9 Desember 2021

MUI Medan Gelar Seminar Penguatan Politik Islam Dihadiri, H.Muhammad Nuh Anggota DPD RI.

MUI Kota Medan menggelar seminar Penguatan Politik Islam di Kota Medan.

Jum’at 15 Oktober 2021 09:26 WIB

Medan-Rentaknews.com. MUI Kota Medan kembali menggelar seminar tentang Penguatan Politik Islam di Kota Medan” kamis (14/10/2021) di Aula Lantai II, Jln. Nusantara Medan. Pelaksanaan seminar digagas oleh Komisi Siyasah, Syariah dan Kerjasama antar Lembaga MUI Kota Medan.

Dalam seminar ini ada 3 narasumber, yaitu Ketua Umum MUI Kota Medan, Dr. H. Hasan Matsum, M. Ag, Anggota DPD RI dapil Sumut, H. Muhammad Nuh, MSP dan Dr. Zulham, S. HI. M. Hum dosen FSH UIN SU Medan.

Ketua MUI Kota Medan Dr. Hasan Matsum sebelum membuka seminar, “menurutnya, MUI bertanggung jawab atas penguatan politik umat. Untuk itu para ketua MUI kecamatan di himbau untuk mengarahkan umat serta mendidik umat. Jangan ada lagi yang mengatakan tidak boleh ada politik di Masjid, sebaliknya justeru politik itu wajib sebagaimana di zaman Rasulullah SAW dulu juga berpolitik, bahkan berperang untuk memenangkan politik dalam pengertian yang sangat luas.”lanjut Hasan Matsum.

” Bila umat tidak dididik masuklah pemikiran – pemikiran yang sesat yang mempengaruhi fikiran umat islam agar tidak mencampur adukkan politik dengan agama, sebab politik dianggap kotor dan bertentangan dengan ajaran agama. Sekarang ini pemikiran seperti itulah yang harus kita hapuskan dari umat. ” ujarnya lagi.

Baca Juga :

Umat Islam harus berpolitik dan terjun langsung agar tidak dipimpin dan dikuasai oleh orang-orang zholim, untuk itu menjadi tugas para pengurus MUI Kecamatan mengembalikan keyakinan dan kepercayaan umat Islam di dalam bingkai politik. Agar masyarakat terlibat dan mau berpolitik demi kemajuan dan kebesaran Islam.

“Kita semua bertanggung jawab mencerdaskan umat dalam siyasah. Namun tidak serta merta menjadi salah satu pendukung partai politik ataupun masuk dalam partai politik sebab MUI disemua level adalah tenda besar umat Islam,” ujarnya.

Narasumber selanjutnya H. Muhammad Nuh, MSP menyampaikan Islam sebagai agama tidak terlalu banyak masalah contoh pengangkatan khalifah sesudah Rasulullah wafat dengan berbagai cara seperti cara aklamasi, voting (formatur) dan lain sebagainya, Nuh melanjutkan yang perlu menjadi catatan kita bersama tentang pernyataan Samuel Hutington yang perlu dicermati:

  • Sebagai kajian objektif pakar sejarah politik, bahwa timur (terutama Islam) pernah menguasai barat. Sebagai contoh Islam berkuasa di Andalusia, Spanyol selama 781 tahun.
  • Peringatan bagi barat ( Amerika dan Eropa) yang kini menguasai dunia, agar jangan lalai dengan Timur (terutama Islam). Meski kini lemah dan dapat dikendalikan, tapi kaum muslimin pernah dan memungkinkan menjadi penguasa dan berkuasa.
  • Provokasi, kalau ada gejala menguat, khususnya di bidang politik, segera ambil tindakan.
  • Pengalaman Raja Faishal dari Saudi Arabia, yang pernah menggerakkan embargo minyak bagi negara – negara yang mendukung Israel dalam menghadapi negara-negara Arab.

Pernyataan Nuh ini bisa menjadi masukan berharga buat kita mengambil peran politik demi kejayaan umat.

Sebelumnya Pamonoran Siregar, M. Pd.I dalam sambutannya sebagai ketua panitia menyampaikan, seminar ini dilaksnakan melihat perpolitikan umat Islam saat ini sangat lemah, umat Islam belum medapatkan tempat yang layak baik di Indonesia maupun secara Internasional, walaupun menjadi penduduk mayoritas, tapi umat Islam tertindas dalam ketidak berdayaan.

Peserta seminar dari seluruh MUI Kecamatan, pengurus harian Majelis Ulama serta ormas Islam

Untuk itu lanjutnya politik sangat penting bagi umat islam, karena tidak ada urusan apapun dimuka bumi ini yang tidak terlepas dari politik. Umat Islam harus mengambil peran dalam perpolitikan agar tidak tertindas dan dipimpin oleh orang-orang zholim.

Peserta seminar berasal dari seluruh MUI Kecamatan sekota Medan, pengurus harian Majelis Ulama Kota Medan serta ormas – ormas Islam.

Reporter : Abdul Aziz
Editor: Adm.

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram