9 Desember 2021

Masjid Sebagai Sentral Kekuatan Umat

Serach Google. Masjid sebagai kekuatan umat

Jum’at 15 Oktober 2021 11:04 WIB

Medan-Rentaknews.com. Sesungguhnya Masjid merupakan Baitullah, didalamnya aktifitas ibadah dapat dikerjakan dengan pahala yang lebih bernilai, di dalamnya kita bersujud dihadapan Allah SWT, berdo’a dan senantiasa menyebut nama-Nya.

Allah SWT berfirman:

اِنَّمَا يَعْمُرُ مَسٰجِدَ اللّٰهِ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَاَ قَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَ وَلَمْ يَخْشَ اِلَّا اللّٰهَ فَعَسٰٓى اُولٰۤئِكَ اَنْ يَّكُوْنُوْا مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ

Artinya: “Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan sholat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS. At-Taubah 9:  18)

Allah SWT memuliakan serta mengangkat derajat orang-orang yang datang memakmurkan serta mengikatkan dirinya dengan masjid.

Adapun kata “memakmurkan” adalah salah satu arti dari sebuah kata dalam bahasa Arab yaitu ( عَمَرَ – يَعْمُرُ -عِمَارَةً ) yang juga memiliki banyak arti lain di antaranya: menghuni (mendiami), menetapi, menyembah, mengabdi (berbakti), membangun (mendirikan), mengisi, memperbaiki, mencukupi, menghidupkan, menghormati dan memelihara.

Baca Juga :

Sesungguhnya memakmurkan masjid adalah bagian terbesar untuk taqarub kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di antara bagian dari memakmurkan masjid adalah membangun, membersihkan, merawat, sholat, i’tikaf, mengajarkan ilmu-ilmu yang bermanfaat, membaca Al-Qur’an serta belajar dan mengajarkannya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

 وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا “

Artinya :Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah” (QS Al-Jin 72 :18)

Sebagai bentuk memuliakan masjid, maka bagi setiap laki-laki datang dan memakmurkannya setiap panggilan sholat berkumandang.

Setiap Muslim (khususnya kaum laki-laki) wajib memakmurkan masjid-masjid Allah dengan berbagai ibadah dan ketaatan, karena padanya ada keutamaan.

Dan Allah memberi predikat bagi orang-orang yang memakmurkan masjid-masjidNya sebagai orang-orang mukmin.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 «أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللهُ بِهِ الْخَطَايَا، وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ؟  قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ: «إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ، وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ، وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ، فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ

“Artinya : Maukah aku tunjukkan kepadamu sesuatu yang menyebabkan Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan dan mengangkat derajat ..? para shahabat menjawab ; Ya wahai Rasulullah, beliau bersabda, “Menyempurnakan wudlu meski dalam keadaan susah dan banyak-banyak mendatangi masjid, menunggu shalat setelah shalat…. itulah ribat, itulah ribat, itulah ribat” (HR Muslim 1/219 no 251)

Memakmurkan masjid dengan cara meramaikannya dengan berbagai aktifitas dakwah, membangun kekuatan umat serta meningkatkan kualitas ikatan silaturahim sesama saudara muslim lainnya.

Keutamaan orang-orang yang menghidupkan masjid-masjid dengan dzikrullah dan mengajak manusia kepada jalan-Nya.

Sedangkan shalat, khususnya shalat fardhu berjama’ah, di dalam masjid memiliki keutamaan yang besar.

Rasulullah SAW  shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

(( من توضأ للصلاة، فأسبغ الوضوء، ثم مشى إلى الصلاة المكتوبة، فصلاها مع الناس –أي: مع الجماعة في المسجد-؛ غفر الله له ذنوبه ))

Artinya : “Barangsiapa berwudhu untuk shalat, lalu dia menyempurnakan wudhunya, kemudian berjalan menuju shalat fardhu, lalu dia shalat bersama manusia –yakni bersama jama’ah di masjid-, niscaya Allah ampuni dosa-dosanya.” (HR. Muslim)

Sesungguhnya shalat berjama’ah itu pahalanya berlipat ganda, dua puluh lima atau dua puluh tujuh derajat dibandingkan dengan shalat bersendiri.

Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

(( صلاة الجماعة تفضل من صلاة الفذ بسبع وعشرين درجة ))

Artinya : “Shalat berjama’ah itu lebih baik 27 kali lipat daripada shalat bersendiri.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar – رضي الله عنهما -)

Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan di dalam Shahihnya :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَحَبُّ الْبِلَادِ إِلَى اللَّهِ مَسَاجِدُهَا وَأَبْغَضُ الْبِلَادِ إِلَى اللَّهِ أَسْوَاقُهَا

Artinya : Dari Abu Hurairah -radhiyallahu’anhu- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bagian negeri yang paling Allah cintai adalah masjid-masjidnya, dan bagian negeri yang paling Allah benci adalah pasar-pasarnya.” (HR. Muslim).

Bagaimana Allah SWT memberikan imbalan bagi orang-orang yang membangun masjid, sebagaimana sabda Rasululullah SAW, riwayat Utsman bin Affan RA,

عَنْ عُثْمَانِ بْنَ عَفَّانَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ فِي الْجَنَّةِ مِثْلَهُ

Artinya : Dari Utsman bin Affan -radhiyallahu’anhu- dia berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang membangun masjid ikhlas karena Allah maka Allah akan membangunkan baginya yang serupa dengannya di surga.” (HR. Muslim)

Adapun bila seseorang membangun masjid dengan tujuan ingin dipuji oleh manusia atau hanya untuk berbangga-banggaan semata maka ia tidak akan memperoleh keutamaan ini. Dan jika hal ini merajalela di tengah-tengah manusia maka itu salah satu pertanda dekatnya hari kiamat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

( لا تقوم الساعة حتى يتباهى الناس في المساجد ))

Artinya : “Tidaklah kiamat akan tegak sehingga manusia berbangga-banggaan dalam (membangun) masjid-masjid.”  (HR. Ahmad, Abu Daud Ibnu Majah)

Susungguhnya masjid merupakan kekuatan umat. Dari masjid kita hidupkan dakwah agar umat dapat menempuh jalan yang diridhoi  Allah SWT.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan hidayah-Nya, membersihkan qolbu, menjadikan kita hamba yang mampu memakmur masjid, menimba ilmu, serta menghidupkan silaturahiem bersama Jama’ah.

Penulis : TI Abdullah

Editor : Adm

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram