Hidayatullah menyoroti Permendikbudristek RI Nomor 30 tahun 2021 tentang, Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi.

Senin, 08 Nopember 2021 10:00 WIB

IKLAN

Medan-Rentaknews.com. Sebelum memulai ceramah subuhnya di Masjid Mukhlisin, jalan Karya Sehati Medan Johor, Ahad (7/11/2021), Ust Hidayatullah bermunajat kepada Penguasa jagat raya alam semesta ini, Allah yang Maha Agung, Maha Perkasa, dan Maha penyayang kepada makhluknya yang memohon pertolongan dan perlindungan, serta mengharapkan syafaat Rasulullah Saw di Akhirat kelak.


Hidayatullah menyoroti Permendikbudristek RI Nomor 30 tahun 2021 tentang, Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi.
yang sangat krusial bisa berakibat kepada dekadensi moral para generasi muda khususnya mahasiswa yang diberi peluang untuk melakukan sex bebas ujar Hidayatullah.
Permendikbudristek itu berpotensi melegalkan perbuatan zina dan penyimpangan LGBT.


Menurutnya, diantara poin krusial yang harus di kritisi dan ditolak antara lain terkait paradigma seks bebas berbasis persetujuan (sexual consent).
Tentu ini sangat berbahaya, karena aktifitas, standar benar dan salahnya bukan nilai agama melainkan persetujuan dari kedua pihak ujarnya.
Dengan kata lain selama tidak ada pemaksaan, telah berusia dewasa dan ada persetujuan dari para pihak, maka aktivitas seksual itu menjadi halal, meskipun dilakukan di luar pernikahan yang sah, bukan ini berarti membuka seks bebas? ujar Ust Hidayatullah di depan majelis taklim masjid Mukhlisin.

Hidayatullah menyoroti Permendikbudristek RI Nomor 30 tahun 2021 tentang, Pencegahan
dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi.

Dilanjutkanya Permendikbud, berpotensi melegalkan dan memfasilitasi perbuatan zina dan perilaku penyimpangan LGBT yang bertentangan dengan Pancasila dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Pasal yang akan merugikan anak anak kita dikemudian hari apabila Permendikbudristek ini diberlakukan ujar ust Hidayatullah.

Kebijakan Menteri Kebudayaan Nadiem Makarim harus ditolak oleh masyarakat.
Permendikbudristek ini banyak mengadopsi draft Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU-P-KS) yang telah ditolak masyarakat luas di DPR periode 2014-2019, ungkap anggota DPR RI dari Fraksi PKS ini.

Digambarkannya, apabila Permendikbud ini diberlakukan maka tidak mungkin Allah akan menghukum dan mengazab negeri ini sebagaimana Allah menghancurkan kaum Nabi Luth. Sebelumnya H. Syahrudin Nasution sebagai protokol meminta ust Hidayatullah menyampaikan secara gambalang kondisi ke kinian negeri ini dan apa upaya kita sebagai umat Islam kedepannya.

Hidayatullah membacakan qur’an Surah Al-baqarah 247. Dan Nabi mereka berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Talut menjadi rajamu.”
Mereka menjawab, ” bagaima Talut memperoleh kerajaan atas kami, sedangkan kami lebih berhak atas kerajaan itu darinya dan dia tidak diberi kekayaan yang banyak? ” (Nabi) menjawab “Allah telah memilihnya (menjadi raja) kamu dan memberikan kelebihan ilmu dan fisik. Allah memberikan kerajaan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.

Hari ini kita rasakan negeri ini dipimpin oleh orang-orang yang tidak peduli dengan penderitaan rakyat, rakus dan menghalalkan segala cara berkawan baik dengan orang – orang kafir dengan mengabaikan saudara seimannya, bagi Allah itu mudah memberikan dan mempergilirkan kekuasaan kepada siapa yang Dia kehendaki, dengan syarat kita beriman dan bertaqwa nanti Allah lah yang akan menyelesaikan urusanmu.

Tersebar berita di masyarakat jahiliah Makkah.Nabi muhammad diutus ke masyarakat jahiliah membawa risalah Islam rahmatan Lil alamin. Nabi datang untuk memperbiki akhlak semua orang, yang dulunya perempuan hadir hanya memenuhi syahwat laki laki. Dan ketika itu tidak ada harganya perempuan.

“Nabi datang dan mengangkat harkat perempuan. Apa kaitannya peristiwa diatas?. Kembali pada konteks diatas seandainya Permendibud di legalkan yang pasti dirugikan adalah lebih banyak pihak perempuan.” jelas Hidayatullah.

“Saat ini negeri kita sudah dimasuki paham-paham yang menghancurkan umat Islam sebut saja paham Syiah, bagaimana kelakuaan mereka dengan kawin Mut’ah yang sudah merebak terutama di pulau jawa dan daerah daerah lain, ini baru satu sisi masih banyak upaya-upaya untuk menghancurkan akidah umat, untuk itu diakhir ceramahnya mari bentengi keluarga kita masyarakat kita dengan nilai-nilai Islam Rahmatan Lil Alamin,” pungkas Ust. Hidayatullah.

Reporter : Abdul Aziz
Editor : Adm.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here