1 Desember 2021

Peringatan BMKG Waspada Datangnya La Nina Curah Hujan Bisa Mencapai 70 % diatas Normal.

BMKG menyampaikan peringatan dini waspada terhadap kedatangan La Nina menjelang akhir tahun ini.

Rabu, 20 Oktober 2021 10:00 WIB

Jakarta-Rentaknews.com. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menyampaikan peringatan dini waspada terhadap kedatangan La Nina menjelang akhir tahun ini.
Berdasarkan monitoring BMKG terhadap perkembangan terbaru dari data suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur, saat ini nilai anomali telah melewati ambang batas la nina.

Apa itu La Nina. La Nina berasal dari bahasa Spanyol yang berarti anak perempuan.
La Nina adalah fenomena yang berkebalikan dengan El Nino. Ketika La Nina terjadi, Suhu Muka Laut (SML) di Samudra Pasifik bagian tengah mengalami pendinginan dibawah kondisi normalnya.

Sedangkan El Nino adalah fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) diatas kondisi normalnya yang terjadi di Samudra Pasifik bagian tengah (red)

Search Google Kondisi la-Nina intensitas lemah atau sedang.

Kondisi ini berpotensi untuk terus berkembang kita harus bersiap menyambut kehadiran la nina 2021/2022 yang diperkirakan akan berlangsung dengan intensitas lemah sedang, di prediksi hingga bulan Pebruari 2022 ungkap Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam siaran pers selasa (19/10/2021).

Mengacu kejadian la nina tahun 2020 hasil kajian BMKG menunjukkan, curah hujan mengalami peningkatan pada November, Desember dan Januari terutama di wilayah Sumatera bagian selatan dan Sulawesi bagian Selatan.

La Nina tahun ini diprediksi relatif sama dan akan berdampak pada peningkatan curah hujan bulanan berkisar antara 20% – 70% diatas normalnya ” ungkap Dwikorita.

Dengan adanya peningkatan intensitas curah hujan pada periode musim hujan tersebut, Dwikorita mengungkapkan, perlu kesiapsiagaan terhadap potensi curah hujan tinggi yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.

Waspada Bencana Termasuk Badai Tropis

BMKG mengingatkan pemerintah daerah, masyarakat dan semua pihak terkait agar bersiap untuk melakukan langkah pencegahan dan mitigasi terhadap peningkatan potensi hidrometeorologi, seperti banjir longsor, banjir bandang, angin kencang atau puting beliung bahkan badai tropis.

Menurut BMKG sebagian wilayah Indonesia yang memasuki musim hujan mulai Oktober, pada akhir Desember nanti diperkirakan lebih 96 % wilayah Indonesia memasuki musim hujan.

“Pada periode peralihan musim ini perlu waspada fenomena cuaca ekstrem yang sering muncul seperti hujan lebat, angin puting beliung, angin kencang, meskipun periodenya singkat tapi sering memicu terjadinya bencana hidrometeorologi,” ungkap Dwikorita.

Urip Haryoko, Plt. Deputi Bidang Klimatologi saat dihubungi pimpinan media Rentaknews.com. Abdul Aziz menyampaikan, “perlu kewaspadaan dalam menghadapi musim hujan, selain wilayah-wilayah yang langganan atau berpotensi banjir dan longsor, perlu kewaspadaan pada periode puncak musim hujan. BMKG memprediksi akan terjadi pada bulan Januari dan Pebruari 2022,” pungkas Urip.

Reporter : Abdul Aziz
Editor: Adm.

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram