9 Desember 2021

Sultan Mahmud Badaruddin II, Pahlawan Nasional Dari Bumi Sriwijaya.

Sultan Mahmud Badaruddin

Selasa 09 Nopember 2021 10:00 WIB

Serial Hari Pahlawan

Medan-Rentaknews.com. Sumatera merupakan pulau Indonesia yang juga menjadi pulau keenam terbesar di dunia dengan luas 443.065,8 kilometer persegi.
Sumatera juga dikenal dengan nama pulau Percha, Andalas, atau Suwarnadwipa yang berarti Pulau emas. Sumatera memiliki peran yang tidak kecil dalam sejarah kemerdekaan Republik Indonesia.

Sangat banyak pejuang kemerdekaan yang lahir dari rahim pulau Sumatra yang turut andil dalam membebaskan Indonesia dari cengkraman penjajah hingga mencapai proklamasi kemerdekaan, juga mereka yang melanjutkan perjuangan usai kemerdekaan.
Sumatera yang terdiri dari 10 provinsi yaitu, NAD, Sumut, Riau, Kepri, Jambi, Sumbar, Sumsel, Babel, Bengkulu dan Lampung.

Sultan Mahmud Badaruddin II salah satu pahlawan nasional dari 10 provinsi yang disebutkan tepatnya dari Provinsi Sumatera Selatan. Mahmud Badaruddin II lahir di Palembang pada 1767 dan wafat di Ternate 26 September 1852, beliau adalah pemimpin Kesultanan Palembang Darusalam yang berkuasa selama dua periode yaitu 1803 – 1813 dan 1818 – 1821.

Ia memerintah setelah ayahnya Sultan Muhammad Bahauddin, mempunyai nama kecil Raden Hasan Pangeran Ratu, beberapa kali memimpin pertempuran melawan Inggris dan Belanda, salah satu yang terkenal adalah perang menteng. Ia ditangkap pada 14 Juli 1821 dan diasingkan ke Ternate. Gelar Pahlawan Nasional diberikan Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 29 Oktober 1984.

Konflik dengan Inggris

Perang Menteng adalah perang yang dimaksudkan untuk mengusir orang-orang Belanda dibawah kepemimpinan Herman Warner Muntinghe. Pengusiran dipimpin oleh Mahmud sendiri, bermula sejak timah ditemukan di Bangka pada pertengahan abad 18, dan awal mula penjajahan ini ditandai dengan penempatan Loji atau kantor dagang di Palembang.

Namanya kini diabadikan sebagai nama Bandar Udara Internasional di Palembang. Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II , sebelumnya bernama Bandara Talang Batutu, dan mata uang rupiah pecahan 10.000 yang dikeluarkan bank Indonesia pada tanggal. 20 Oktober 2005.

Penulis: Abdul Aziz
Editor: Adm.

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram