Mayjen. H.A. Thalib merupakan putra terbaik dari bumi Kerinci.

Serial Hari Pahlawan

IKLAN

Rabu 10 Nopember 2021 11:00 WIB

Medan-Rentaknews.com. Mayjen. H.A. Thalib merupakan putra terbaik dari bumi Kerinci yang pernah menjadi Duta Besar Negara Sahabat, ia diangkat menjadi Duta Besar Indonesian untuk Malaysia tahun 1968.

Jendral H. A. Thalib gelar Tan Sri Depati Santio Bowo lahir pada 15 juni tahun 1918 di dusun Sungai Penuh, Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi. Sebelum diangkat menjadi Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, situasi pelik politik Indonesia khususnya dalam masalah Diplomatik Indonesia – Malaysia, lebih kurang 5 tahun sejak 1963 – 1968.

Menteri Luar Negeri saat itu H. Adam Malik , sebelum H. A Thalib menjadi Duta Besar Malaysia dirinya bertanya dan meminta pendapat kepada Alamsyah Ratu Prawira Negara yang menjabat Menteri Kemakmuran dan kepada Buya Hamka tokoh kharismatik dan ulama besar dari Minangkabau.

Buya Hamka tokoh yang dicintai dan disegani umat itu menjawab, Jendral H. A. Thalib paling cocok, begitu juga Alamsyah yang banyak tahu tentang perjuangan dan sepak terjang Thalib menyatakan setuju. Pada Kamis 11 April 1968 putra terbaik Indonesia asal suku Kerinci, Provinsi Jambi dilantik oleh Presiden Soeharto di Istana Negara Jakarta sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia.

Dalam konferensi pers pertamanya setelah dilantik, Jenderal H. A. Thalib menyatakan “Bahwa tugas utamanya sebagai Duta Besar Republik Indonesia di Malaysia adalah memulihkan hubungan antara kedua negara yang berasal dari bangsa serumpun itu dengan sebaik-baiknya.

Sikap ramah dan bersahabat yang ditampilkan Thalib kepada masyarakat dan pemerintah Malaysia telah menghangatkan kembali hubungan baik kedua negara, hubungan itu semakin membaik lagi setelah kunjungan muhibah Presiden Soeharto dan rombongan ke Malaysia tahun 1970.

Sebagai kunjungan balasan atas kedatangan Perdana Menteri Tengku Abdul Rahman tahun 1968, dengan kunjungan kedua pimpinan dari bangsa serumpun dan berkat hubungan diplomatik yang harmonis yang dilakukan oleh H. A. Thalib, tanpa saluran resmi perjanjian internasional pintu hati kedua bangsa serumpun terbuka semakin lebar dan meredanya ketegangan.

Penghormatan Kepada Duta Besar H. A. Thalib.

Sebagai Dubes H. A. Thalib telah berhasil menjalin dan meningkatkan kembali hubungan antara Indonesia dan Malaysia, juga telah berhasil menyatukan rumpun melayu yang terpecah akibat konfrontasi pada masa berkuasanya Orde Lama (Orla) sebagai penghormatan dan penghargaan pemerintah Malaysia terhadap jasa dan pengabdian jendral H. A. Thalib diangkat sebagai warga kehormatan dengan gelar “Tan Sri” sebuah gelar kehormatan kenegaraan Malaysia dan istrinya Nurdjanah juga mendapat gelar “Puan Sri “.

Penobatan dilakukan di istana Negara Kerajaan Malaysia pada bulan Juli 1972, dan negara bagian Pahang, H. A. Thalib dan istrinya juga mendapat gelar kehormatan ” Datuk dan Datin”. Beliau wafat pada tanggal 23 November 1973. Atas jasa-jasanya pemerintah Daerah Provinsi Jambi mengabadikan namanya pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mayjen H. A. Thalib di Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci.

Penulis : Abdul aziz
Editor: Adm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here