknews.com. Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekonomi Syariah telah diusulkan menjadi Prolegnas (Program Legislasi Nasional) Prioritas tahun 2022 oleh Fraksi PKS dan Komisi XI DPR RI, sehingga masyarakat dapat kembali bernafas lega dan mengapresiasi atas perjuangan Keadilan ekonomi ditengah gencarnya isu ketidakadilan ekonomi yang muncul dari Rancangan Undang-Undang (RUU) HPP (Harmonisisasi Peraturan Perpajakan)
Perjuangan panjang RUU Ekonomi Syariah diharapkan dapat menjadi payung atas undang -undang bernafaskan syariah yang sudah dikeluarkan seperti UU Perbankan Syariah, UU Wakaf , UU Zakat dan undang – undang Jaminan Produk Halal.

Baca Juga :

Selain menjadi payung, RUU Ekonomi Syariah ini juga berfungsi untuk memunculkan undang – undang lain yang dapat mengharmonikan fungsi sosial keuangan Islam lainnya, ujar Hidayatullah Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS dalam keterangannya kepada Media rentaknews.com. selasa (5/10/2021).

RUU Ekonomi Syariah dapat mengubah makna ekonomi Syariah bukan lagi didominasi dengan narasi potensi aset keuangan syariah , seolah masyarakat muslim hanya dijadikan sebagai target pasar.

Dengan RUU Ekonomi Syariah ini kita tidak ingin hanya masyarakat yang dijadikan potensi market saja, namun secara makro dan lebih komprehensif dapat menjadi solusi akan keadilan ekonomi nasional, ujar Ketua departemen SDM BPW Sumbagut DPP PKS ini.

Menurut Hidayatullah perekonomian indonesia saat ini sangat rentan dari ketidakadilan seperti penguasaan ekonomi didominasi oleh segelintir orang.
Kita harus memberikan catatan bahwa ekonomi syariah yang dimaksud adalah ekonomi yang bernafaskan spirit islam yang memastikan tidak adanya penumpukan kekayaan pada satu golongan saja” ujar tokoh ekonomi syariah dan pembina UMKM Sumut ini.

Lebih lanjut Hidayatullah menjelaskan dengan adanya RUU Ekonomi Syariah ini mampu menciptakan Comparative and Compotitive Advantage dengan memanfaatkan SDM – SDA yang berkualitas dan industri
yang berbasis sosial enterprise dimana asas kebermanfaatan bagi pelaku yang terlibat di dalam aktifitas ekonomi.

Yang menjadi pembeda ekonomi syariah yakni manfaat dan sustanablenya, jelas karena orientasi kepada keadilan bukan hitung – hitungan keuntungan saja, karena RUU ini tidak menciptakan industri kapitalistik yang melupakan fungsi sosialnya.

Terakhir kita berharap dukungan masyarakat kedepan, sehingga dalam penyusunan RUU ini nanti benar-benar sesuai dengan cita-cita besar yakni Sila ke Lima dari Pancasila.

Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, mohon dan dukungan semua pihak kawal proses ini sehingga apa yang telah kita harapkan sejak lama dengan lahirnya RUU Ekonomi Syariah dapat terwujud.

Reporter : Abdul Aziz
Editor : Adm.

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram