Drainase horizontal kota, parit-parit ternyata tidak berhasil atasi banjir kota. Sudah saatnya dilakukan terobosan dengan menghantarkan air banjir langsung ke Aquife

Senin 11 Oktober 2021 10:55

IKLAN

Medan-Rentaknews.com. Mengatasi problem banjir di perkotaan sudah bertahun dilakukan .secara klasik melalui drainase horizontal.
Faktanya tidak membawa hasil karena satu sama lain saling berhubungan, sehingga jika ada parit yang tumpat akan menghambat laluan air kesungai.

Penemu gagasan pembuatan sumur laluan Ir. Awaluddin Thayab, M.Sc menawarkan penanggulangan banjir melalui drainase vertikal yang bekerja secara independen menghantarkan air banjir langsung ke Aquifer air tanah melalui sumur laluan yang dirancang multifungsi multiguna jelas Ir. Awaluddin Thayab, M.Sc dosen Fakultas Teknik Mesin USU kepada Pimpinan media rentaknews.com. Abdul Aziz saat melakukan kegiatan jalan sehat bersama Pengurus MW KAHMI SUMUT di komplek Tasbi blok OO Ahad (10/10/2021).

Foto Bersama Awaluddin A Thayab (Ludhy) bersama pimpinan Rentaknews Abdul Azis dan Sahabat MW Kahmi Sumut

Dijelaskan, Awaluddin, sumur laluan ini berbeda dengan sumur resapan karena tidak saling tergantung pada porositas dan permeabilitas tanah permukaan yang memerlukan waktu peresapan air oleh permukaan tanah.

Hal ini umumnya terjadi di kota-kota besar, dimana laju pembangunan kota tidak di desain dengan konsistennya penegakan peraturan – peraturan koefisien dasar bangunan selalu dilanggar.

Well Development (Pengembangan sumur) kemampuan sumur laluan sangat ditentukan oleh proses pengembangan sumur.

Ada beberapa Keunggulan sumur laluan,

  1. Tidak tergantung pada Porositas dan Permeabilitas tanah permukaan yang kadangkala selalu menjadi faktor penghambat meresapnya air banjir kedalam tanah.
  2. Tidak memerlukan waktu peresapan yang tidak jarang cepat jenuh di kedalaman +/- 20 meter, tergantung lithologi kedalaman aquifer air tanah tidak tertekan.
  3. Air banjir langsung dihantarkan kedalam tanah / Aquifer, ibarat jalan toll bebas hambatan.
  4. Multifungsi dapat dibuat dimana saja, jika sumur laluan mengalami kendala, tidak mempengruhi sumur laluan yang lain.
    Penting bagi daerah perkotaan, tidak akan menimbulkan Liquifaksi/ pembuburan pada lapisan tanah permukaan yang karakteristiknya Luvial dan Alluvial dengan pola aliran sendimentasi, yang bisa merobah struktur tanah dan mengurangi daya dukung tanah akibat suply air secara terus menerus.
  5. Dibuat per cactment area/ daerah banjir.
  6. Selanjutnya sifat sumur laluan sebagai drainase vertikal.

Konsep sumur laluan sangat independen perkawasan /cluster yang banjir, tidak tergantung pada drainase horizontal / parit -parit dan sungai-sungai yang dari dulu tidak pernah menyelesaikan persoalan banjir.

Drainase horizontal kota parit-parit ternyata tidak berhasil atasi banjir kota.
Sudah saatnya dilakukan terobosan dengan menghantarkan air banjir langsung ke Aquifer / lapisan air bawah tanah melalui sumur -sumur laluan.
Prinsip kerja sumur laluan sangat efektif1 dan sangat berbeda dengan prinsip kerja sumur resapan yang sangat tergantung pada Porositas dan Permeabilitas batuan pada permukaan tanah.

Sumur laluan dirancang Multifungsi, ketika banjir berfungsi sebagai sumur laluan vertikal pengiriman air banjir ke lapisan – lapisan Aquifer air tanah.

Dalam kondisi tidak ada hujan berfungsi sebagai air siraman bagi Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota.

Saat terjadi kebakaran berfungsi sebagai Hydrant/ sumber air bagi Dinas Kebakaran kota
Dan terakhir sebagai penambah /penyeimbang debit air tanah yang banyak dihisap oleh sumur – sumur bor industri maupun penduduk.

Reporter: Abdul Aziz
Editor: Adm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here