1 Desember 2021

Membuka pintu Surga paling tengah.

Search Yahoo.com. Kasih sayang Ibu

Jum’at 12 Nopember 2021 08:00 WIB

Medan-Rentaknews.com. Sesungguhnya kasih sayang ibu dalam mengandung, mendidik, membesarkan serta mengayomi anak-anaknya tak akan terbalas sampai kapanpun. Kasiih sayangnya dapat mengantarkan anak-anaknya meraih kesuksesan hidup dunia dan akhirat.

Firman Allah SWT:

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَاناً حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهاً وَوَضَعَتْهُ كُرْهاً وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْراً حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Artinya :

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS Al-Ahqaaf 46: 15)

Ibu adalah sumber kasih sayang, mengasuh mendidik, menjaga tanpa batas. Dialah seorang hamba yang paling ikhlas siang dan malam yang selalu menjaga dan terjaga, menemani ketakberdayaan disaat kita kecil.  Senantiasa dalam hidupnya mendahulukan kepentingan anak dari dirinya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺍﻟْﻮَﺍﻟِﺪُ ﺃَﻭْﺳَﻂُ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻓَﺈِﻥْ ﺷِﺌْﺖَ ﻓَﺄَﺿِﻊْ ﺫَﻟِﻚَ ﺍﻟْﺒَﺎﺏَ ﺃَﻭِ ﺍﺣْﻔَﻈْﻪُ

Artinya : Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu, atau kalian bisa menjaganya. (HR. Ahmad, Hasan)

Ibu, darinya setiap kita mendapatkan kasih sayang, ketulusan hati, kehangatan, pengorbanan, cinta yang agung diciptakan dan ditumbuhkan-Nya dalam diri semua Ibu terhadap anak-anak yang dilahirkannya. Karena itu Allah SWT berwasiat kepada manusia untuk taat dan berbakti kepadanya.

Allah SWT berfirman :

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْناً عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

Artinya “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun . Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”  (QS. Luqman 31: 14)

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bagaimana pengorbanan dan perjuangan ibu untuk anaknya.

Beliau menafsirkan,

وقال هاهنا {ووصينا الإنسان بوالديه حملته أمه وهنا على وهن} . قال جاهد: مشقة وهن الولد. وقال قتادة: جهدا على جهد. وقال عطاء الخراساني: ضعفا على ضعف

Artinya :“Mujahid berkata bahwa yang dimaksud [“وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ”] adalah kesulitan ketika mengandung anak. Qatadah berkata bahwa yang dimaksud adalah ibu mengandung kita dengan penuh usaha keras. ‘Atha’ Al Kharasani berkata bahwa yang dimaksud adalah ibu mengandung kita dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim 6/336,)

Sesungguhnya bagi seorang Ibu, kelahiran anak-anaknya disisinya adalah muara rasa syukur, meski ia tidak pernah tahu kelak akan seperti apa anak yang dilahirkannya, namun Ibu selalu bersyukur kepada-Nya sejak pertama kita menangis hadir dimuka bumi.

Kesyukuran itu terus dan terus ia berikan bahkan sebelum kita bisa berbuat apa-apa. Tanyakan pada Ibu kita saat pertama kali dia tahu dirinya mengandung kita, seperti apakah perasaannya, penuh rasa syukur kepada-Nya sejak kita masih dalam bentuk tanda-tanda ada.

Meskipun hamil itu tidak nyaman, berat dan memberatkan, lemah menambah kelemahan, tapi Ibu tidaklah mengeluh, bahkan ia sering berbicara kepada kita, meski kita tak lebih calon bayi dalam kandungannya.

Hamil menyusahkannya berjalan, duduk atau tidur, merusak nafsu makannya, mengganggu kecantikannya bahkan menyusahkannya dalam bekerja namun seluruh usaha daya dan upayanya menjaga kita agar lahir dalam keadaan selamat dan sehat.

Ketika kita lahir kedunia, Ibu bertarung dalam persalinan antara hidup dan mati, nyawa menjadi taruhannya, Ia menahan tangis, rasa sakit yang luar biasa menulari seluruh tubuhnya.  

Membalas segala kebaikan Ibu sudah selayaknya dilakukan walau jelas ukurannya tak akan pernah sebanding, Ibu memberi tanpa mengharap balasan, Ibu tak pernah menuntut berlebih-lebihan. Sebaliknya Ibu selalu mengapresiasi apa yang coba kita berikan, meski itu sepele dan tak bernilai.         

Rasulullah shalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ». قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ

Artinya : “Celaka, sekali lagi celaka, dan sekali lagi celaka orang yang mendapatkan kedua orang tuanya berusia lanjut, salah satunya atau keduanya, tetapi (dengan itu) dia tidak masuk syurga” (HR. Muslim 2551)

Sesungguhnya semestinya kita sadar bahwa segala pencapaian prestasi hidup dunia berupa, karir, harta, jabatan serta pangkat tak terlepas dari jasa dan do’a Ibu. Berikan pengabdian dan kasih sayang terbaik untuk orang tua kita, agar Allah SWT memberikan ganjaran terbaik dunia akhirat untuk kita.

  • Penulis : TI Abdullah
  • Editor : Adm

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram