Meneladani Nabi kita Muhammad Rasulullah SAW harus bersama - sama mewujudkan politik Islam yang rahmatan lil alamin.

Selasa 19 Oktober 2021 20:45

IKLAN

Medan-Rentaknews.com. Berulang kali kita memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad saw, berulangkali pula kita terpesona dengan sifat dan kepribadian beliau.

Mahaguru macam manakah beliau? Beliau yang tak ubahnya sebagai telaga yang dalam, yang penuh dengan kebesaran, kejujuran dan ketinggian akhlak. Muhammad SAW, putra Abdullah utusan Allah kepada umat manusia. Rasulullah dilahirkan untuk Rahmatan Lil Alamin untuk seluruh umat manusia yang mengikuti risalahnya.

Beliau menyampaikan,” sesuatu yang terkait kehidupan kita, yang sebelumnya kita tidak tahu, Allah utus beliau untuk kita semua,” ujar H. Hidayatullah, SE, memulai ceramahnya. Bertempat di Masjid Baiturrahman komplek Johor Indah Permai 1 dilaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw usai sholat subuh berjamaah pada selasa pagi (19/10/2021).

Berbincang dan makan bersama usai acara Maulid Nabi SAW

Diawali tilawah Al-Qur’an oleh Qori Muhammad Jamil. Peringatan Maulid Nabi besar Muhammad saw diprakarsai BKM Masjid Baiturrahman yang di ketuai Ust. Salman Alfarisi LC. MA, Ketua Harian Abdul Karim dan pengurus lainnya.

Dalam ceramahnya H. Hidayatullah, fitrah manusia ingin senang, untuk mencapai kesenangan dijelaskannya tahapan – tahapan kehidupan hingga alam akhirat.
Seperti kita ketahui bersama karakter dunia adalah kehidupan yang menipu.
Ajaran yang dibawa Rasulullah adalah konsep yang bisa dicapai oleh semua orang untuk mencapai kesenangan hidup di dunia dan kesenangan hidup di akhirat.
Kuncinya ujar Hidayatullah Qur’an Surah Ali Imran ayat 102: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar – benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.”

Meneladani Nabi kita harus bersama – sama mewujudkan politik Islam yang rahmatan lil alamin. Dalam kesempatan ini saya sebagai wakil rakyat yang saat ini diamanahi di komisi XI DPR RI dari FPKS berkewajiban menyampaikan kepada masyarakat kondisi negara kita yang carut marut. Bayangkan satu persen rakyat Indonesia mengusai tanah 68 persen sedangkan petani Indonesia untuk punya 1/ 2 Ha pun sulit. Terpampang ketidak adilan di depan mata kita. Belum lagi utang negara yang terus menumpuk.

Seharusnya pemerintah dalam membuat kebijakan hendaknya berpihak kepada rakyat. Diakhir ceramahnya Hidayatullah optimis doa-doa hamba Allah yang ikhlas dan sholeh tentunya akan membawa perubahan bagi bangsa Indonesia, ujar Hidayatullah.

Reporter: Abdul Aziz
Editor: Adm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here