Aziz Chan, Peran dan Kiprah Perjuangannya.

Rabu 03 Nopember 2021 10:30 WIB

IKLAN

Medan – Rentaknews.com. Bagi warga kota Padang khususnya, terlebih generasi tua sangat mengenal sosok Bagindo Aziz chan beliau adalah pemimpin Revolusioner asal Padang Sumatera Barat. Nama beliau di abadikan di beberapa Kota seperti padang dan Bukit Tinggi, bahkan gedung pertemuan Bagindo Aziz Chan masih berdiri hingga saat ini. Beliau memiliki sikap pemberani, konsisten dalam bertindak, dan tidak gentar menghadapi musuh.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan, ia ditunjuk sebagai Wakil Walikota Padang.
Bagindo Aziz Chan lahir di kampuang Alang Laweh Padang, 30 September 1910. Anak dari pasangan Bagindo Montok dan Jamilah. Keluarga Aziz Chan terbilang sejahtera karena ayahnya merupakan seorang pegawai pemerintah Belanda dan pernah menjabat sebagai Kepala Stasiun Kereta Api di Padang.

Pendidikkanya di awali di Holland Inlandsche School (HIS )Kota Padang, setelah selesai di HIS melanjutkan sekolahnya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) Surabaya dan Algemeehe Middelbare School (AMS) Batavia.
Bagindo menjadi anggota Jong Islamieten Bond dibawah Pimpinan Haji Agus Salim.
Ia turut aktif dalam Persatuan Muslimin Indonesia (PERMI) sampai organisasi ini dibubarkan pada tahun 1937.

Pemikiran-pemikiran nya banyak dipengaruhi oleh Mumammad Roem dan Haji Agus Salim. Pasca kemerdekaan Bagindo ditunjuk menjadi Wakil Walikota Padang pada 24 Januari 1946, selanjutnya pada tanggal 15 Agustus 1946 menjadi Walikota Padang menggantikan Mr. Abubakar Jaar.

Perjuangan Bagindo Aziz Chan.

Pada 10 Oktober 1945 pasca kedatangan sekutu di Padang, Bagindo menolak untuk tunduk terhadap kekuatan militer Belanda, beliau terus memberikan perlawanan dengan menerbitkan Surat Kabar Perjuangan yang bernama Republik Indonesia Jaya. Bahkan, Ia langsung memimpin perlawanan terhadap Belanda. Usai dilantik menjadi Walikota Padang ia berkunjung ke markas sekutu. Beliau mengadakan perundingan dan setuju untuk kerjasama menanggulangi keamanan di kota Padang.

Rumah tempat kelahiran Aziz Chan Walikota Padang ke-2

Aksi lain yang dilakukannya untuk keamanan kota Padang adalah menandatangani naskah Linggarjati pada 25 Maret 1947.
Tiga bulan setelah penandatanganan naskah Linggarjati tepatnya pada 19 Juli 1947 Bagindo Aziz Chan wafat. Menurut hasil Visum di Rumah Sakit Tentara (RST) Dr. Reksodiwiryo Gantiang, ia meninggal karena terkena benda tumpul dan ada tiga bekas tembakan di wajahnya.

Mantan Gubernur Sumbar dan Menteri Perhubungan Era Orde Baru, Azwar Anas pernah merasakan gaya mengajar Aziz Chan pada era kemerdekaan, Azwar Anas bersekolah di SMP Republiken nama lainnya SMP Perjuangan yang didirikan gurunya itu.
Jika beliau masuk kelas hendak mengajar, ia selalu mengawali dengan menulis Bismillahirrahmanirahiem (dengan tulisan Arab) kata Azwar Anas, dalam, Azwar Anas: Teladan dari Ranah Minang yang disusun Abrar Yusra.

Untuk menghormati jasa dan pengorbanannya melalui SK. Presiden RI No. 082/TK/2005 tanggal 9 November 2005 beliau dianugerahi gelar sebagai Pahlawan Nasional Indonesia, menerima Bintang Mahaputra Adipradana. Oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Bertahun – tahun kemudian pada tahun 1983 Walikota Padang Syahrul Ujud meresmikan tugu simpang tinju di ujung jalan yang diberi nama Teman Seperjuangan Aziz Chan, Johnny Anwar.

Tugu berbentuk kepalan Tinju tersebut bukan untuk mengenang petinju indonesia melainkan perjuangan dan semangat Aziz Chan dalam mempertahankan kota Padang, sebuah monumen lain juga diresmikan di dekat museum Adityawarman.
Satu dekade kemudian, pemerintah Kota Padang berupaya menjadikan rumah keluarganya di Alang Laweh Padang Selatan, menjadi museum dan situs cagar budaya.

Revitalisasi lantas dilakukan pada bangunan rumah tempat kelahiran Walikota Padang kedua pada tahun 2017. Dua tahun kemudian, bertepatan dengan hari kematian Aziz Chan, museum itu akhirnya diresmikan oleh Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah.
Beberapa arsip dan foto sejarah yang berkaitan dengan kehidupan Aziz Chan dan Kota Padang bisa didapat di museum ini.

Penulis: Abdul Aziz
Editor : Adm.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here