Erdogan mengatakan Turki akan tarik kembali uang pembelian jet senilai USD1,4 miliar.

Erdogan mengatakan Turki akan tarik kembali uang pembelian jet senilai USD1,4 miliar

Jumat 22 Oct 2021 19:10 WIB

IKLAN

ANKARA-Rentaknews.com. Turki bertekad untuk mendapatkan kembali USD1,4 miliar utang dari Amerika Serikat (AS) terkait pembelian jet F-35 yang tak pernah diserahkan oleh AS kepada Turki, kata Presiden Recep Tayyip Erdogan.

“Kami akan memperoleh kembali USD1,4 miliar dengan satu atau cara lain,” kata Erdogan kepada wartawan di pesawat saat dalam perjalanan kembali ke Ankara dari Afrika.Baca Juga

Presiden Erdogan menambahkan bahwa menteri pertahanan Turki dan menteri pertahanan AS telah membahas masalah tersebut.

Dia yakin langkah-langkah positif akan diambil, kata Erdogan, seraya menambahkan masalah itu akan dibahas dengan Presiden AS Joe Biden selama pertemuan G20 akhir pekan ini di Roma. “Kami tidak akan membiarkan siapa pun menyalahgunakan hak-hak Turki,” tambah presiden.

Pada 2017, ketika upayanya yang berlarut-larut untuk membeli sistem pertahanan udara Patriot dari AS terbukti tidak membuahkan hasil, Turki menandatangani kontrak dengan Rusia untuk membeli sistem pertahanan S-400. Tahun lalu AS menangguhkan Turki dari program jet F-35.

Turki menekankan bahwa S-400 tidak akan diintegrasikan ke dalam sistem NATO dan tidak menimbulkan ancaman bagi aliansi atau persenjataannya.

Ancaman kelompok teror FETO di Afrika

Pada kunjungannya minggu ini ke Angola, Togo, dan Nigeria, Erdogan menekankan upaya Turki untuk menjalin kesamaan dengan negara-negara Afrika melawan ancaman Organisasi Teroris Fetullah (FETO), kelompok di balik kudeta yang dikalahkan 2016 di Turki.

Dia menambahkan Yayasan Maarif Turki mengakuisisi puluhan sekolah di Afrika yang merupakan bukti bahwa kelompok teror FETO perlahan-lahan runtuh di benua itu.

Yayasan Maarif Turki, didirikan setelah kudeta yang gagal untuk mentransfer sekolah yang berafiliasi dengan FETO ke badan yang bertanggung jawab, telah mengambil alih 216 sekolah yang terkait dengan FETO di 19 negara, kata Erdogan. Menyatakan kelompok teror itu masih ada di Nigeria, Erdogan menyinggung pertemuannya dengan Presiden negara itu Muhammadu Buhari.

Erdogan mengatakan mereka merevisi hubungan bilateral antara Turki dan Nigeria selama pertemuan dan menandatangani perjanjian untuk memperkuat kerja sama. Kedua pemimpin juga membahas kemungkinan Turki mengambil alih universitas yang berafiliasi dengan FETO dan rumah sakit di Nigeria.

FETO dan pemimpinnya yang berbasis di AS Fetullah Gulen mengatur kudeta yang gagal pada 15 Juli 2016, yang menyebabkan 251 orang tewas dan 2.734 terluka. Ankara menuduh FETO berada di belakang kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi ke lembaga-lembaga Turki, khususnya militer, polisi, dan peradilan.

  • Sumber Berita : https://www.republika.co.id/berita
  • Editor : Adm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here