Raja Haji Fisabilillah namanya diabadikan untuk nama Bandar Udara di Tanjung Pinang.

Sabtu 06 Nopember 2021 19;45

IKLAN

Serial Pahlawan Nasional

Medan-Rentaknews.com. Apabila kita ingin berkunjung dengan menggunakan Pesawat Udara Ke Tanjung Pinang , Anda akan mendarat di Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah terkenal dengan sebutan Kota Gurindam dua Belas.
Raja Haji Fisabilillah namanya diabadikan untuk nama Bandar Udara di Tanjung Pinang, Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah ( sebelumnya bernama bandar udara Kijang:red) dan salah satu masjid yang ada di Selangor, Malaya.

Raja Haji dikenal juga sebagai Raja Haji Marhum Teluk Ketapang adalah Raja Yang Dipertuan Muda Riau – Lingga – Johor, Pahang IV. Ia terkenal melawan pemerintah Belanda dan berhasil membangun pulau Biram Dewa di Sungai Riau lama.
Beliau lahir di Kota Lama, Ulu Riau tahun 1725.

Karena keberhasilannya, Raja Haji Fisabilillah juga dijuluki sebagai Pangeran Sutawijaya (Panembahan Senopati) di Jambi. Tanjung Pinang adalah Ibukota dari Provinsi Kepulauan Riau, Kota ini terletak di Pulau Bintan dan beberapa pulau kecil seperti pulau Penyengat dan Pulau Dompak.

Di Pulau Penyengat dimana bersemayam makam para Raja – Raja Riau diantaranya
Makam Raja Haji Fisabilillah dan Raja Ali Haji yang termasyhur dengan karya sastranya Gurindam Dua Belas. Keberhasilan Tanjung Pinang semakin diperhitungkan pada peristiwa perang Riau pada tahun 1782 – 1784 antara Kerajaan Riau dan Belanda, pada masa pemerintahan Yang Dipertuan Muda (YDM) Raja Haji Fisabilillah.

Peperangan selama 2 tahun ini, mencapai puncaknya dengan kemenangan di pihak Kerajaan Melayu Riau yang ditandai dengan hancurnya kapal komando Belanda”Malaka’s Wal Faren” dan mendesak Belanda untuk mundur dari perairan Riau.

Selang beberapa bulan dari peristiwa tersebut, Raja Haji Fisabilillah dan pasukan Melayu menyerang Malaka sebagai basis pangkalan Maritim Belanda di selat malaka.
Akan tetapi, dalam peperangan tersebut pasukan Riau mengalami kekalahan dan Raja Haji sebagai komando perang gugur di teluk Ketapang Melaka, Malaysia 18 Juni 1784 .

Selanjutnya jenazahnya dipindahkan dari makam di Melaka ke Pulau Penyengat oleh anaknya Raja Ja’afar (YDM) Riau VI. Atas perjuangan itu Raja Haji Fisabilillah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden RI No. 072/TK/1997 tanggal 11 Agustus 1997.

Dari Kepulauan Riau ada tiga yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional dua diantaranya Raja Haji Fisabilillah dan Raja Ali Haji dimakamkan di Pulau Penyengat, satu lagi Sultan Mahmud Riayat Syah dimakamkan di Daik, Lingga.

Penulis : Abdul Aziz
Editor: Adm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here