Abdul Aziz, ST Sekretaris PW Persis Sumut bersama Tuan Guru Babussalam Syech Zikmal Fuad

Sabtu 13 Nopember 2021 14:00

IKLAN

Medan-Rentaknews.com. Konferensi dan Silaturahim Ulama, Umara, TNI-POLRI yang berlangsung di Aula Tengku Rizal Nurdin Jalan Sudirman Medan, Jumat 07 Rabiulakhir 1443 H/ 12 November 2021, menghasilkan 9 rumusan dan rekomendasi yang akan disampaikan kepada Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.

Tim perumus dalam kegiatan ini diketuai Prof. Dr. H. M. Hatta dengan Anggota Dr. Asren Nasution, Prof. Dr. Hasan Bakti Nasution, Dr. H. Abdul Rahim, M. Hum, Dr. Abdul Hakim Siagian, Dr. H. Sugeng Wanto dan Sekretaris Dr. Irwansyah M. Hi.
Sebelumnya Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi membuka konferensi ini berharap pertemuan ini bisa menghasilkan keputusan yang kongkrit untuk dapat membantu tugas – tugas Gubernur dalam mengambil kebijakan.

“Konferensi ini ujar Edy Rahmayadi jangan hanya dilakukan setahun sekali saja, tetapi dapat dilaksanakan minimal tiga kali dalam setahun,” ujarnya.
Hadir dalam konferensi ini utusan MUI Kabupaten, Kota se Sumatera Utara, Ormas-ormas Islam, Ulama, para Rektor , Akademisi, OPD terkait dan cendikiawan.
Prof.Dr.Hj.Amany Burhanuddin Lubis, MA. Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, menyampaikan Peran Ulama.

Dalam Membangun Peradaban Masyarakat yang Bermartabat.Peran ulama sebagai pewaris kenabian tidak hanya terbatas pada pendidikan, moral dan keagamaan tetapi melebihi dari pada itu, mereka juga menjadi mediator dalam konflik, memediasi hubungan antar masyarakat dengan pemimpin, membentuk berbagai opini publik dalam aktivitas dakwah dan pengajaran yang mereka lakukan, serta mengawal doktrin agama dan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin, dan terhindar dari interpretasi keagamaan yang tidak bermartabat.

Bagi ulama Indonesia, bentuk negara bisa berupa apa saja, yang terpenting maksud – maksud agama (Maqasid as Syariah) dalam mewujudkan kemaslahatan manusia di dunia dan akhirat. Dilanjutkan Prof. Almany, para ulama juga hadir secara intensif dalam proses perumusan bentuk negara yang demokratis dan perumusan Pancasila sebagai kesepakatan bersama(kalimatun sawa) ujar Prof. Hj. Almany.


Sementara Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak memaparkan, fakta historis menunjukkan bahwa Rasulullah Saw sendiri memegang dua kekuasaan sekaligus yaitu: agama dan kekuasaan politik. Dengan demikian, wajarlah jika ada hadis yang menegaskan bahwa “ada dua golongan jika keduanya bersatu, akan baiklah umat manusia, dan jika keduanya tidak bersatu, akan baiklah umat manusia, dan jika keduanya tidak bersatu akan hancurlah kehidupan dalam bernegara (HR. Baihaqi).

Hadis ini sesungguhnya bentuknya khabariyah tetapi bermakna insyaiyah. Artinya, bentuknya kalimat berita tetapi substansinya adalah suruhan untuk bersatu padu antara Umara dan Ulama agar dapat mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan dalam masyarakat.

Konferensi dan Silaturahim Ulama, Umara, TNI-POLRI yang berlangsung di Aula
Tengku Rizal Nurdin Jalan Sudirman Medan, Jumat 07 Rabiulakhir 1443 H/ 12 November 2021

Agar para Ulama dapat mempercepat tercapainya visi Gubsu, terutama yang relevan dengan tugas – tugas keulamaan, maka sangat perlu diadakan pertemuan rutin Silaturahim antara Ulama dan Pejabat Gubsu yang berkompeten.
Dua Pembicara lainya dari Instansi TNI yang mewakili Pangdam I Bukit Barisan, dan Kapolda Sumatera Utara

Dari Pengurus Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (PERSIS) Sumatera utara dihadiri oleh Sekretaris PW Persis Sumut , Abdul Aziz, ST. Diakhir konferensi dibacakan 9 kesepakatan hasil rekomendasi diantaranya ;

1. Gubernur melibatkan MUI dalam dengar pendapat dan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan terkait dengan hajat hidup masyarakat khususnya umat Islam salah satunya Musrembang dari tingkat desa sampai pada prosesnya di DPRD begitu juga dengan Program Legislasi Daerah (Prolegda).

2. TNI melibatkan Ulama dalam menghadapi setiap tantangan Ideologi Kebangsaan.

3. Polri melibatkan ulama dalam setiap upaya perwujudan keamanan dan ketertiban masyarakat Sumatera Utara yang bermartabat bebas dari berbagai patologi sosial seperti narkoba, perjudian, prostitusi dll.

Konferensi dan Silaturahim ini menyepakati harus ada tindak lanjut yang sifatnya kongkrit dalam hal kerjasama.

Reporter Abdullah
Editor: Adm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here