Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prov.Sumut melalui Bidang Ukhuwah Islamiyah menggelar Kegiatan Pelatihan Kader Penggerak Ukhuwah Islamiyah.

Ahad 17 Oktober 2021, 11:10 WIB

IKLAN

Medan-Rentaknews.com. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut melalui Bidang Ukhuwah Islamiyah menggelar Kegiatan Pelatihan Kader Penggerak Ukhuwah Islamiyah mengangkat Tema” Melahirkan Generasi Muda Islam Sebagai Kader Penggerak Ukhuwah Islamiyah Dalam Membangun Kerukunan di Sumatera Utara bertempat di Hotel Grand Inna Dharma Deli Jln. Balai Kota no. 2 tanggal 15 – 16 Oktober 2021.

Acara dibuka Ketua MUI Sumut Dr. Maratua Simanjuntak, dalam sambutan beliau menyampaikan bahwa MUI disemua level adalah tenda besar umat Islam, menjaga ukhuwah, merajut komponen anak bangsa
Menjaga keutuhan dan persatuan umat.

Dalam momen ini MUI sebagai tenda besar umat diungkapkannya, “beberapa tahun ini bangsa kita selalu dihadapan dengan isu-isu agama yang membuat perpecahan umat, padahal sama-sama ciptaan Allah SWT”. Lebih lanjut Dr. Maratua berpesan kepada para peserta,”pelatihan ini agar hendaknya jadi pelopor ukhuwah dalam membangun bangsa dan umat,” ujarnya lagi.

Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari dengan 5 orang Narasumber. Pada hari pertama dilaksanakan penyampaian 3 materi, pertama oleh Dr. H. Abdul Rahim, M. Hum. Menyampaikan materi : Peran Pemuda Islam sebagai Kader Penggerak Ukhuwah Islamiyah dalam mewujudkan Kerukunan di Sumatera Utara.

Generasi Muda Islam Sebagai Kader Penggerak Ukhuwah Islamiyah Dalam Membangun
Kerukunan di Sumatera Utara

Pemateri kedua disampaikan oleh Dr. H. AzHari Akmal Tarigan, M. Ag
Dengan materi, Islam Rahmatan Lil Alamin Sebagai Pondasi Ukhuwah Islamiyah.
Serta Pemateri terakhir pada hari pertama disampaikan oleh Dr. Zulham, M. Hum dengan materi, Tantangan Masa Depan Pemuda Islam dalam. Mrmbangun Ukhuwah Islamiyah

Dihari kedua adalah hari terakhir pelaksanaan pelatihan ini diisi dua Narasumber :Dr. Irwansyah sebagai Pemateri pertama menyampaikan, Implementasi Ukhuwah Islamiyah di Sumatera Utara dalam tinjauan Sosiologi dan Hukum.

“Tugas kita di bumi Allah ini hanya mengabdi dan beribadah kepada Allah SWT, Allah memberi nafas kehidupan kepada kita, untuk itu kita mengemban tugas memberi pencerahan kepada umat, dapat memberikan solusi dan hadir untuk menyelesaikan persoalan keumatan.” sebutnya.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri dan tidak bisa besar sendiri pasti ada campur tangan orang lain kita harus saling ta’aruf dan saling ta’fahum,” ujar Irwansyah.

Materi ke lima,materi terakhir yang disampaikan Narasumber, Dr Muhammad Yafiz, M. Ag. Membangun Kekuatan Ukhuwah Islamiyah Melalui Ekonomi Syariah.

Dekan Febi UINSU ini memberikan stressing bagaimana menjalin persaudaraan yang saling menguatkan (aktif bukan fasif). Dijelaskan ada 4 aspek pruduktivitas Ukhuwah Islamiyah, pertama, Aspek Keagamaan (Diniyah), kedua, aspek Pendidikan ( Tarbiyah),
yang ketiga, aspek politik atau siyasah. Dan terakhir aspek ekonomi (iqtishadiyah).

Berbicara tentang ekonomi syariah Ulama besar Ibnu Mubaraq ini adalah wasilah kita untuk taat kepada Allah SWT. Hafiz melanjutkan bisnis sama pentingnya dengan Tauhid.
Banyak terminologi bisnis digunakan Allah dalam interaksi di dalam Al Qur’an tentang bisnis (teologi perdagangan).

Terakhir Ketua Bidang Ukhuwah Islamiyah, Dr. Abdul Rahim dihadapan perwakilan unsur organisasi Kepemudaan Islam menyampaikan program pelatihan kader penggerak tidak berakhir sampai disini. Kami sudah mengagendakan program seperti ini menjadi program yang sustainable hingga 2025,” ujar Rahim pada acara penutupan.

Reporter: Abdul Aziz
Editor : Adm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here