7 Desember 2021

Rangkayo Hj. Rasuna Said, Pejuang Tokoh Emansipasi.

Rasuna mengenyam pendidikan Islam di pesantren, dan pernah menjadi satu - satunya santri perempuan.

Selasa 02 Nopember 2021 08:30 WIB


Serial Hari Pahlawan

Medan-Rentaknews.com. Masyarakat Jakarta pasti tidak asing dengan nama Jln. HR Rasuna Said yang terletak di sepanjang Kuningan hingga Setiabudi Jakarta Selatan.
Beliau yang bernama lengkap Rangkayo Hj. Rasuna Said lahir di Maninjau, Kabupaten Agam Sumatera Barat tanggal 14 September 1910.

Rasuna Said adalah pendidik, tokoh politik, pejuang wanita dan kemerdekaan, gigih memperjuangkan persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, ia dikenal sebagai sosok berkemauan keras dan berpengatahuan luas.

Sejak kecil Rasuna telah mengenyam pendidikan Islam di pesantren, dan pernah menjadi satu – satunya santri perempuan. Perempuan yang selalu mengenakan kerudung ini, sangat memperhatikan pendidikan bagi kaum perempuan di ranah minang. Rasuna Said adalah salah satu tokoh pendiri Persatuan Muslimin Indonesia (PERMI).

Dizaman penjajahan Belanda pidato – pidatonya yang menentang pemerintah Hindia Belanda. Rasuna Said sering berpidato ditengah masyarakat yang isinya pesan anti kolonialisme secara terbuka dan tajam. Hal ini membuat Rangkayo Hj Rasuna Said menjadi wanita pejuang pertama yang terkena hukum Speechdelict yaitu hukum yang ditujukan pada orang-orang yang berbicara menjelek-jelekkan atau mendesak pemerintah Belanda di depan umum, mengantarkannya ke penjara pada tahun 1932.

Di awal kemerdekaan Hj Rasuna Said mewakili Sumatera Barat di KNIP, pada masa perang kemerdekaan beliau terlibat Front Pertahanan Nasional.
Setelah Proklamasi Kemerdekaan, ia diangkat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Serikat (DPR RIS). Kemudian menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung setelah Dekrit Presiden 5 Juli 1959 hingga akhir hayatnya.

Wafat di Jakarta 2 November 1965, Rasuna Said diangkat jadi pahlawan Nasional oleh Presiden Soeharto melalui Kepres No.084/TK/ Tahun 1974, tanggal 13 Desember 1974.

Reporter : Abdul Aziz
Editor: Adm

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram