9 Desember 2021

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut Melaksanakan Seminar Nasional Islam Rahmatan Lil Alamin.

Seminar Nasional Pemuda Islam dengan mengangkat Thema" Membangun Sinergi pemuda Islam Sumatera Utara.

Sabtu 23 Oktober 2021 22:00 WIB

Medan-Rentaknews.com. Dipenghujung tahun 2021, MUI Provinsi Sumatera Utara melalui Bidang/Komisi Ukhuwah Islamiyah kembali melanjutkan program pembinaan umat melalui kegiatan Seminar Nasional Pemuda Islam dengan mengangkat Thema” Membangun Sinergi pemuda Islam Sumatera Utara Dalam Memperkuat Nilai Islam Rahmatan Lil Alamin, bertempat di Madani Hotel, sabtu 16 Rabiul Awal 1443 H/ 23 Oktober 2021 M.

Dalam sambutan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera utara, Dr. Maratua Simanjuntak pertama sekali saya mengapresiasi Kepada Ketua Bidang Ukhuwah, Dr. Abdul Rahim, M. Hum, Drs. H. T. Darmansyah, MA Ketua Komisi dan seluruh panitia penyelenggara yang telah berperan aktif dalam seminar ini.

Selanjutnya Dr. Maratua Simanjuntak memaparkan, “bahwa MUI menjadi partner pemerintah, ada dua kelompok manusia (umat) yang ada di dunia ini apabila 2 kelompok ini baik maka baiklah dunia ini, apabila tidak sejalan maka rusaklah dunia ini yaitu Ulama dan Umara,” jelas ust. Maratua.

Warasatul Anbiya adalah Al-Ulama bersinergi dengan pemerintah, tanggung jawab MUI dan pemerintah sejajar, MUI memelihara umat memelihara Akidah, memelihara ibadah, memelihara muamallah dan Siyasah umat.

Beliau melanjutkan MUI didirikan untuk memberikan bimbingan dan nasehat kepada pemerintah. Dengan tegas Dr. Maratua menyampaikan ancaman yang kita hadapi sekarang adalah paham Atheis, ancaman ini perlu menjadi perhatian kita semua.
Kita lihat sekarang paham atheis telah menyusup kepada anak – anak kita, banyak pemuda – pemuda islam tidak bisa membaca Al-Qur’an menjauhkan Islam dari umatnya.

MUI Sumut melalui Bidang Ukhuwah Komisi Ukhuwah Islamiyah berupaya membuat kegiatan yang selaras, agar generasi muda tidak mudah terpengaruh, menciptakan genenarsi qawiyyun fil akidah kuat dalam akidah.
Qowiyyan fil Iradah, kuat dalam cita-cita serta tidak memandang enteng Syariah Islamiyah.
Lanjut Maratua amal itu ada tiga: Bil Maal (Harta),Bil Hal (berbuat contoh teladan)
Bil Qaul (perkataan). Terakhir Dr. Maratua Simanjuntak mengapresiasi kepada Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi pada hari santri Nasional memakai sarung sesuai tradisi pesantren.

Sebelumnya Drs. H. M. Hatta Siregar, SH. M. Si menyampaikan laporan penyelenggaraan kegiatan seminar ini. Prof. Dr. H. Hasan Bakti Nasution, MA sebagai narasumber menyampaikan materi pertama: Membangun Sinergi Pemuda Islam Sumatera Utara Dalam Memperkuat Nilai Islam Rahmatan Lil Alamin dipandu Moderator, Dr. H. muhammad Yafiz M. Ag.

Prof. Dr. H. Hasan Bakti Nasution mengatakan , bahwa pemuda hari ini adalah tokoh masa depan (Syubban al-yawn) Rijal al- ghad) adalah gambaran betapa besar peran pemuda hari ini. Peran besar itu bukan anugerah (giving) tapi direbut dan diperjuangkan sesuai dengan semangat. Pemuda dalam memperkuat nilai islam dalam pengertian yang luas. Pemuda sejatinya adalah aktivis, tetapi rajin beribadah, pejuang di siang hari ahli ibadah di malam hari.

“Perubahan adalah suatu keniscayaan, sungguh dunia terus berputar (innaz – zaman qad istadara)” ujar Rasulullah saw. Disampaikan beliau pada Haji Wada’

Hasan Bakti melanjutkan, “dalam Majmu’atu Rasa’il Hasan Al Banna menyampaikan hendaklah kalian saling Ta’aruf, Takaful dan Tafahum, beliau melanjutkan saya salah seorang yang mengidolakan Hasan Al Banna,” ujarnya.

Narasumber kedua, disampaikan Dr. H. Ardiansyah, Lc, MA. Materi yang disampaikan adalah: Menciptakan Generasi Islam Milenial yang Memegang Teguh Prinsip Ukhuwah Demi Menggapai Kesuksesan. Materi kedua ini dipandu oleh Moderator, Dr. Irwansyah, MA.

Dr. Ardyansyah menyampaikan, “5 langkah strategis yakni : Mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat aktifitas dan penguatan ekonomi. Membimbing umat agar cerdas dan cakap. Menanamkan pendidikan Islam. Membekali umat islam dengan ketrampilan dan kemampuan berbagai bahasa asing dalam menghadapi persaingan global. Membekali dengan pemikiran yang positif, etos kerja, enterpreneurship dan menjauhkan mereka dari bahaya narkoba dan maksiat lainnya.”

“Lebih lanjut, ” ujar Ardiansyah kita harus belajar dengan peristiwa di Andalusia Spanyol, kita tidak mau sejarah kelam Andalusia terulang di Indonesia.

“Oleh karena itu belajarlah dari sejarah, jangan terpaku dengan nostalgia masa lalu untuk itu berbuatlah untuk sekarang dan masa depan kita. Selanjutnya rencana dan tindak lanjut dalam seminar nasional ini terbentuknya Forum Organisasi Kepemudaan Islam Rahmatan Lil Alamin (FIKIR) diketuai Ahmad Riyansyah,’ ujarnya lagi.

Diakhir seminar nasional Drs. H. T. Darmansyah menyampaikan, “bahwa Komisi Ukhuwah Islamiyah baru terbentuk di kepengurusan MUI Sumut masa jihad 2020 – 2025, namun begitu lanjut Darmansyah sudah terlaksana dengan baik 4 kegiatan program kerja termasuk seminar hari ini,” tegasnya.

Seminar Nasional ini diikuti oleh MUI Zona I ( Medan, Binjai dan Deli Serdang) serta 25 ormas Kepemudaan Sumatera Utara ujar Darmansyah

Reporter: Abdul Aziz
Editor : Adm

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram